Minggu, 17 December 2017, 16:44:17 WIB

Anyaman Tikar Pandan Potensial

12 January 2017 11:55 WIB - Sumber : Hendri - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 116 kali

Pemasaran Kendala Utama

Meski tikar plastik buatan pabrik sudah merambah ke pelosok daerah, namun tikar pandan masih potensial dikembangkan. Sebagian besar masyarakat Kenagarian Padanglaweh Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung membuat anyaman tikar pandan.

Namun usaha ini seakan tak dilirik Pemkab Sawahlunto. Sehingga sulit berkembang, terutama dari segi pemasaran. Masyarakat berusaha sendiri agar produk mereka laku di pasaran. 

Menurut Anggota DPRD Sijunjung, Daswanto, banyak potensi daerah yang membutuhkan perhatian serius dari Pemkab.

“Pemerintah daerah harusnya mampu melihat besarnya peluang peningkatan ekonomi masyarakat Sijunjung saat ini, salah satunya memberdayakan kearifan lokal. Di antaranya kerajinan tangan tikar pandan di Kenagarian Padanglaweh,” katanya.

Dia juga menyebutkan ada juga kerajinan tangan berbahan rotan di Nagari Sisawah Kecamatan Sumpurkudus. Jika ini dikembangkan dan dibantu pemasarannya, dia sangat yakin mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama petani dan perajin.

Daswanto juga sangat menyayangkan murahnya nilai jual tikar pandan di Nagari Padanglaweh. Menurutnya, sangat tidak sepadan hasil penjualan dengan tenaga yang dikeluarkan perajin.

“Bayangkan, untuk membuat satu tikar pandan, perajin membutuhkan waktu setengah hari. Namun jika dijual, harganya hanya Rp 15 ribu saja, ini sangat tidak sepadan,” ujarnya.  

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemkab Sijunjung, Em Yasri didampingi Hendri Nurka, Kepala Bidang Perindustrian mengatakan, saat ini Pemkab berupaya terus mengembangkan potensi UKM yang ada. Termasuk memberdayakan kerajinan tangan yang menjadi kearifan lokal.

Khusus untuk kelompok UKM kerajinan rotan Ngalau Antobuong, Pemkab telah menyalurkan bantuan alat untuk mengolah rotan, yakni split (alat pembelah rotan).

Namun menurut Hendri Nurka, split tersebut hanya pinjam pakai. Karena Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Sijunjung tidak bisa menggunakan dana hibah.

“Kita memberdayakan perajin dengan memberikan pelatihan, Pemkab melalui dinas  juga telah menyalurkan bantuan alat perlengkapan mengolah rotan. Bantuan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah memberdayakan kearifan lokal,” jelas Hendri Nurka.

Hendri Nurka menambahkan, pelatihan kerajinan rotan dan bambu diikuti 25 anggota. Pelatihan tersebut upaya Pemkab untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.  

Terkait pemasaran, Pemkab berencana membangun sebuah pusat promosi hasil kerajinan tangan masyarakat. Jika terwujud, seluruh kerajinan tangan masyarakat bisa dipromosikan kepada masyarakat luar.

“Sijunjung memang telah memiliki gedung promosi kerajinan daerah. Namun di bawah kewenangan Dekranasda. Kita juga ingin memiliki gedung yang dikendalikan langsung oleh Dinas. Di situ seluruh hasil kerajinan masyarakat bisa dipromosikan,” ujarnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co