Senin, 24 July 2017, 23:56:26 WIB

Perlu Peran dan Kepedulian Masyarakat Berantas Judi

11 June 2017 11:40:09 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 75 kali

Candu Judi Lebih Berbahaya dari Narkoba

Keinginan untuk menang dan memiliki harapan untuk menang menjadi hal yang dipermainkan dalam judi. Begitu juga dengan judi jackpot. Meski dikemas dengan game, tetap saja mempertaruhkan uang (berupa koin).

Keputusasaan pelaku judi inilah yang dimanfaatkan oleh pengelola mesin judi ini. Dosen Sosiolog Unand, Afrizal, menyebutkan permainan judi jackpot ini adalah permainan yang berbahaya. Karena disaat seseorang tersebut belum bisa mencapai kata menang, ia akan lebih tertantang untuk terus mencoba.

Sama halnya dengan pecandu obat-obatan terlarang yang akan selalu mengonsumsinya hingga pemakainya menemukan kepuasan batinnya. Biasanya seseorang yang bermain judi jackpot bukan ajang cari uang, melainkan sebuah pencapaian penghargaan pada dirinya untuk bisa memperoleh kemenangan.

Jika ia telah berhasil meraih penghargaan kemenangan tersebut, secara tidak sadar akan membuatnya akan larut dalam judi jackpot ini. Keterlibatannya dengan judi jackpot biasanya karena pengaruh lingkungan atau bahkan termakan bujuk rayu teman dekatnya.

Untuk itu, upaya pencegahan mesti dilakukan dengan cepat. Untuk pencegahannya kecanduan judi jackpot adalah melalui pendekatan kepada pemain judi jackpot melalui keluarga. Saudaranya yang bisa mengarahkan kalau judi jackpot tersebut tidak baik.

Dia juga mendesak agar pemerintah juga memberikan sanksi kepada pemilik jackpot. Memberikan penyuluhan kepada pemain judi jackpot. Untuk pengawasan lebih lanjut, pemerintah melibatkan aparat keamanan dari polisi, TNI, dan Satpol PP supaya judi jacpot benar- benar tidak beroperasi kembali.

Maraknya fenomena judi jackpot di kalangan masyarakat, membuat sejumlah orang malas untuk bekerja. Lebih cenderung untuk berbuat kejahatan karena ingin selalu meraih kemenangan saat bermain judi jackpot.

Bundo Kanduang Sumbar Raudah Thaib menyampaikan permainan judi jackpot sudah jelas dilarang dalam agama Islam dan agama mana pun. Karena itu salah satu permainan yang merugikan.

Biasanya orang tersebut menjadikan judi jackpot sebagai taruhan menghasilkan uang. Bahkan sumber penghasilannya. Apalagi sampai mempertaruhkan harta dan segalanya yang dimilikinya.

Bahkan si pemain tidak berpikir jangka panjang untuk pemikiran masa depannya. Karena kecanduan yang disebabkan oleh permainan judi jackpot untuk bisa menang saat bermain judi jackpot tersebut.

Biasanya hanya yang hedonisme yang selalu terlibat dalam judi jackpot ini. Karena dia hanya memandang kesenangan atau kenikmatan didunia merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia untuk bertahan.

“Sehingga berakibat dengan kurangnya pengendalian dari agama, pendidikan, ketenangan batin yang tidak tentram. Seperti meminum air laut hingga tidak pernah mencapai puasnya,” katanya.

Tambahnya, betapa bagusnya lembaga adat, pemerintah dan pihak terkait, untuk mengantisipasinya agar generasi muda saat ini, tidak terilibat dalam permainan judi jackpot tersebut, dengan memberikan pendidikan agama, adat dan budaya. Begitu juga dengan pendidikan moral sosial.

Karena melalui pelajaran tersebut bisa membentuk karakter anak menjadi lebih baik dengan pemikirannya yang lebih terarahkan untuk ke depannya. Langkah yang baik untuk mengatasi judi jackpot adalah dengan memberantas tempat perjudian tanpa pandang bulu pemiliknya.

Berikan pengawsan yang ketat dan sanksi yang kuat bagi pihak yang masih membuka permainan ini. Pihak- pihak pengawas yang direkrut pun benar- benar harus bersih dan jelas mutunya. Apalagi untuk menindak tegas penyakit masyarakat seperti ini.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Sayuti, mengatakan praktik ini jelas berlawanan dengan ajaran adat dan agama. Karena permainan judi jackpot adalah permainan yang sangat dilarang. 

Sebaiknya pemerintah bekerja sama dengan jajaran kepolisian, TNI, dan terutama juga dengan lembaga adat dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan tigo tungku sajarangan.

Orderan bundo kanduang, untuk menindak langsung judi jackpot ini. Karena apabila tidak ditindak dengan tegas dan cepat akan bisa membuat semakin berdampak dengan tidak baik bagi lingkungan nagari ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Duski Samad, juga mengungkapkan hal yang sama. Permainan atas nama judi sudah, baik judi jackpot sekaligus, jelas dilarang. Apalagi diikuti oleh umat Islam.

Karena dengan spekulasi yang tinggi, juga membawa mudarat yang tinggi pada kehidupannya. Biasanya untuk seseorang yang normal judi jackpot jelas hanyalah kegiatan yang membuang- buang waktu dan sangat tidak bermanfaat.

Biasanya orang terlibat dalam judi jackpot hanyalah orang- orang yang imannya goyah. Karena kurangnya pengetahuan agama. Sehingga dengan mudahnya tergoda dan bahkan terlibat dalam bisnis ini.

Seharusnya orang tersebut lebih baik mengisi waktu luangnya itu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan lebih mendalami ilmu agama. Supaya pemikiran dalam kehidupan seharinya lebih terarah dan terkonsep tentunya.

Tindakan Tegas dan Efek Jera

Sementara jajaran Polres Pessel juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Upaya itu dilakukan agar keberadaan judi jackpot benar-benar bisa dihilangkan dan tidak lagi muncul di tengah-tengah lingkungan masyarakat. 

Kapolres Pessel, AKBP Fery Herlambang didampingi Kasat Reskrim Polres Pessel mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban terhadap berbagai bentuk perjudian, termasuk juga judi jackpot.

“Hingga saat ini kita telah mengamankan sebanyak 13 unit mesin judi jackpot dari beberapa lokasi. Termasuk juga dari Nagari Rawang Gunuang Malelo Surantiah, Kecamatan Sutera,” katanya.

Disampaikanya 13 unit mesin judi jackpot yang telah diamankan itu, akan dimusnahkan pada 1 Juli mendatang. Pemusnahan itu akan dilakukan secara bersamaan dengan beberapa barang bukti pekat lainnya, seperti petasan, minuman keras.

Dijelaskannya pemberantasan judi ini merupakan tindak lanjut keseriusan aparat penegak hukum di daerah itu. Dalam hal ini menanggapi keluhan masyarakat terkait maraknya permainan judi jackpot ketika itu. 

Dalam menciptakan iklim yang kondusif di masyarakat, pihaknya akan selaku berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat, ninik mamak dan para wali nagari.

“Sehingga bila ada laporan yang masuk baik secara lisan, maupun tertulis, akan segera tindaklanjuti ke lapangan. Sebab kami tidak bermain-main dalam melakukan pemberantasan berbagai bentuk perjudian,” katanya.

Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Dispol PP dan Damkar) Pessel, Hariyadi mengatakan koordinasi dengan pihak kepolisian perlu dilakukan dalam menghadapi berbagai bentuk pekat di daerah itu. 

“Sebab di lapangan banyak bentuk pekat yang berujung dengan pelanggaran dalam bentuk pidana, yang penangananya berada pada pihak kepolisian. Seperti narkoba, dan berbagai bentuk perjudian lainnya,” ungkap Hariyadi.

Khusus penanganan judi jackpot, pihaknya juga telah melakukan koordinasi. Sebab permainan judi itu, sempat marak di beberapa nagari beberapa waktu lalu di Pessel. Seperi di Nagari Rawang Gunuang Malelo, Nagari Pasar Surantiah, Kecamatan Sutera, dan di Kampung Batukalang Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan. 

Karena dalam melakukan tindakan juga ada pendekatan secara persuasif. Terutama dalam menindaklanjuti laporan maraknya permainan judi jackpot.

Sehingga apa langkah-langkah yang mesti dilakukan, telah dilakukan koordinasi dengan pihak Polres Pessel.  Berkat koordinasi yang baik itu, sehingga judi jackpot bisa dihilangkan dan tidak lagi ditemui di beberapa nagari itu sekarang.

Dijelaskanya berdasarkan koordinasi, sehingga pihaknya melalui tim SK4 yang sudah terbentuk, bisa maksimal melakukan penindakan dan pencegahan perjudian jackpot di Pessel. Upaya itu perlu dilakukan, sebab kehadiran judi jackpot sebelumnya sangat menggangu ketentraman masyarakat.

Bahkan para pelaku yang kecanduan dengan permainan judi jackpot ini, ada yang sampai menggadaikan motor dan menjual ternak. Ini laporan yang saya terima dari masyarakat.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Padangpariaman, Rianto mengatakan, pihaknya hanya bertugas menegakkan peraturan daerah dan kepala daerah. Sedangkan menyangkut peraturan undang-undang, seperti perjudian, narkoba, dan pencurian, adalah wewenang kepolisian untuk memberantasnya.

“Masalah judi  atau penyakit masyarakat lainnya, kami tetap koordinasi dan bekerja sama dengan kepolisian dan TNI,” ujarnya.

Kerja sama pihaknya dengan kepolisian dan TNI, kata Rianto, dihimpun ke dalam tim Satuan Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Kabupaten (SK4). Namun tim itu sekarang mengalami keterbatasan anggaran untuk melakukan razia penyakit masyarakat. 

Sedangkan pihak Polres Padangpariaman, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan informasi ataupun data upayannya dalam memberantas perjudian. Khsusnya perjudian jackpot tersebut. Padahal, upaya ini untuk menghubungi Kapolres telah dilakukan sejak Jumat (9/6).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Joni Isnandar menyebutkan razia tempat-tempat judi merupakan langkah tegas guna menyikapi laporan masyarakat akan maraknya praktik perjudian di Kota Solok. Salah-satunya adalah judi jackpot yang terdapat di sejumlah tempat.

“Melalui operasi selama lebih dua minggu berturut-turut, Polisi berhasil mengamankan lebih dari 15 unit mesin jackpot dari berbagai tempat. Dan sebahagiannya diduga sedang dioperasikan,” kata Joni.

Selain mengamankan belasan unit mesin jackpot, selanjutnya petugas juga memberikan sosialisasi hukum pada para pemiliknya. Bagaimana ke depannya usaha ilegal tersebut dapat dihentikan. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co