Kamis, 19 October 2017, 23:18:21 WIB

Taruna Tewas di Tangan Senior

12 January 2017 12:35 WIB - Sumber : JPNN - Editor :    Dibaca : 87 kali

Menhub Pecat Ketua STIP 

Lagi-lagi penganiayaan senior terhadap juniornya terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Korbannya adalah Amirulloh Adityas Putra, 19, taruna STIP tingkat 1.

Dia diduga tewas usai dianiaya lima orang seniornya di lantai dua gedung STIP Selasa (10/1) malam sekitar pukul 22.30. Buntutnya, Capt Weku F Karuntu selaku Ketua Sekolah Kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dicopot.

Pencopotan itu langsung dilakukan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Capt Weku F Karuntu dianggap tak layak lagi memimpin sebuah sekolah calon pelaut itu. 

Setelah menjalani pemeriksaan atas tewasnya Amirulloh Adtyas, Polres Metro Jakarta Utara menetapkan lima orang tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut. Kelima tersangka itu taruna tingkat 2 STIP Jakarta. Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin mengatakan, kelima pelaku itu telah ditahan.

”Kami telah menetapkan lima tersangka yaitu, Sisko,19, Willy, 20, Iswant, 21, Akba, 19, Jakari, 19, pelaku sudah kami amankan,” ujar Awal di Polres Jakarta Utara, Rabu (11/1).

Perwira menengah ini menambahkan, kelima tersangka ini secara bergilir melakukan pemukulan kepada korban hingga tewas. Menurut dia, selain menyebabkan korban tewas, ulah lima kakak senior ini juga membuat teman korban lainnya luka-luka.

”Lima pelaku juga melakukan pengeroyokan terhadap lima korban yang lainnya menderita luka-luka selain korban tewas,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 170 Sub 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. ”Kelima pelaku masih kami lakukan penyidikan lebih lanjut. Sebab, kelima pelaku masih shock dengan tewasnya korban pengeroyokan,” tukas dia.

Kombes Awal Chairudin mengatakan, motif awalnya para taruna tingkat 2 akan serah terimakan alat musik drum band kepada taruna tingkat 1 STIP. Junior yang menginginkan alat musik tersebut harus dilakukan proses penganiayaan dulu. Baru akan diberikan.

”Seharusnya hal itu tidak dilakukan. Karena yang dilakukan para senior seharusnya membina atau mengajarkan cara memainkan alat musik tersebut,” terang Awal.

Sementara itu kelima teman seangkatan Amir, yakni Ahmad Fajar, Ilham Wally, Bagus Budi Prayoga, Josua Simajuntak, dan Benny Syahril masih menjalani perawatan akibat pemukulan yang dilakukan senior mereka. ”Kelima rekannya dalam keadaan luka, memar-memar di tubuh,” tambah Awal.

Terkait rekaman CCTV yang biasanya terdapat di sekolah- sekolah besar dan tempat tertentu, Awal mengatakan, STIP memang dilengkapi oleh CCTV. ”Namun, di tempat penganiayaan itu, tidak terdapat CCTV,” lanjut Awal.  

Sementara itu, selain mencopot Capt Weku F Karuntu selaku Ketua Sekolah Kedinasan, Menhub Budi Karya Sumadi juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Amirulloh Adityas Putra, taruna tingkat 1 angkatan 2016 jurusan Nautika yang meninggal usai dianiaya seniornya itu. Dia bahkan sangat menyesalkan kejadian kekerasan itu.

”Karena Kementerian Perhubungan telah berulang kali menyampaikan peringatan kepada para pengelola sekolah untuk melaksanakan standar prosedur pengawasan dan pencegahan terjadinya kekerasan di sekolah di bawah pembinaan Kementerian Perhubungan,” kata mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu, Rabu (11/1).

Mantan Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ini memerintahkan Kepala Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan untuk membentuk tim investigasi internal guna melakukan investigasi mengapa kasus itu sampai terjadi lagi.

Budi menyebut, tim investigasi internal saat ini telah dibentuk dan diketuai Sekretaris BPSDM Perhubungan, Edward Marpaung.

”Sebagai tindak lanjut dari kejadian itu, Kemenhub juga telah mengambil langkah cepat dengan membebastugaskan Ketua STIP, Capt. Weku F. Karuntu, MM dan menunjuk Pelaksana Tugas Ketua STIP. Keputusan ini diambil untuk mempermudah pelaksanaan tugas tim investigasi internal yang telah dibentuk,” tegasnya.

Kemenhub juga akan bertanggungjawab terhadap seluruh proses mulai dari rumah sakit sampai pemakaman korban. Kini kasus itu telah diserahkan ke aparat kepolisian untuk penanganannya. Budi juga menginstruksikan kepada Kepala BPSDMP agar lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan.

“Baik secara edukasi maupun peningkatan moral taruna-taruni sekolah tinggi di bawah pembinaan Kemenhub untuk mencegah terulangnya kasus ini ke depan,” tuntas dia. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co