Sabtu, 27 May 2017, 13:07:32 WIB

Fadjrin Z, Owner Kopmil Ijo Payakumbuh

05 February 2017 12:02 WIB - Sumber : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 104 kali

Awalnya Bermodal Gerobak, Kini Punya Tiga Outlet

Bosan menjadi karyawan dan jenuh bekerja di bawah tekanan, seorang anak muda di Payakumbuh, nekat membuka usaha minuman. Modal awal cuma Rp 7 juta.

Kini sudah punya tiga outlet dengan 13 karyawan yang omzetnya diperkirakan jutaan rupiah dalam semalam. Inilah, kisah Fadjrin Z, owner Kopmil Ijo yang terkenal itu.

Awal Mei 2011 silam, karier Fadjrin Z sedang kinclong-kinclongnya. Putra Payakumbuh kelahiran 16 Oktober 1986 ini boleh dibilang menjadi ujung tombak bagi sebuah perusahaan pembiayaan asing (leasing) yang berkantor di Bukittinggi.

Bahkan, Fadjrin yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara hasil pernikahan suami-istri Zulkifli dan Emmi Wardanata, sempat ditawari manajamen leasing menambah pendidikannya. Akan tetapi, alumni Fakultas Peternakan Unand ini memilih jalan hidup yang lain.

“Saya bosan jadi pegawai. Saya jenuh bekerja di bawah tekanan. Kerja di bawah tekanan itu membuat saya menjadi stres. Akhirnya, saya putuskan untuk resign dari salah satu leasing yang ada di Bukittinggi,” cerita Fadjrin kepada Padang Ekspres, Sabtu malam (4/2).

Pilihan Fadjrin resign dari perusahaan pembiayaan, sempat menuai pro-kontra di lingkungan terdekatnya. Maklum saja, pada saat itu, bahkan sampai saat ini, sulit bagi anak-anak muda negeri ini mendapatkan pekerjaan. Namun, Fadjrin yang pernah bersekolah di SNAKMA atau SPP Padangmengatas, Limapuluh Kota, sudah bulat dengan tekadnya.

“Saya sudah putuskan membuka usaha sendiri. Karena seperti saya bilang tadi, saya tak sanggup bekerja di bawah tekanan. Walaupun posisi saya saat itu cukup strategis, bahkan menjadi ujung tombak perusahaan,” ujar Fajdrin.

Singkat cerita, setelah berhenti jadi karyawan leasing, Fajdrin mulai mencari peluang usaha yang pas menurut perkiraannya dan dapat diterima pasar. “Wacana awal, saya ingin buka usaha minuman cappucino cincau. Karena saat itu, cappucino cincau sedang booming di Payakumbuh,” kata Fajdrin.

Untuk memuluskan niatnya, Fajdrin yang akrab dipanggil In, berbagi pengalaman dengan teman-temanya semasa kuliah di Unand, Padang.

“Saya share sama kawan-kawan di kampus. Saya bilang, mau bikin cappucino cincau. Kawan-kawan mendukung. Tapi, ada kawan beri masukan, agar saya bikin kopmil (kopi milo). Karena di Padang, saat itu sedang booming kopmil,” ujar Fajdrin.

Alhasil, pada Mei 2011, Fadjrin dengan modal Rp 7 Juta, membuat dua gerobak dorong untuk memulai usaha kopmil yang diberi nama Kopmil Ijo. Satu gerobak yang dibuat, beroperasional di Jalan Soekarno-Hatta, Tanjuanggadang, Payakumbuh. Sedangkan satu lainnya, diletakkan di Bukittinggi. 

“Saya buka dua tempat sekaligus. Cuma yang di Bukittinggi, belum booming. Kalau yang di Payakumbuh, Alhamdulillah bisa bertahan. Tapi, banyak suka-duka saya rasakan. Namanya saja jualan dengan gerobak, kadang saat hujan turun, saya ikut basah kuyup. Payung tempat jualan, sering juga diterbangkan angin kencang,” tutur Fadjrin.

Namun, Fadjrin bukanlah tipe anak muda yang gampang menyerah. Bermodal keyakinan, kerja-keras, sungguh-sungguh, dan senantiasa meminta kepada Tuhan, Kopmil Ijo hasil racikan Fajdrin, ternyata diminati pelanggannya. Lambat laun, pelanggan yang datang ke Kopmil Ijo di Jalan Soedirman, Tanjuanggadang, Payakumbuh, semakin ramai.

Umumnya, pelanggan Kopmil Ijo adalah adalah anak-anak muda atau kaum urban dari Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan daerah hinterland-nya.

“Para pelanggan merasa betah berlama-lama di Kopmil Ijo kepunyaan Fajdrin, karena tempat minum ini terasa nyaman, hygienis, dan murah, tapi tidak murahan,” kata Ade Suhendra, pengelola media sosial SudutPayakumbuh yang punya banyak follower itu.

Lantaran pelanggan Kopmil Ijo semakin ramai, omzet yang diperoleh Fajdrin pun semakin besar. Dengan omzet yang diperoleh itu, Fajdrin akhirnya bisa mengontrak bangunan yang berada di belakang tempat ia biasa berjualan di Tanjuanggadang, Payakumbuh. 

Di tempat itu pula, Fajdrin bersama berbagai komunitas yang ada di Payakumbuh, kerap menggelar kegiatan. Tidak terkecuali live musik dan malam amal.

Padang Ekspres pernah menyaksikan langsung malam amal yang digelar Kopmil Ijo bersama sejumlah komunitas anak muda, untuk ummat muslim Palestina yang terus-terusan dibombardir Israel.

Kembali kepada Fajdrin, setelah menyewa bangunan di Tanjuanggadang, usaha Kopmil Ijo-nya, terus berkembang. Kini, Fadjrin sudah memiliki cabang Kopmil Ijo di samping gedung DPRD Payakumbuh dan eks stasiun kereta Parikrantang. Di seluruh tempat usahanya, Fajdrin mempekerjakan 13 karyawan. Umumnya, anak-anak muda.

“Saya sungguh bersyukur, usaha Kopmil Ijo yang saya rintis, dengan berbagai suka dan duka. Dengan berbagai ejekan dan cemoohan, alhamdulillah, kini bisa menjadi lapangan usaha bagi kawan-kawan kawula muda. Ada 13 anak muda yang bekerja bersama saya,” kata Fajdrin.

Selain memiliki karyawan, Fajdrin juga bisa membina adiknya, Fadil. “Adik saya, juga berusaha bersama saya. Kami bersama-sama membesarkan Kopmil Ijo.

Suatu hal yang menjadi kepuasan batin bagi kami, saat para pelanggan dan pengunjung, bisa tertawa ria di Kopmil Ijo, melepas segala beban. Itu rasanya sangat memuaskan,” kata Fajdrin.

Bicara soal omzet yang diperolehnya dalam sehari, Fajdrin memilih merendah. “Alhamdulillah, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kami bersama karyawan,” ujarnya. Namun, pengusaha sukses di Payakumbuh Haji Desra memperkirakan, Fajdrin, bisa meraup omzet jutaan, bahkan belasan juta dalam semalam.

“Lihatlah pengunjung Kopmil Ijo, ramai terus setiap malam. Apalagi kalau malam Minggu dan hari libur. Bahkan, bulan puasa sampai Lebaran pun tetap ramai. Saya salut dengan anak muda yang satu ini. Jeli menangkap usaha dan pandai menjaga konsumen. Pemilik Kopmil Ijo, saya pikir, bisa jadi inspirasi bagi anak-anak muda yang ingin membuka usaha,” kata Haji Desra, terpisah.

Menariknya, meski banyak menuai pujian, terutama dari pengusaha-pengusaha yang lebih senior dari dirinya, namun Fajdrin tetap rendah hati. Ia menyebut, apa yang ia peroleh saat ini, selain karunia Tuhan, kepercayaan pelanggan, sokongan keluarga dan orang-orang terdekat, merupakan buah dari kerja-keras dan keyakinan dari dalam diri.

Makanya, sebelum menutup wawancara dengan Padang Ekspres, Fajdrin dengan mantap memotivasi anak-anak muda lain di mana pun berada.

“Jangan pernah takut untuk berwirausaha. Jangan merasa gengsi-gengsian. Kalau lagi ada inspirasi, segera lakukan. Harus berani memulainya. Jalan ndak jalan, harus terus dievalusi, dengan sunguh-sungguh,” tukas Fajdrin yang kini sudah menjalani bahtera rumah tangga. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co