Senin, 25 September 2017, 04:18:56 WIB

Zakat Fitrah Rp24 Ribu-Rp40 Ribu

17 June 2017 11:32:00 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 82 kali

Mendekati Lebaran 1438 H, sejumlah masjid dan mushala di Padang mulai menerima pembayaran zakat fitrah dari umat Islam. Besaran zakat fitrah berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu per orang.

Sekretaris Mushala Jamiatul Khairat, Bungus, Yassir Rizki kepada Padang Ekspres mengatakan, penerimaan zakat fitrah di mushala tersebut telah dimulai 15 hari yang lalu. “Untuk besaran zakat fitrah berkisar Rp 24 ribu hingga Rp 30 ribu. Tapi kebanyakan warga sekitar mushala ini membayar Rp 25 ribu,” terangnya.

Begitu juga di Masjid Taqwa Muhammadiyah. Panitia pengumpul zakat fitrah, Solsafad mengaku telah mulai menerima pembayaran zakat fitrah sejak Senin (12/6) lalu dengan menerima pembayaran zakat dari orang-orang yang ada di sekitar Pasar Raya Padang.

“Besaran zakat fitrah yang diterima yakni Rp 30 ribu dan Rp 35 ribu. Kita mengambil kesepakatan bersama warga sekitar Pasar Raya Padang ini biasanya memakan beras Solok biasa dan beras Solok super,” terangnya kepada Padang Ekspres, Rabu (14/6).

Zakat fitrah tersebut nantinya akan diberikan kepada warga yang membutuhkan dengan harapan mereka bisa memenuhi kebutuhan untuk Lebaran Idul Fitri.

Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Baznas Kota Padang, Siril Firdaus menjelaskan, waktu pelaksanaan zakat fitrah dibagi menjadi 5 kelompok waktu wajib yakni pertama waktu Jawaz. Yaitu waktu awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib. 

Lalu waktu Fadhilah yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum shalat Hari Raya Idul Fitri. Kemudian waktu Makruh setelah shalat Hari Raya sampai menjelang tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawal kecuali jika ada udzur seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh. 

Terakhir waktu Haram yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawal kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada di tempat tersebut atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram.

Sedangkan, untuk pembayaran zakat fitrah dimulai pada waktu dari awal sampai khatib Idul Fitri naik mimbar. “Sebaiknya malam takbiran sudah selesai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Padang (MUI), Duski Samad, mengatakan, pembayaran zakat fitrah itu wajib bagi seseorang yang masih bernyawa, Islam dan mampu. Karena zakat fitrah itu sebagai bentuk pajak diri yang harus dibayarkan dan juga bentuk syukur terhadap diri sendiri yang telah mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupannya sehari- hari.

Pembayaran zakat itu juga telah ditentukan sesuai kemampuan masing-masing dan wilayah tempat tinggalnya. “Kalau beras yang dimakannya beras anak daro super Rp 35 ribu, zakatnya senilai itu,” tuturnya.

Duski juga menjelaskan, tujuan membayar zakat fitrah adalah untuk meringankan beban orang-orang yang membutuhkan terutama orang-orang sekitar lingkungan tempat tinggal. “Misalnya untuk kebutuhan makan, melalui zakat fitrah yang diberikan tersebut ia bisa belikan bahan-bahan makanan,” terangnya.

Sedangkan syarat yang diwajibkan membayar zakat fitrah ialah bernyawa, beragama Islam dan mampu, begitu juga untuk bayi yang baru dilahirkan ke dunia pada saat sebelum khatib naik mimbar. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co