Rabu, 13 December 2017, 08:20:32 WIB

Sekolah 5 Hari Sulit Diterapkan di Madrasah

16 June 2017 11:21:06 WIB - Sumber : Rudi Efendi - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 122 kali

Mata Pelajaran Banyak, Sulit Atur Jadwal

Kebijakan sekolah 5 hari seminggu dengan durasi 8 jam sehari, dinilai akan masalah jika diterapkan di sekolah-sekolah madrasah. Pasalnya, di sekolah-sekolah tersebut, mata pelajarannya tergolong banyak dan bisa mencapai 53 jam seminggu. 

“Kita akan sikapi kebijakan pemerintah ini. Tapi kita perlu rancangan terbaru untuk penyesuaian. Mungkin di awal juga akan rada-rada sulit tapi di balik itu juga ada enaknya bisa ngatur waktu keluarga menjadi lebih banyak. Yang pasti semua tentu ada plus minusnya. Kita berpikir positif dan bersiap-siap aja,” ujar Marliza, Kepala MAN 1 Padang.

Saat ini, sambung Marliza, pihaknya masih menunggu arahan dari Kantor Kementerian Agama Padang terkait pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Mudah-mudahan segera ada ketetapan. Dan kami sudah mulai membuat ancang-ancang program ke arah sana, tapi memang ada banyak kesulitan dalam mengatur jadwal belajar anak-anak di sekolah. Semoga saja ada jalan terbaik,” ungkapnya.

Senada dikatakan Amrizon, Kepala MAN 2 Padang. Ia mengungkapkan, belum memungkinkan kebijakan tersebut dilaksanakan di sekolah- sekolah madrasah terutama tingkat Madrasah Aliyah (MA). “Karena, selama ini, jadwal belajar kami tergolong padat dan mata pelajaran kami lebih banyak jika dibandingkan sekolah-sekolah umum,” ungkapnya.

Jika kebijakan tersebut mesti dilanjutkan juga, menurut Amrizon, tentu jadwal belajar hari Sabtu akan dipadatkan di hari Jumat atau di hari-hari yang lain.

Amrizon juga mengatakan, pihaknya belum mendapat pengarahan dari Kemenag Padang terkait rencana Mendikbud tersebut. “Kalau sampai hari ini (kemarin, red), kami belum mendapat kabar. Mudah- mudahan ada kepastian secepatnya,” ucapnya.

Begitu juga menurut Afrizal, Kepala MAN 3 Padang. Sepertinya rencana Mendikbud ini akan sulit terealisasi bagi sekolah-sekolah Madrasah. “Kalau di sekolah-sekolah umum mungkin saja bisa, karena mata pelajarannya tidak sebanyak di sekolah madrasah,” ujarnya.

Walaupun begitu, sebut Afrizal, kebijakan tersebut bisa saja diterapkan asalkan durasi belajar setiap mata pelajaran dikurangi. Kalau saat ini durasi satu jam pelajaran selama 45 menit. Maka waktunya dikurangi menjadi 30 menit  setiap satu jam pelajaran.

“Atau bisa juga jumlah jam setiap mata pelajaran dikurangi dari 3 jam menjadi dua jam. Dengan demikian, mata pelajaran untuk hari Sabtu dapat dipindahkan ke hari-hari lain,” jelasnya.

Namun, Afrizal menyarankan Mendikbud seharusnya mempertimbangkan kembali rencana yang telah ditetapkan itu. “Rasanya, waktu yang tersisa saat ini, belum memungkinkan untuk melaksanakannya di semester Juli mendatang. Saya harap pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini,” ucapnya.

Ashabul Yamin, salah seorang siswa MAN 2 Padang mengaku kurang setuju dengan rencana sekolah lima hari tersebut.

“Kalau sekolah 5 hari seminggu otomatis pelajaran yang hari Sabtu dipindahkan ke hari lain. Akibatnya dalam satu hari itu, waktu kami menjadi lebih banyak tersita untuk belajar. Dan durasi belajar untuk setiap mata pelajaran jadi dikurangi. Sehingga dalam belajar cenderung tergesa-gesa. Menurut saya, kebijakan ini dipertimbangkan kembali,” akunya. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Kantor Kemenag Padang maupun Kepala Bidang Madrasah belum bisa dihubungi. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co