Kamis, 19 October 2017, 23:22:01 WIB

Cafe Pintar, Tempat Kongkow Unik di Payakumbuh

12 January 2017 11:38 WIB - Sumber : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 60 kali

Pengunjung Disambut Bule, Bisa Belajar Bahasa Inggris

Payakumbuh kini menjelma bagaikan kota urban. Di mana-mana, hadir kafe dan tempat ngopi yang menawarkan beragam konsep dan rupa.

Di tengah ketatnya kompetisi bisnis kuliner itu, ternyata ada kafe yang tidak sekadar menangguk untung dari pengunjung, tapi ikut memberi pencerdasan, terutama dalam membumikan bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. Seperti apa?

Seorang pria berkebangsaan Austria asyik bermain catur di Cafe Pintar, Jalan Chatib Soelaiman, Padangkarambia, Payakumbuh Selatan, akhir tahun lalu. Lawan yang dihadapi bule bernama Tom itu adalah Legi Nofajri, 25, mahasiswa antropologi Unand, Padang.

Permainan berlangsung kurang seimbang. Tom tiga kali diskak mati Legi yang berasal dari Lompatan, Barulak, Tanjuangbaru, Tanahdatar. Tapi, keramahan Tom tidak hilang. ”Hei! Where are you from? (Hai! Dari mana?),” sapa Tom ketika didekati Padang Ekspres usai permainan tersebut.

Tom mengaku, sudah dua minggu tinggal di Cafe Pintar Payakumbuh. Kafe milik Afan, mahasiswa yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar Indonesia-Inggris ini memang tunik.

Di Cafe Pintar, pengunjung tidak hanya disuguhi makanan atau minuman bertarif terjangkau. Tapi juga bisa belajar bahasa Inggris dengan Warga Negara Asing yang setiap hari berada di sana.

”Cafe Pintar ini memang didirikan dengan konsep berbeda dari kafe kebanyakan. Di kafe ini pelanggan kami dapat menikmati makanan dan minuman, sambil melatih otak untuk berbahasa Inggris dengan native speaker aktif, langsung dari luar negeri,” kata Ade, 23, manajer Cafe Pintar.

Ade menjadi manajer di kafe itu setelah Afan yang merupakan kakak-kandungnya, melanjutkan studi di Yogyakarta.

”Sebelum Cafe Pintar ini berdiri, tempat ini dulunya digunakan untuk les bahasa Inggris. Belakangan, muncul ide membuka kafe dengan mendatangkan voulenteer dari luar negeri sebagai native speaker untuk melatih bahasa Inggris,” ujar Ade.

Dia menyebut, layaknya voulenteer, bule-bule yang melatih bahasa Inggris di Cafe Pintar tidak dibayar. Karena Afan dengan pengalamannya saat mengikuti pertukaran pelajar, memang punya link di luar negeri.

”Bule-bule itu datang ke sini, secara cuma-cuma. Mereka hanya kita temani, jalan-jalan ke objek wisata di Sumbar. Pulang dari sana kembali lagi ke Cafe Pintar. Itu pun bagian dari upaya kami mendukung promosi wisata daerah kita,” kata Ade.

Ini dibenarkan Tom. Dia mengaku, bersedia datang dan tinggal di Kafe Pintar Payakumbuh karena kafe ini berbeda dengan kafe kebanyakan. Cafe Pintar tidak hanya mengedepankan aspek komersial belaka.

Tapi, hadir dengan nilai-nilai edukasi. Mengajak pengunjungnya berlatih bahasa Inggris, bahasa yang suka atau tidak suka sudah menjadi bahasa dunia.

”Saat memutuskan liburan ke Sumbar, saya lihat di Facebook ada akun Cafe Pintar. Saya telusuri, kafe ini ternyata menyediakan penginapan untuk warga asing yang mau berbahasa Inggris dengan pengunjungnya. Saya tertarik dan langsung mengirim pesan kepada Afan, pemilik kafe ini. Pesan saya dibalas hingga saya sampai di Payakumbuh,” kata Tom dengan nada ramah.

Tom mengaku sangat senang tinggal di Payakumbuh. Selain masyarakatnya yang ramah, objek wisatanya cukup bagus. Belum lagi masakannya yang lamak bana. ”Pedasnya itu lho sangat menggugah selera,” ulas Tom seraya kembali melayani pengunjung Cafe Pintar. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co