Rabu, 22 February 2017, 22:14:42 WIB

Maskmerizing Face

12 January 2017 10:04 WIB - Sumber : JPNN - Editor : Riyon    Dibaca : 33 kali

Best foundation you can wear is glowing healthy skin! That’s why, nggak heran, buat mendapatkan perawatan terbaik demi kulit sehat, kini makin banyak produk dan treatment yang ditawarkan.

Facial hingga peeling pun rutin dilakukan. Nggak jarang, masker jadi alternatif daily routine. Namun, sebenarnya seefektif apa sih masker untuk kesehatan berbagai jenis kulit wajahmu?

Sebelumnya, ada yang kamu perlu ketahui nih. Pada era Ratu Elizabeth I atau 1600-an, para perempuan udah memperhatikan penampilan, terutama soal wajah. Saat itu punya kulit putih yang terkesan pucat jadi idaman para cewek karena menandakan kekayaan dan kekuasaan.

Bahkan, nggak sedikit di antara mereka yang menempuh cara ekstrem. Ada yang sampai mencampurkan cuka ke dalam bedak hingga kulit mereka mengelupas loh.

Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, masker Madame Rowley yang berbentuk kertas tempel dan hype mulai muncul, tepatnya pada 1875. Masker itulah yang akhirnya dipakai hingga sekarang.

Well, pakai masker wajah emang lebih praktis dan bermanfaat untuk mengurangi garis halus di wajah, membersihkan pori-pori kulit, merangsang sirkulasi, sampai mencerahkan kulit. Tapi, untuk hasil maksimal, kamu perlu tahu kandungan masker yang baik untuk kulitmu.

Biasanya, masker yang baik mengandung bahan-bahan anti penuaan seperti retinoid, AHA, antioksidan, vitamin B, dan peptida. Juga ditambah bahan penetrasi seperti glikol dan microencapsulation. FYI, bahan glicolic acid tersebut bermanfaat memproduksi kolagen di wajah dan menambah ion sel kulit mati.

Eits, demi mendapatkan efek yang cepat, nggak jarang beberapa orang sengaja pakai masker tiap hari bahkan hingga tertidur dan menempel sampai pagi. Padahal, itu justru membuat kulitmu dehidrasi loh. Efeknya? Bukannya lembap, kulit wajahmu malah makin kering. Padahal, cukup dipakai seminggu sekali.

Menurut dr Trisniartami Setyaningrum SpKK, efek masker terhadap kulit sebenarnya nggak berpengaruh besar. Misalnya, masker clay yang memiliki fungsi deep cleansing hanya berlaku jangka pendek. Masker yang hanya ditempelkan 15–30 menit membuat nutrisi yang terkandung di dalamnya nggak terserap secara menyeluruh. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co