Sabtu, 27 May 2017, 13:14:42 WIB

Saat Kompetisi bakal semakin Ketat

29 January 2017 11:41 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 82 kali

Berharap Dukungan Sepanjang Musim

Pendukung merupakan bagian penting dalam sebuah pertandingan. Bahkan sering menjadi bagian terpenting, lebih penting dari pertandingan itu sendiri. Dalam dunia sepakbola, suporter, fans, pendukung, atau apapun namanya, sering disebut sebagai pemain ke-12 di dalam tim.

Hanya saja, pecinta sepakbola di Sumbar memiliki kultur yang cukup unik dan berbeda dibandingkan pecinta sepakbola lainnya di Indonesia. Bukan lah pemandangan yang aneh misalnya, ketika Semen Padang FC bermain buruk di kandang sendiri, para pecinta sepakbola yang hadir ke stadion, berbalik mendukung tim tamu. Apalagi bila tim tamu memang benar-benar bermain apik.

Tidak lah salah, bila ada yang mengatakan, bahwa pecinta sepakbola di Sumbar tidak sefanatik pecinta sepakbola di daerah lain, semisal, Malang, Surabaya, Bandung, atau Jakarta. Sebab, selain performa tim, kedatangan penonton ke stadion juga dipengaruhi oleh lawan yang akan dihadapi.

Bila lawan yang datang adalah tim besar, penonton biasanya memenuhi stadion. Tapi jika lawannya tim yang lebih kecil dan apalagi bukan laga yang menentukan prestasi, stadion akan lengang.

Kondisi itu dapat dilihat pada turnamen Indonesia Soccer Championship tahun lalu. Berdasarkan data dari website resmi Indonesia Soccer Championship, jumlah penonton yang hadir ke stadion H Agus Salim Padang saat Semen Padang FC bermain kandang, hanya 89.332. Bila dirata-ratakan, hanya pada kisaran 5.000 penonton per pertandingan.

Selera memilih-milih laga dari pecinta sepakbola di Sumbar bisa juga terlihat dari jumlah kedatangan penonton ke stadion. Misalnya, laga kandang Kabau Sirah yang paling dipadati penonton, saat menjamu tim bertabur bintang Arema Cronus.

Yakni 11.900. Bila tim-tim besar lainnya main di Stadion H Agus Salim, jumlah penonton juga lebih dari 5.000 orang. Pada lawan Persipura (8.832), PSM Makassar (7.323), Persija (8.103), dan Persib (9.867).

Sementara itu, saat lawannya bukan tim bertabur bintang atau kualitasnya berada di bawah Semen Padang FC, penonton yang hadir ke stadion kerap hanya 2.000-an. Bahkan ada yang hanya 1.820 penonton. Yakni saat laga melawan Persegres.

Ke depan, saat kompetisi yang bergulir bakal semakin ketat, Semen Padang FC membutuhkan dukungan besar dari pecinta sepakbola di Sumbar. Tidak hanya memerahkan stadion, para pendukung juga diharapkan mendukung tim dari sejak kick off hingga peluit akhir berbunyi.

Kapten Semen Padang FC, Hengki Ardiles mengatakan, suporter merupakan bagian terpenting di Semen Padang FC. Kehadiran suporter yang datang ke stadion dan terus memberikan dukungannya memberikan dorongan motivasi yang sangat besar terhadap para pemain di atas lapangan.

Karena itu, Hengki berharap di Liga 1 nanti, suporter bisa tetap militan memberikan dukungan terhadap seluruh pemain Kabau Sirah.

“Saya berharap suporter selalu bersama kami sepanjang kompetisi nanti. Tetap berikan dukungan dengan hati dan tetap menjadi suporter yang cinta. Tim Semen Padang butuh dukungan dari seluruh masyarakat Sumbar di manapun mereka berada,” ujar Hengki singkat.

Untuk Liga 1 musim 2017 mendatang, perusahaan yang menaungi Semen Padang FC, PT Kabau Sirah Semen Padang (PT KSSP), bertekad meningkatkan jumlah suporter maupun penonton umum supaya datang ke Stadion H Agus Salim, untuk menyaksikan laga kandang Hengki Ardiles dan kawan-kawan.

Khusus untuk para suporter, manajemen tim akan kembali melakukan pendataan suporter dengan melakukan registrasi ulang terhadap para anggota yang sah. Direncanakan jelang Maret, sebelum digulirkannya Liga 1, pendataan sudah selesai dilakukan.

“Target kami adalah semakin meramaikan suporter dan penonton untuk bisa datang ke stadion dan menyaksikan tim kesayangan kita bertanding,” kata Direktur Umum PT KSSP, Rinold Thamrin kepada Padang Ekspres, kemarin (28/1).

Rinold menjelaskan, juga akan dilakukan rekruitmen baru terhadap bara suporter supaya gezah laga kandang Semen Padang lebih terasa lagi. Untuk suporter kemungkinan pola member akan dilakukan untuk mempermudah suporter.

“Akan kami lakukan pola member untuk para suporter yang nantinya sudah terdata. Tujuannya, adalah untuk mempermudah juga, sehingga tidak terlalu repot lagi, jika ingin menonton pertandingan Semen Padang,” jelasnya.

Lebih jauh, Rinold mengatakan, untuk bisa lebih mendekatkan hubungan antara manajemen, pemain dengan para suporter dalam beberapa waktu ke depan akan dilakukan pertemuan antara tim dengan kelompok suporter.

“Kami ingin mendekatkan diri dengan suporter. Tapi, pertemuan itu belum bisa kami lakukan sekarang. Karena, saat ini masih proses pembentukan tim,” ulas Rinold.

Terkait penonton umum, Rinold menyebut juga terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki. Di antaranya masih cukup banyaknya calo berkeliaran sehingga menyulitkan para penonton mendapatkan tiket untuk masuk ke stadion.

“Kami mungkin akan lakukan sistem penukaran tiket juga, guna mengurangi calo penjualan tiket. Bagaimana teknisnya, nanti kami kaji lagi,” tuturnya.

Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah tiket box yang tersedia di GOR H Agus Salim. Menurutnya, jumlah tiket box yang tersedia masih minim, sehingga untuk musim depan akan dilakukan penambahan tiket box. “Minimal satu tiket box akan kami tambah,” jelasnya.

Selain tiket box, yang juga menjadi perhatian utama manajemen adalah promosi laga kandang Semen Padang. Selama TSC 2016, dia mengaku, promosi yang dilakukan belum maksimal, sehingga untuk Liga 1 nanti, kegiatan promosi akan lebih dioptimalkan lagi.

Dengan promosi yang lebih intens, tertata, dan lebih terorganisir diharapkan, minat masyarakat Sumbar untuk datang ke stadion dan menyaksikan laga kandang Semen Padang bisa lebih meningkat.

Diharapkan, dengan ramainya stadion di setiap laga kandang juga akan berimbas positif terhadap prestasi tim, yaitu mencapai target juara yang sudah dicanangkan. “Harus tingkatkan promosi, mulai dari spanduk dan iklan di media-media lain akan terus kami ditingkatkan,” pungkas Rinold. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co