Selasa, 26 September 2017, 23:16:05 WIB

Perbaikan Irigasi Panti- Rao Mulai Dikebut

17 June 2017 11:44:59 WIB - Sumber : Gusti Ayu Gayatri - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 96 kali

Harapan petani Nagari Bahagia, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten  Pasaman agar intake bendungan Panti- Rao  yang sudah rusak sejak tiga bulan ini segera diperbaiki, akhirnya terwujud. Balai Wilayah Sungai (BWS) V mulai memperbaiki irigasi yang telah lama jebol tersebut. Dalam waktu tiga hari ini, perbaikan intake irigasi akan selesai dilakukan.

“Setelah mendapatkan informasi  terkait kerusakan intake bendungan yang diklaim sebagai kewenangan provinsi,  tim kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan dampak kerusakan irigasi tersebut,” ujar Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar Rifda Suriani kepada Padang Ekspres, kemarin.

Setelah tim melakukan pengecekan di lapangan, ternyata irigasi Panti- Rao memiliki  luas 8.300 ha.  Jadi  irigasi itu  kewenangan pusat yaitu BWS V. Untuk pemeliharaan jaringan baru di tugas perbantukan  ke provinsi . Untuk kerusakan yang membutuhkan rehabilitasi  ada di BWS. “Dalam dua atau tiga hari ini, perbaikan  irigasi tersebut  sudah tuntas dilakukan BWS V,” ucapnya.

Kabid Irigasi dan Pengairan Pasaman, Bujang menyebutkan, saluran intake bendungan yang rusak di Tanjungaro, Nagari Bahagia, Kecamatan Padanggelugur sudah diperbaiki. “Perbaikannya sudah dilakukan selama tiga hari ini. Semoga setelah diperbaiki, hasilnya dapat dinikmati petani,” ujarnya.

Bagian Tugas Pembantu Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Panti-Rao yang diperbantukan PSDA Sumbar, Nurmansyah,  menyebutkan, rusaknya saluran bendungan Tanjungaro II yang dikerjakan oleh PT Era Bangun Sarana sejak Januari 2016 lalu telah disampaikan pada pihak pemenang tender proyek tersebut.

“Kontraktor PT  Era Bangun Sarana sebelumya berjanji akan memperbaiki kerusakan saluran bendungan di Tanjungaro. Sekarang kerusakan bangunan itu sudah diperbaiki dan masih dalam masa pengerjaan. PT Era Bangun Sarana merupakan rekanan BWS V,” katanya. 

Kemungkinan masa perbaikannya dilakukan selama seminggu, sehingga. petani dapat bercocok tanam kembali. “Petani pada musim ini bisa bercocok tanam kembali dan ratusan hektare  sawah di daerah itu tidak terancam gagal tanam lagi,” sebut Nurmansyah.

Anggota DPRD Provinsi Sumbar Dapil Pasaman, Sabar As menyebutkan, telah meninjau kerusakan saluran bendungan Batang Rambah Sinonoan-Tanjung Aro II, pada Minggu ( 29/5).  Melihat kondisi kerusakan tersebut, efeknya sangat berdampak sekali terhadap usaha pertanian masyarakat di daerah itu.

Menyikapi hal tersebut, kata Sabar, pihaknya terus berkoordinasi dengan provinsi khususnya dinas terkait, agar perbaikan bendungan yang rusak tersebut segera diperbaiki. “Saat ini, kami sudah menerima pesan dari masyarakat bahwa bendungan saluran yang rusak tersebut sudah diperbaiki dan masih berlangsung dalam tahap pengerjaan,” ujarnya.

“Semoga perbaikan itu cepat selesai sehingga masyarakat petani bisa bercocok tanam kembali. Kemajuan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” lanjut Sabar. 

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan petani di Nagari Bahagia, Kecamatan Padanggelugur menyesalkan lambannya respons Pemkab Pasaman memperbaiki saluran irigasi yang sudah tiga bulan rusak. Jika tak juga diperbaiki dalam dua minggu ini, pada musim tanam tahun ini, petani tak bisa bercocok tanam.  

“Sudah tiga bulan saluran intake bendungan rusak parah dan tak satu tetes pun air  lewat di saluran intake tersebut. Namun hingga kini, Pemkab belum melakukan perbaikan. Padahal,  intake bendungan itu saluran utama yang mengairi ratusan hektare sawah warga,” kata Firman, 47, warga Pagarantobing.

Ia mengatakan bagaimana target pemerintah daerah dalam mencapai swasembada pangan bisa terwujud, sementara saluran yang rusak sedikit saja tidak bisa diatasi Pemkab Pasaman.

“Sebagian petani di daerah itu sudah sempat menyemai benih padi dan sudah ada berumur 2 sampai 3 minggu. Hingga sekarang, pertumbuhan benih tidak bagus karena tidak ada air. Bila umur 4 minggu, benih padi yang sudah disemai tidak ditanam, maka benih itu tidak akan bisa digunakan. Karena benihnya sudah tua. Jika dipaksakan untuk menanamnya. Maka hasilnya tidak akan bagus,” keluhnya. 

Bahkan, sebagian petani sudah sempat mengolah pertama dengan handtraktor. Namun, untuk pengolahan yang kedua tidak bisa lagi karena air tidak ada.  “Sementara, benih padi sudah saatnya ditanam dalam minggu ini,” ungkapnya.

Kabid Irigasi dan Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Pasaman, Bujang menyebutkan, saluran intake bendungan yang rusak tersebut berada pada Batang Rambah, dan Batang Rambah tersebut wewenang dari provinsi.

“Kondisi saluran intake bendungan tersebut memang sudah parah dan darurat.  Keadaan rusak seperti itu  memang perlu menjadi perhatian khusus dan pengkajian yang mendalam bagi Pemprov. Apalagi, peristiwa yang demikian demi kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat petani,” katanya. (*) 

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co