Senin, 25 September 2017, 04:21:18 WIB

Jalan Kambang-Muarolabuh Tinggal 16 KM Lagi

19 June 2017 10:42:17 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 33 kali

Leonardy: Siap Kawal dari Pusat 

Harapan masyarakat Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan akan terwujudnya jalan tembus Kambang, Pessel-Muarolabuah, Solsel nampaknya masih sebatas pengharapan. Pasalnya, rencana ini tersandung izin pemanfaatan hutan lindung.

Sudah berkali-kali pemilu, namun perkembangan jalan tersebut masih jauh dari harapan. Hal itu terungkap ketika tim Safari Ramadhan DPRD Sumbar dan anggota DPD RI Leonardy Harmainy mendatangi Masjid Nurul Haq, Nagari Ampiangparak, Kecamatan Sutera, Sabtu (17/6).

Camat Sutera Fachruddin meyampaikan, kecamatan ini berpenduduk 59 ribu jiwa. Gabungan dari tiga nagari, yakni Nagari Surantih, Taratak dan Ampiakparak. Mayoritas penduduk di kecamatan ini hidup sebagai nelayan dan bercocok tanam. Hasil dari laut dan tanaman itu, susah dipasarkan ke kabupaten lain karena terkendala akses jalan yang sulit.

Menurut Fachruddin, dengan dibukanya jalan tembus Kambang-Muarolabuah akan membuat pemasaran hasil laut dan bumi Kecamatan Sutera menjadi mudah.

“Artinya, perekonomian Kecamatan Sutera dan daerah sekitar akan berkembang. Nantinya kedua daerah akan saling memasarkan hasil bumi dari masing-masing daerah dan perekonomian kedua daerah akan bergerak,” jelasnya. 

Namun, jalan tembus Kambang-Muarolabuah yang sudah berpuluh-puluh tahun dirindukan masyarakat Sutera, menurut Fachruddin, masih jauh dari harapan.

“Hal itu terkendala izin pemanfaatan hutan lindung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang melintasi sebagian planning jalan Kambang-Muarolabuah itu,” katanya.

Dengan adanya safari Ramadhan ini, dirinya berharap agar DPRD Sumbar dan Leonardy Harmainy selaku anggota DPD RI menjembatani persoalan ini.

Anggota DPRD Sumbar Saidal Masfiyuddin menjelaskan, akar permasalahan lambannya penyelesaian jalan tembus Kambang-Muarolabuah karena jalan itu berada di kawasan hutan lindung.

“Ujung dari dua sisi jalan itu sudah di bangun, sekarang terbengkalai di bagian tengahnya sekitar 16 kilometer, yang merupakan kawasan hutan lindung TNKS,” ujarnya. 

Dikatakan Saidal, saat ini dirinya menunggu komitmen dari kedua kabupaten untuk duduk bersama menyelesaikan jalan itu. “Dengan sisa 16 kilometer lagi, membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar,” katanya.

Leonardy Harmainy mengungkapkan, bengkalai jalan Kambang-Muaralabuah itu sudah ada sejak dirinya masih menjadi Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009 silam.

“Sudah berpuluh tahun, belum ada inisiatif dari pemangku kebijakan untuk menyelesaikannya, polemik ini akan saya kawal di DPD dan dorong untuk percepatan penyelesaiannya,” ujarnya. 

Disebutkan Leo, permasalahan seperti itu juga pernah terjadi di Panti, Pasaman Barat. “Di Panti itu kiri-kanannya adalah hutang lindung, namun bisa selesai secara cepat jika semua stakeholders duduk bersama dan saling mengesampikan ego sektoral,” katanya. 

Pada safari Ramadhan itu, Leonardy memberikan santunan kepada anak yatim sebesar Rp 3 juta dan sejumlah Al Quran yang diterima langsung oleh ketua pengurus Masjid Nurul Haq Marsihal. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co