Selasa, 28 March 2017, 15:05:59 WIB

Jalankan Bisnis Narkotik, Napi Nusakambangan Ditangkap

02 February 2017 13:06 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 4208 kali

Seorang narapidana kasus narkotik di Lembaga Pemasayarakatan Nusakambangan ditangkap karena kembali mengulangi perbuatannya. Sutrisno alias Tris alias Babe, masih menjalani enam tahun hukuman saat mengendalikan peredaran sabu dari balik jeruji besi. Aksinya kembali diungkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah kemarin.

Mulanya petugas mendapat informasi pengiriman 1 kilogram sabu oleh kurir yang naik kereta api Argo Lawu di Stasiun Balapan, Solo. "Saat bertransaksi di stasiun dengan dua orang, kurir ini ditangkap," kata Kepala BNNP Jawa Tengah Brigadir Jenderal Tri Agus Heru Prasetyo, dilansir dari CNN Indonesia.

Tiga orang yang ditangkap ini adalah dua pria bernama Fendi Suryo (kurir) dan Setio Wibowo serta perempuan bernama Mudikta Delina. Saat penangkapan, mereka juga ternyata membawa 588 butir ekstasi. Untuk menyamarkan, sabu dan ekstasi itu dibungkus dalam kemasan teh. Sabu yang kini diamankan untuk jadi barang bukti itu menurut Tri berkualitas tinggi.

Dari tiga orang ini petugas kemudian mendapat informasi bahwa mereka diperintahkan oleh Sutrisno yang di penjara di Nusakambangan. Petugas kemudian menangkap Sutrisno di selnya. Dari penggeledahan didapati telepon genggam yang diduga dipakai Sutrisno mengendalikan bisnis narkotik dari dalam penjara.

Kepada petugas, Sutrisno mengaku bahwa sabu dipesannya dari bekas teman satu selnya yang kini sudah bebas. Mantan napi tersebut adalah warga negara Nigeria yang kembali menjual sabu setelah bebas. Setelah dipesan, sabu kemudian diedarkan anak buah Sutrisno yang ada di luar penjara. "Transaksi dalam sehari mencapai 70 juta rupiah," kata Tri Agus.

Sutrisno juga melibatkan anaknya bernisial SL yang ada di luar dalam berbisnis narkotik. Ia meminta SL mengatur keuangan. Saat ini petugas tengah memburunya dan sudah memasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co