Sabtu, 29 April 2017, 18:22:59 WIB

Hamdani, Owner Toko Profil dan Gipsum Plafon

12 January 2017 12:29 WIB - Sumber : Mona Triana - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 64 kali

Kuasai Pasar, Selalu Berinovasi

Meskipun perekonomian tengah lesu, tidak membuat Hamdani patah semangat menggenjot penjualan produknya. Dia memiliki trik khusus agar bisa terus bertahan.

Salah satunya dengan memberikan pelayanan prima kepada konsumen. Berikut petikan wawancara wartawati Padang Ekspres, Mona Triana dengan Owner Toko Profil dan Gipsum Plafon, Hamdani, Selasa (10/1).

Bagaimana awal mulanya bapak menekuni usaha ini?

Saya sudah mengenal gipsum semenjak tahun 1992. Tapi dulu itu saya kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) tamat tahun 1996. Dulu itu, saya sempat bekerja di IPTN Bandung selama tiga tahun, namun saya lebih memilih untuk berwiraswasta. Dengan modal dari orangtua memulai membuka usaha gipsum.

Dulunya gipsum itu dijadikan sebagai pengganti bahan triplek. Nah, dengan berkembangnya teknologi, usaha yang saya jalani tidak hanya sekadar menjual gipsum saja, tetapi berkembang menjual rangka atap baja ringan, cat dan bahan-bahan bangunan seperti paku, besi.

Tahun 1996 itu, awalnya saya membuka toko di Solok, lalu pindah ke Padang pada tahun 1998, saya mulai membuka toko di Simpangharu. Saat ini saya memiliki tiga toko di Padang dan satu toko di Solok.

Strategi menjalankan usaha?

Saya berusaha memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Pelayanan prima ini saya kelompokan menjadi tiga. Yakni pertama berhubungan dengan masalah harga, lalu berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM). Kemudian berhubungan dengan kualitas, lalu ketersediaan barang yang dijual, kemudian waktu pelayanan terhadap pengantaran.

Jadi pengantaran barang kepada konsumen harus cepat, karena ini sangat menentukan dalam membentuk opini pasar sekaligus menentukan perusahaan kita. Selain itu, prinsip saya dalam pemasaran banyak menggunakan media masa. 

Produk apa saja yang dijual?

Produk yang saya jual berhubungan dengan plafon di antaranya gipsum, lalu PVC, ada kalsibot, GRC board, rangka atap baja ringan, atap genteng metal, atap spandek atau atap panjang. Kemudian berhubungan dengan cat. Lalu ada triplek dan kelengkapan tukang seperti paku, baut. Kemudian kita juga melayani siap pasang.

Sebenarnya boleh dikatakan konsep saya di sini sebagai distributor atau sebagai agen penjualan tetapi ada juga ritel. Untuk sebagai agen seperti papan jaya board. Produk-produk tersebut langsung saya ambil dari pabriknya. Karena yang saya jual ini produknya building material, jadi untuk penjualan semuanya merata.

Apa ada pengaruh ekonomi global terhadap penjualan?

Tentu ada pengaruhnya, dengan keadaan ekonomi yang saat ini melambat sangat berpengaruh terhadap omzet penjualan. Mensiasati itu saya memaksimalkan atau optimalisasi. Artinya berusaha menghemat biaya operasional.

Misalnya, pengantaran barang, kalau biasanya tiga kali pengantaran dihemat menjadi dua kali saja. Saya merasakan dengan ekonomi yang lesu saat ini penjualan mengalami penurunan, tetapi saya tetap berusaha untuk tetap eksis.

Bagaimana bapak memenej karyawan?

Saat ini karyawan saya yang aktif ada 45 orang. Mereka dibagi per divisi, ada divisi penjualan, divisi pemasangan, lalu ada bagian unit pelaksana teknis. Artinya sudah ada yang memenej karyawan sesuai dengan kerja mereka masing-masing.

Untuk hari kerja, toko selalu buka setiap hari, pada hari Minggu ada karyawan yang piket. Kalau libur pas Lebaran, itu kami akan tutup empat hari menjelang Lebaran dan kembali buka empat hari setelah Lebaran.

Cara menghadapi persaingan?

Persaingan sangat banyak sekali, tinggal bagaimana kita memiliki produk knowledge. Kita harus menguasai pasar, kalau tidak kita akan ketinggalan kereta.

Lalu harus melakukan inovasi, kita tidak boleh menutup diri dalam perkembangan material pembangunan. Sekarang sudah banyak barang subtitusi dengan adanya perkembangan teknologi. Contohnya dulu menggunakan triplek, lalu ada gipsum, kemudian sekarang ada PVC. Kita harus mengikuti perkembangan itu.

Target ke depan?

Target saya ke depan tentu ingin memaksimalkan penjualan. Artinya saya berusaha semaksimal mungkin meningkatkan penjualan. Namun saya belum ada rencana untuk membuka cabang. Yang jelas dengan keterbatasan, saya hanya ingin memaksimalkan dan bertawakal.

Hobi bapak?

Di waktu senggang saya biasanya berolahraga, saya hobi bermain tenis, namun belakangan ini saya sudah jarang main tenis karena teman saya lagi sakit. Selain itu saya juga hobi olahraga seperti jalan santai, sepeda station. Kemudian saya juga hobi membaca, saat ini umur saya 46 tahun, dan saya asli dari Solok. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co