Sabtu, 25 November 2017, 16:43:46 WIB

Pegiat Hidroponik dapat Dukungan Pemerintah

23 April 2017 11:45 WIB - Sumber : Novitri Silvia - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 151 kali

Dinilai Menjanjikan, Ajak Bentuk Koperasi

Perkembangan tanaman hidroponik di Kota Padang mulai menjadi perhatian Pemko Padang. Konsep tanam menggunakan media air ini dinilai bisa membantu ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, juga memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan.

Di Padang, Dinas Pangan Kota Padang, mencatat saat ini ada sekitar 12 titik pengembangan tanaman hidroponik. Jumlah ini akan terus bertambah mengingat terus menjangkitnya tren bercocok tanam ini. Lokasi yang telah ada seperti di Nanggalo, Bungus, Jati, Aurduri, Sebarangpadang, Pengambiran, Parak Karakah, Alai, serta Tarandam. 

Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Heryanto Rustam mendukung hidroponik yang tengah berkembang di masyarakat Kota Padang. Menurutnya hal ini dapat mendatangkan hal positif, baik bagi individu maupun daerah.

Bagi individu yang tidak memiliki lahan dapat memanfaatkan perkarangan serta meningkatkan ekonomi masyarakat. Juga dapat mengembangkan perekonomian di daerah khususnya Padang.

“Selain dapat meningkatkan perekonomian daerah, juga hasil dari tanaman hidroponik tersebut lebih sehat dan dapat dijadikan sebagai obat alami antikanker,” terangnya saat ditemui di kawasan GOR Agus Salim, Jumat (21/4).

Untuk mendukung hidroponik tersebut, ia sudah mengimbau seluruh UPTD yang ada di Kota Padang untuk bekerja sama dengan koperasi. Lembaga ini akan membantu bagi warga atau kelompok yang ingin memulai bisnis hidroponik dengan meminjamkan modal awal. 

Tidak hanya itu, dia mengimbau sekolah-sekolah juga bekerja sama dengan koperasi. Hasilnya tergantung pada individu atau kelompok. Apakah akan dikonsumsi atau akan dipasarkan.

“Kami  mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan menyediakan anggaran khusus untuk hidroponik tersebut. Bagi yang mengalami kesulitan mengenai biaya memulai bisnis tersebut bisa meminjam modal awal pada koperasi dengan prosedur yang benar,” ujarnya.

Gagasan tersebut sudah dirancang dan sedang dalam proses pelaksanaan, Dinas Pangan akan mengajak beberapa lembaga pengkreditan untuk membantu memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh modul yang telah dirangkai. Beserta tanaman hidroponik yang telah tumbuh menjadi kecambah.

Untuk penyediaan modul beserta tanaman disiapkan orang yang telah berpengalaman dengan hidroponik. Tentunya ini ditunjuk oleh Dinas Perdagangan. Harga modul beserta tanaman hidroponik tersebut akan disesuaikan dengan ukuran dan pesanan.

Melihat hasil tanaman yang dihasilkan dengan cara hidroponik tersebut, Pemko sangat mendukung dan terus menggalakkan hidroponik agar berkembang di masyarakat. Rencananya hidroponik tersebut juga akan diterapkan pada kantor-kantor dengan memanfaatkan perkarangan sempit.

Kasi Ketersediaan Pangan Dinas Pangan Kota Padang, Risna Wati, ketersediaan sayur di Kota Padang saat ini belum mencukupi. Oleh sebab itu Pemko sangat mendukung adanya tren hidroponik tersebut. Yang diharapkan nantinya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Padang terhadap kebutuhan sayur. 

“Biasanya sasaran pasar hidroponik adalah pasar-pasar modern atau hotel berbintang. Yang membutuhkan bahan-bahan dengan kualitas terbaik, tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk dilempar pada pasar tradisional. Seperti Pasar Inpres di kawasan pasar raya semua tergantung bagaimana respons masyarakat dan kebutuhan masyarakat nantinya,” terangnya.

Hasil tanaman yang dihasilkan melalui cara hidroponik memang sangat bagus. Ini diminati oleh masyarakat kelas atas yang lebih mengutamakan kualitas dibanding harga. Tetapi bukan berarti masyarakat ekonomi ke bawah tidak dapat menikmati hasil tanaman tersebut.

Hal ini tentu akan melalui tahap penyeleksian yang mana kualitas nomor satu akan diletakan pada pasar modern. Kualitas dua akan dipasarkan di pasar tradisional.

Atau bisa juga mereka menanam sendiri di rumah dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Yang nantinya hasil tanaman hidroponik tersebut bisa dinikmati langsung. 

Kualitas yang bagus tersebut dihasilkan karena pengairan pada tanaman hidroponik yang terjaga. Serta asupan natrium yang selalu ditakar sesuai ketentuannya.

Tanaman hidronponik kualitas yang bagus sebanding dengan harga yang dibandrol pada setiap tanaman. Rata-rata sekitar Rp 5.000 per batang untuk tanaman sayuran atau lebih tergantung jenis sayurannya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengungkapkan hidroponik saat ini masih dalam proses pengembangan dan uji coba. “Perlu adanya pengembangan lebih lanjut terhadap hasil tanaman tersebut. Jika nanti berhasil kami akan mendukung terhadap program ini. Karena bisa mendatangkan banyak manfaat juga membuat pekarangan menjadi hijau,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Padang, Syaiful Bakhri mengatakan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan telah berbagi tugas. Untuk skala kecil atau untuk rumah tangga akan menjadi tanggung jawab Dinas Pangan. Untuk budi daya dan pengembangannya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian. “Tidak hanya sekadar hobi, mereka juga sudah sadar akan pentingnya makan-makanan yang alami yang bermanfaat bagi kesehatan,” terangnya.

Hasil maksimal tanaman akan lebih bagus jika ditanam dilahan tanah. Karena ada unsur hara yang terkandung dalam tanah secara alami berbeda dengan hidroponik yang medianya air. Ini harus menggunakan natrium sebagai ganti unsur hara yang diperoleh tanaman dari tanah. 

Namun bukan hidroponik tidak bagus, ini justru sangat bagus bagi masyarakt yang tinggal diperkotaan yang tidak memiliki lahan. Sehingga dapat memanfaatkan perkarangan sempit menjadai lahan bertani jika menggunkan cara hidroponik tersebut.

Ini juga membantu Pemko dalam penyediaan kebutuhan sayur di Padang. Berdasarkan data yang diperoleh, Kota Padang masih membutuhkan sejumlah bahan pangan dari luar Padang. Seperti beras 53 persen dari luar Padang.

Lalu, cabai sebanyak 70 persen, dan sayur-sayuran sebesar 40 persen dari luar Padang. Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan tersebut belum terpenuhi oleh petani Padang. Sehingga diharapkan hidroponik ini menjadi salah satu solusi.

Pengamat pertanian dari Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang Ediwirman menambahkan untuk mendukung hidroponik tersebut harus dilakukan sosialisasi.

Terutama mengenai cara serta manfaat hidrononik tersebut di tengah masyarakat. Ini bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga masyarakat serta didorong oleh pemerintah agar masyarakat paham manfaat dari hidroponik tersebut.

Bagi masyarakat yang berpikir besarnya modal awal yang dibutuhkan, bisa meminimalisir modal awal dengan memanfaatkan barang bekas. Juga bagi pemula dapat mempelajari cara tersebut dari internet dan beberapa komunitas di media sosial yang tersebar di Padang.

“Masyarakat juga bisa memanfaatkan barang bekas, seperti botol minuman, juga bisa mengganti sistem pengairan dengan cara yang sama seperti infuse. Hal ini akan meminimalisir modal awal jika ingin mencoba hidroponik dalam skala kecil,” kata Rektor Unitas Padang ini.

Pengamat pertanian dari Universitas Andalas, Erigas mengatakan, hidroponik merupakan urban farming. Yaitu suatu aktivitas pertanian yang diterapkan di perkotaan yang melibatkan keterampilan, keahlian dan inovasi dalam budidaya dan pengolahan makanan. 

Tren ini muncul karena adanya masyarakat yang memiliki hobi bertani namun tidak memiliki lahan yang cukup. Kemudian memanfaatkan perkarangan rumah sebagai lahan untuk bertani dengan metode air.

“Ini jelas sangat menguntungkan bagi masyarakat perkotaan, selain bisa menyalurkan hobi mereka juga bisa mengkonsumsi hasil tanaman tersebut. Juga menambah nilai estetika, apabila tanaman tersebut ditata dengan rapi akan sedap dipandang mata,” jelasnya.

Ia juga menegaskan tidak ada kendala dalam memulai hidroponik tersebut. Yang ada hanya kemalasan warga yang enggan mencoba dan berpikir hidroponik tersebut akan butuh perawatan. Sehingga menyita banyak waktu.

Sejatinya apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh hal ini tidak akan menjadi masalah. Malah akan menjadi penghasilan yang cukup menjanjikan jika serius dijadikan lahan bisnis.

“Sejauh ini tidak ada kendala dalam hidroponik. Yang ada hanya rasa malas masyarakat untuk mencoba. Padahal ini juga bisa dilakukan tanpa mengelurakan biaya yang mahal. Dengan memanfaatkan barang bekas,” terangnya.

Ia sangat mendukung apabila hidroponik diterapkan dalam pertanian modern. Hal ini juga ia sampaikan dalam perkulihan. Dia mengenalkan serta mengimbau kepada mahasiswa untuk memahami manfaat dari hidroponik tersebut. 

“Ini bentuk sosialisasi yang dimulai melalui dunia pendidikan, yang bisa diterapkan mahasiswa di rumah,” katanya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co