Kamis, 22 June 2017, 21:21:22 WIB

Copot Baliho Iklan Rokok

15 June 2017 11:27:14 WIB - Sumber : Eri Mardinal - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 45 kali

Komitmen Wujudkan Padang Bebas Rokok 2018

Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk mendeklarasikan Padang bebas asap rokok di Kota Padang. Terhitung tahun 2018, seluruh iklan/reklame rokok tidak boleh lagi beredar.

Pemko Padang pun rela kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar per tahun dari iklan/reklame rokok. Hal itu dikatakan Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat mencopot iklan rokok di kawasan Jalan Hamka dekat jembatan Basko dan jembatan Siteba Rabu (14/6). Saat ini, sejumlah iklan/reklame rokok yang masih beredar diberi waktu hingga akhir 2017. Setelah itu izinnya tidak diperpanjang lagi. 

Mahyeldi menilai, kebijakan melarang iklan rokok di Kota Padang adalah untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya merokok. Karena merokok, lebih banyak mudaratnya daripada positifnya bagi generasi muda.

“Iklan rokok ini menyasar perokok pemula. Karena itu, Kami tidak ingin calon pemimpin bangsa ini hancur. Kami ingin menciptakan generasi muda yang sehat dan  kreatif,” tutur Mahyeldi.

Terkait kehilangan PAD, Mahyeldi tidak begitu merisaukan, karena masih banyak potensi-potensi pajak lain yang bisa digali.  “Jika hal itu dapat tergali maksimal, saya yakin PAD akan tetap tercapai optimal,” jelas Mahyeldi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Padang, Adib Alfikri didampingi Kabid Penagihan dan Pemeriksaan, Budi Payan  mengatakan, pihaknya masih memberi waktu iklan rokok yang masih terpajang hingga per 31 Desember 2017.

Dan di tahun 2018, semua iklan rokok sudah tidak boleh lagi ada di Kota Padang. Tak hanya itu, Pemko juga akan membersihkan semua iklan rokok yang terpasang di kedai-kedai atau warung-warung. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co