Minggu, 19 February 2017, 18:55:05 WIB

Kemenhub dan BNN Sebut Pilot Citilink Tidak Positif Narkotika

11 January 2017 12:38 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 354 kali

Kementerian Perhubungan menyatakan tidak ada kandungan zat narkotika dan psikotropika lain di dalam tubuh pilot maskapai Citilink, kapten Tekad Purnama Agniamartanto. Pernyataan itu terkait dengan penyelidikan kasus dugaan penggunaan narkotika saat Tekad hendak menerbangkan pesawat Citilink CQ 800 dari Surabaya menuju Jakarta, 28 Desember 2016.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S. Ervan mengatakan, Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) TNI Angkatan Udara dan Badan Narkotika Nasional (BNN) hanya menyebut bahwa kondisi Tekad masuk dalam kategori 'unfit'. "Hasil pemeriksaan Balai Kesehatan Penerbangan 28-30 Desember 2016 dinyatakan bahwa kapten Tekad unfit," ujar Bambang dalam keterangan pers di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (10/9), dilansir dari CNN Indonesia.

Bambang menjelaskan, pemeriksaan langsung dilakukan usai Tekad diamankan oleh Otoritas Bandara III Surabaya. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap seluruh kru pesawat QG 800 tujuan Jakarta yang hendak dikemudikan oleh Tekad. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Humas BNN Slamet Pribadi menjelaskan, BNN telah melakukan assessment dan uji laboratorium terhadap Tekad pada 4-5 Januari. Pemeriksaan, kata dia, dilakukan langsung oleh psikolog dan dokter khusus adiksi.

Slamet berkata, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan bahwa Tekad mengkonsumsi narkotika. Namun, hasil pemeriksaan psikologi menunjukkan Tekad dalam kondisi mengalami gangguan penyesuaian. "Hasil pemeriksaan penunjang untuk urine, rambut, dan darat tidak terdeteksi kandungan narkotik dan psikoaktif lainnya," ujar Slamet di Kantor Kemenhub, Jakarta.

Terkait dengan gangguan penyesuaian, Slamet berkata, Tekad diketahui mengalami penurunan emosi dan perasaan karena masalah yang dialaminya. Masalah itu, kata dia, bisa berkembang pada gangguan yang bersifat depresi. Di sisi lain, Slamet juga menyatakan Tekad tidak terbukti menggunakan tembakau gorila. Ia menilai, dugaan itu hanya isu yang disebarkan oleh oknum tertentu melalui media sosial.

Slamet menjelaskan, tembakau gorila atau AB-CHMINACA merupakan nama lain dari ganja sintetis. Tembakau itu merupakan bagian dari 46 new psychoactive substances yang ditemukan di Indonesia. "18 sudah jadi narkotik. Info Kemenkes minggu ini atau minggu depan terbit Permenkes terkait 18 temuan itu," ujarnya.

Cabut Lisensi Tekad

Meski tak menggunakan narkotika, namun Direktorat Jenderal Penerbangan Udara Kemenhub telah mencabut lisensi penerbang milik Tekad untuk selamanya. Pencabutan dilakukan karena Tekad dinilai telah melanggar peraturan keselamatan penerbangan sipil dan standar operasional prosedur perusahaan yang dapat membahayakan penerbangan. "Pada tanggal 5 Januari 2017 Ditjen Perhubungan Udara mencabut lisensi penerbangan atas nama Tekad Purna Agniamartanto," ujar Bambang.

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, Muzzafir menyebut ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh tekad, di antaranya datang terlambat, tidak melakukan koordinasi, dan tidak dalam kondisi fit saat hendak menerbangkan pesawat. Terkait hal itu, Muzzafir berkata, Kemenhub juga telah melayangkan surat peringatan pertama terhadap maskapai Citilink. Tindakan itu merupakan teguran keras atas kelalaian Cilitink dalam menjaga keselamatan penerbangan.

Tekad adalah pilot pesawat Airbus A320 CQ 800 dari Surabaya menuju Jakarta. Pesawat yang dikemudikan Tekad mengalami keterlambatan lantaran dirinya diduga tengah dalam kondisi mabuk. Seluruh penumpang yang berjumlah 152 orang terpaksa turun dari pesawat menunggu pergantian pilot, dari Tekad menjadi kaptain Wahana Agus. Buntut dari peristiwa itu, Direktur Utama Albert Burhan dan Direktur Operasional Hadinoto Soedigno mengundurkan diri. 

Pengunduran diri tersebut diumumkan di pengujung konferensi pers yang digelar manajemen Citilink di Jakarta, Jumat siang (30/12). "Secara personal saya dan Pak Hadinoto Direktur Produksi merasa bertanggung jawab atas hal ini, sehingga kami mengajukan permohonan untuk mengudurkan diri dari Citilink," ujar Albert. 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co