Selasa, 26 September 2017, 23:27:45 WIB

Bob Josal dengan Es Krim Bob’s Cone di Tugu Gempa

12 February 2017 12:00 WIB - Sumber : Mona Triana - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 194 kali

Kini Miliki Food Truck Seharga Rp 350 Juta

Membuka bisnis kuliner, pelaku usaha harus terus berkreasi agar menarik minat calon konsumen. Tidak hanya dari segi rasa, bagian penting lainnya cara penyajian yang membuat calon konsumen tertarik untuk membeli. 

Di Kota Padang, ada beberapa gerai makanan yang menawarkan konsep food truck untuk memanjakan para pencinta kuliner. Meski konsep ini sudah lama ada di Padang, tetapi yang betul-betul menggunakan konsep food truck hanya ada beberapa saja dan bisa dihitung dengan jari.

Hal seperti itu ditawarkan Bob Josal, 31, owner dari Bob’s Cone salah satu brand yang menjual es krim di kawasan Tugu Gempa, Padang. Selain dirasa simpel, pelaku usaha yang menggunakan konsep food truck tersebut masih sedikit.

Ia menyebutkan dirinya satu-satunya di Padang ini yang berjualan dengan menggunakan konsep food truck sebenarnya. Sebelum memulai usaha ini, Bob awalnya memulai usaha dengan konsep food street. Menggunakan tenda dan meja bagi para pengunjung. 

“Awalnya dari bazar ke bazar. Saya pernah mengikuti bazar kuliner di Gereja Katedral saat acara Natal. Setelah itu bazar di Vihara pada pasar malam imlek dan bazar di HBT. Setelah mengikuti bazar, saya mulai pindah ke monumen Tugu Gempa pada Februari 2016. Seiring berjalan waktu, peminat dari konsumen tinggi, saya berpikir kalau buka kafe modal lumayan besar, belum lagi biaya renovasi dan risiko kalau kafe sempat tidak berjalan bagaimana,” ucap Bob yang sebelumnya sempat bekerja sebagai karyawan swasta ini.

Saat itu dia belum melihat di Padang belum ada usaha kuliner yang benar-benar menggunakan food truck. Yang ada hanya, usaha mereka menggunakan mobil pikap saja. Bob, mulai memakai konsep food truck untuk usahanya pada Agustus 2016.

Bob menyebutkan, mobil yang digunakannya tersebut langsung dipesan ke Bogor, pada sebuah perusahaan yang membuat  khusus mobil food truck tersebut.

“Kebetulan  saya pesan di Bogor, saya langsung desain, tentuin sendiri bagaimana konsepnya. Di dalam mobil saya ini ada tempat freezer, meja preparation, ada wastafel, ada tangki air bersih dan kotornya. Lalu juga ada kompor, oven,” ucapnya. 

Untuk biaya pembelian mobil food truck, tersebut ia mengeluarkan modal mencapai Rp 350 juta. “Saya bisa bilang kalau untuk konsep yang benar-benar food truck di Padang ini, baru saya. Karena mobil yang saya miliki sudah seperti kitchen berjalan dan komplit,” akunya.

Namun begitu, Bob mengaku dalam menjalani usaha akan ada selalu up and down. Dengan usaha jenis food truck  ini, kendala yang sering terjadi cuaca. “Apabila terjadi hujan tentu akan susah. Selain itu maintenance mobil sehingga harus ekstra dalam hal perawatan,” ungkapnya.

Bob menjalani usaha es krim dengan konsep cone dari wafek berbentuk kerucut dan mangkok. Juga ada es krim diberi roti kering, donat, pisang dan brownies. Perbedaan dengan es krim lainnya, di sini tersedia 27 macam toping. Di antaranya cokelat, marshmallo. Konsumen dipersilakan memilih  dan sesuai selera.

Untuk es krim sendiri ada tujuh varian rasa yang sebelumnya hanya lima varian rasa saja. Ada rasa cokelat, stroberi, vanila, lalu ditambah dengan rasa vanila oreo, vanila carmel dan vanila coffee. 

“Saya buka setiap hari dari pukul lima sore sampai pukul sepuluh malam. Kalau hujan tidak buka tapi kalau gerimis tetap buka, tapi prinsipnya mau hujan panas pasti ada yang mau cari es krim ini,” ujarnya seraya mengatakan dirinya dibantu dua karyawan. 

Target konsumennya dari kalangan mahasiswa, anak-anak dan karyawan kantoran. Untuk harga dari es krim tersebut kisaran dari Rp 14 ribu, tergantung dari rasa es krim dan toping yang dipilih.

Misalnya cone rasa vanila, cokelat, strawberry dijual dengan harga Rp 14 ribu. Kalau dua toping menjadi Rp 16 ribu. Satu toping dijual Rp 2 ribu. Untuk green tea harganya Rp 24 ribu. 

Bob mengaku saat ini penjualan es krimnya, banyak peminat. Dalam satu hari ia bisa mencapai omzet satu juta perhari dan kalau weekend mencapai Rp 4 juta.
“Lagian jarak jualan saya pendek dari pukul lima sore sampai pukul setengah sebelas malam paling lama,” katanya.

Ke depan ia memiliki target untuk menambah unit. Hal itu karena ia melihat peluang bisnis yang lagi berkembangnya di Padang. Meskipun, saat ini gaya hidup anak muda suka nongkrong di kafe, ia tetap optimis dalam berjualan menggunakan cara food truck dapat menarik minat konsumen. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co