Sabtu, 25 November 2017, 16:46:55 WIB

Anggota Mapala Unand Latihan Arung Jeram

16 February 2017 09:23 WIB - Sumber : Tandri Eka Putra - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 4916 kali

Sebanyak 43 orang anggota Mapala Unand mengikuti latihan arung jeram dari tanggal 13-15 Februari 2017. Latihan ini dilaksanakan dalam tiga tahap dan dilakukan di tiga lokasi yang berbeda. Pada tahap awal, para peserta akan mendapatkan materi tentang arung jeram secara teori, yang dilakukan di ruangan pendidikan Mapala Unand, gedung PKM kampus Limau Manih.

Tahap berikutnya, para peserta akan belajar cara mendayung serta cara menyelamatkan diri jika perahunya terbalik, atau yang lebih dikenal dengan istilah self rescue. Latihan ini dilaksanakan di danau buatan Universitas Andalas, di Limau Manih. Sedangkan pada tahap terakhir, para peserta pelatihan akan mempraktekkan ilmu yang diperolehnya secara langsung di Sungai Batang Kuranji. 

Aliran Sungai Batang Kuranji, merupakan salah satu lokasi yang sering dipakai Mapala Unand untuk latihan. Pasalnya, sungai batang kuranji memenuhi kriteria untuk diarungi para pemula. Pada saat kemarau, sungai ini mempunyai grade II, dengan arus sungai lumayan deras. Bentukan jeramnya bisa terdiri dari standing wave dengan ketinggian + 1 meter . Kondisi bebatuannya juga cukup rapat tapi masih bisa dilalui perahu, namun jika perahunya terbalik, masih mudah untuk melakukan penyelamatan.

Para instruktur yang menjadi nara sumber dalam pelatihan ini, adalah anggota Mapala Unand yang telah mempunyai sertifikasi “kapten”, yakni, orang yang mampu memimpin sebuah perahu dalam setiap “pengarungan”. Menurut ketua Mapala Unand, EE Sucipta, sejak Mapala Unand mempunyai perahu karet pada tahun 1998, hingga saat sekarang telah ada 14 orang anggota yang mempunyai sertifikat “kapten”, tapi istilah ini hanya berlaku untuk lingkungan internal Mapala Unand saja. 

Penetapan klasifikasi “kapten” ini didasarkan pada kemampuan anggota yang bersangkutan dalam setiap ekspedisi arung jeram yang dilakukan oleh Mapala Unand. Namun demikian, 6 orang dari 14 orang tersebut telah menimba ilmu arung jeram ini di beberapa operator tur arung jeram di indonesia, seperti di PT Arus Liar, Citarik, Sukabumi, Sobek di Bali dan Alas Adventur di Sungai Alas, Aceh. “Umumnya, para senior yang telah mempunyai ilmu “kapten” itu, selalu mentransfer ilmunya kepada adik adiknya yang masih yunior”, timpal EE Sucipta. 

Proses transformasi ilmu dari senior kepada junior ini telah membudaya di Mapala Unand, seperti yang terjadi saat sekarang. Dodi Hendra dan Hardi Diarmy, finalis White Water Rafting Championship -lomba arung jeram bergengsi di Sungai Asahan, Sumatera Utara tahun 2000 dan 2001. Bahkan Ongky Wahyudi, sang juara lomba arung jeram di Sungai Alas, Aceh, tahun 2012 lalu juga ikut menjadi pemateri.

Besarnya minat anggota Mapala Unand berlatih arung jeram, diapresiasi oleh Wakil Rektor III Univeristas Andalas, Hermansah. Rektornya kegiatan kemahasiswaan ini bahkan ikut mencoba jalur sungai yang dijadikan arena latihan di Batang Kuranji. Kepada para anggota Mapala Unand, Hermansah berpesan agar para peserta memperhatikan dan mengikuti sungguh sungguh setiap materi yang diberikan, khususnya materi self rescue. Pasalnya, olah raga arung jeram menuntut konsentrasi dan kesungguhan dari pesertanya. "Lalai dan lengah sedikit saja, nyawa yang menjadi taruhannya," timpal guru besar Fakultas Pertanian Universitas Andalas ini.

Pada kesempatan itu, Hermansah didampingi oleh pembina Mapala Unand, Wilson Novarino. Kedua petinggi Universitas Andalas ini berjanji akan mengupayakan menambah perahu karet dua buah lagi. Jika ini terwujud, maka Mapala Unand akan memilik 4 buah perahu karet untuk arung jeram, sebuah fasilitas yang sangat lengkap bagi sebuah organisasi pencinta alam di Sumatera Barat.

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co