Jumat, 28 July 2017, 05:49:47 WIB

Mengintip Aktivitas PBM di SMPN 3 Solsel

17 June 2017 11:35:24 WIB - Sumber : Arditono - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 85 kali

Dulu Favorit, Kini Berjuang  jadi yang Terbaik 

SMPN 3 Solsel terus berupaya mengembalikan lagi  kejayaan masa lalunya sebagai sekolah unggulan. Salah satunya, dengan kembali mengukir prestasi di bidang akademik dan ekstrakurikuler. 

Jumat, (9/6) sekitar pukul 10.30, aktivitas proses belajar mengajar (PBM) di SMPN 3 Solsel tak terlihat terlalu mencolok. Bahkan sebagian besar siswa sudah meninggalkan kelas untuk mengikuti siraman rohani dari diberikan ustad yang didatangkan pihak sekolah. Sebagian lagi, ada juga yang berdiri di gerbang sekolah untuk pulang ke rumah  masing- masing.

SMPN 3 Solsel berdiri tahun 1978 di tanah seluas 10.410 meter persegi. Dulunya, sekolah ini menjadi satu- satunya SMP yang diminati masyarakat atau termasuk sekolah favorit di tingkat SMP. 

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, prestasi mereka jeblok di hasil ujian nasional (UN). Bahkan, peringkat SMPN 3 Solsel jauh di bawah SMPN 18 Solsel yang menduduki peringkat pertama terbaik hasil UN SMP. Padahal SMPN 18 Solsel berada di daerah terisolir .

“Kami memilih bersekolah di sini, karena mutunya bagus. Dan untuk bisa bersekolah di sini pun harus bersaing dengan siswa lainnya. Sekolah ini termasuk sekolah favorit bagi masyarakat pusat kabupaten. Namun sekarang tidak lagi. Mudah-mudahan kepsek baru bisa membawa perubahan,” ujar Weno Raka Siwi,15, salah seorang murid SMPN 3 Solsel saat ditemui Padang Ekspres di gerbang sekolah.

Kepala SMPN 3 Solsel, Idris mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Idris ingin sekolah yang dipimpinannya kembali menjadi sekolah unggulan, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. 

Dia berjanji bakal membangkitkan marwah SMPN 3 Solsel dengan segudang prestasi, baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler. Sehingga sekolah yang dicanangkan sebagai sekolah unggul itu, betul-betul sesuai dengan gelar keunggulan yang dimiliki.

“Tahun 2011, Dinas Pendidikan menunjuk sekolah kami sebagai penyelenggara kelas olahraga di Solsel. Kemudian tahun 2013, tercatat sebagai sekolah unggulan tingkat SMP di Solsel. Saya akan berupaya membuat nama SMPN 3 Solsel kembali berkibar,” ujarnya.

Saat ini, jumlah siswa di  SMPN 3 Solsel 424 orang. Terdiri dari  214 laki-laki dan 210 perempuan dengan 16 rombongan belajar (rombel).  Idris sendiri merupakan kepsek  yang ke-12. Sementara guru ada 35 orang, terdiri dari 24 PNS, 5 guru tambahan jam sertifikasi, 6 guru honorer serta 10 orang tenaga tata usaha.

“Selama Ramadhan, para siswa lebih difokuskan mengikuti  pesantren Ramadhan di samping belajar seperti biasa. Pihak sekolah juga mendatangkan penceramah dari luar  untuk membentuk watak dan karakter siswa ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Belakangan, prestasi SMPN 3 cukup membanggakan. Sebut saja, misalnya pada tahun 2016, mereka juara I kejuaraan bola voli putri di  Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten, juara I renang putra, juara I karate putri, juara I lompat jauh dan juara II cabang lari 60 meter. 

Selain itu  juga juara I  story telling (mendongeng)  pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasiona (FLS2N) tingkat kabupaten,  juara II seni tari  dan desain poster. Juara III  musik tradisional, vocal group, seni karya, cipta cerpen, seni lukis dan membatik. “Bahkan untuk cabang lari 100 meter, sekolah kami juara I tingkat provinsi dan mewakili Sumbar ke Nasional,” beber Idris.

Sementara pada lomba FLS2N tingkat kabupaten tahun 2017, mereka hanya mampu meraih juara III cabang debat Bahasa Indonesia dan Juara III tari kreasi.  Sedangkan lomba O2SN, hanya cabang olahraga karate yang dapat diraih, itupun hanya juara II.

“Kedepannya, kami lebih fokuskan prestasi siswa. Baik bidang akademik mata pelajaran maupun ektrakurikuler lainnya. Potensi dan bakat siswa akan lebih kami perhatikan untuk pencapaian mutu pendidikan ke arah yang lebih baik,” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solsel, Zulkarnaini mengatakan, untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah di Solsel, pihaknya melakukan sejumlah rotasi dan mutasi kepala sekolah, tak terkecuali untuk SMP N 3. 

Dengan rotasi dan memutasi itu diharapkan ada penyegaran di sekolah. Kepsek yang baru diharapkan betul-betul dapat memberikan perubahan terhadap pendidikan yang bermutu di sekolah yang dipimpinnya.

“Dulu, sewaktu saya jadi Kepala SMPN 3 ini, kami selalu menjadi sekolah kebanggaan. Tapi, tahun ini sekolah pusat ibukota ini, mengalami penurunan prestasi. Justru itu, saya minta kepsek yang baru dapat memacu kualitas dan kuantitas pendidikan,”  sebutnya.

Zulkarnaini mengaku merasa malu, Pemkab Solsel masih bertahan di peringkat 18  dari 19 kota dan kabupaten di Sumbar terhadap nilai hasil UN SMP. Setelah pembaharuan kepsek dilakukan, pihaknya akan memberikan pembinaan dan penyegaran pada guru-guru SMP di daerah ini.

“Untuk target 10 besar, kami belum dapat memastikan di tahun 2018. Sebelum, dilakukan pembinaan dan penyegaran guru-guru. Di samping  meningkatkan wawasan sebagai pendidik,”  tukasnya. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co