Selasa, 26 September 2017, 23:20:17 WIB

Tambal Sulam, Jalinsum jadi tak Nyaman

19 June 2017 10:53:12 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 84 kali

Jalur Lintas Pessel Rawan Longsor 

Memasuki H-7 Lebaran, kondisi sebagian besar ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Dharmasraya masih banyak berlubang. Kondisi tersebut membuat  para pemudik yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman kecewa.

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, jalinsum sepanjang 67 kilometer terlihat dipenuhi lubang kecil dan besar. Hal ini terlihat dari Kecamatan Sei Rumbai sampai perbatasan Murabungo, Jambi. Sedikitnya ada 13 titik jalan rusak.

Sedangkan Jalinsum dari Dharmasraya sampai Solok agak mulus. Cuma saja di Tanjunggadang Kabupaten Sijunjung, ada beberapa titik jalan parah yakni Muaralinggae, Tanjunglolo, Kiliranjao serta perbatasan Sijunjung dengan Dharmasraya. 

Salah seorang pemudik Yudi Permana,35, asal Lampung menyebutkan, kondisi ruas jalan yang dilewati pemudik tahun ini tak semulus tahun lalu. Tahun ini, di beberapa titik terlihat lubang yang sudah ditambal dengan pasir dan kerikil. Cuma saja, saat hujan, pasir dan kerikil itu kembali keluar dari lubang. Apalagi penambalan yang dilakukan tidak menyeluruh. 

“Saya heran, jarak lubang yang satu dengan lubang lain tidak jauh. Tetapi satu ditambal dan satu lagi tidak,” kata Yudi.

Pemudik dari Bogor, Wandi  juga mengaku kecewa dengan rusaknya jalan lintas di Sumbar. Tahun lalu, setiap pulang kampung  lewat jalur darat, jalan sudah diperbaiki namun tahun ini jalinsum banyak lubang. “Meskipun sudah ditambal pakai sirtu, namun tetap saja tak menyelesaikan permasalahan,” ujarnya.

Perantau Minang tersebut berharap, agar tahun-tahun berikutnya hal itu tidak terulang lagi. “Buruknya jalan di Sumbar akan menjadi perbincangan di rantau,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dharmasraya, Bobby, mengatakan, untuk antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan, ia akan memasang spanduk pemberitahuan bahwa kondisi Jalinsum rusak atau banyak lubang. “Hanya itu, upaya yang dapat saya lakukan selaku Kepala Dishub. Perbaikan jalan kewenangan PU,” ucap Alumni STPDN ini.

Ia minta agar pengguna Jalinsum untuk dapat berhati- hati dan mengatur kecepatan. Begitu pula keluarga di kampung, diharapkan dapat memberi informasi kepada keluarganya yang akan melintasi Jalinsum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya Junedi Yunus, menuturkan, tidak ada kewenangan kabupaten memperbaikinya. ”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional yang ada di Padang,” ungkapnya.

Diimbau Hati-hati

Di sisi lain, arus mudik kendaraan yang melintas di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) H-7 Lebaran mulai terlihat. Hal tersebut tampak dari meningkatnya intensitas kendaraan di jalan raya.

Namun demikian, para pemudik yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya kondisi cuaca yang tidak menentu serta sering hujan, berpotensi terjadi banjir dan longsor.

Ruas jalan yang cukup rawan adalah batas Pessel dan Kerinci antara Pasar Tapan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan dengan Kerinci Provinsi Jambi. Pada lokasi ini, terdapat sekitar tujuh titik rawan longsor. Selain itu, jalannya juga sempit dan memiliki tikungan yang tajam.

“Arus mudik Lebaran mulai terlihat pada H-7 di jalan lintas barat daerah itu. Tapi kepadatannya belum begitu terlihat, walau demikian kehati-hatian dan kewaspadaan perlu ditingkatkan,” kata Wakil Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar. 

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas akibat longsor, pihaknya sudah menyiagakan satu alat berat di kawasan itu. Tujuannya, bila longsor terjadi maka penanganannya bisa dilakukan secepatnya.

“Keselamatan merupakan hal utama diperhatikan, makanya informasi beberapa titik rawan perlu diingatkan kepada masyarakat pemudik,” ujarnya. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU Pera) Pessel, Era Sukma Munaf menyebutkan, panjang ruas Jalan Tapan-Kerinci yang tergolong rawan longsor itu mencapai 60 kilometer. ”Pada ruas jalan mencapai 60 kilometer itu, kewenangannya ada pada dua provinsi, yakni Sumbar dan Jambi,” ungkapnya. 

Kondisi yang juga tergolong rawan terdapat di ruas Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan hingga batas Pessel dengan Kota Padang. Demikian juga pada ruas jalan Selayang Pandang Luhung, Kecamatan Bayang, ruas Batu Tembak  RCTI Kecamatan IV Jurai, dan ruas Bukit Pulai, Kecamatan Batangkapas. 

“Pada ruas yang saya jelaskan tadi memiliki potensi longsor. Sebab berada sepanjang lereng bukit. Termasuk juga pada ruas Bukit Punai Balaiselasa, dan Bukit Buati di Kecamatan Basa IV Balai Tapan,” terangnya seraya mengatakan pada beberapa titik yang rawan itu, pihaknya menyiagakan satu unit alat berat beserta petugas.

40 Armada Disiagakan di BIM

Terpisah, sebagai moda transportasi darat, PT Blue Bird Indonesia Pool Padang mendukung memberikan layanan transportasi bagi para perantau yang datang ke Sumbar selama Lebaran. Ada 40 unit armada taksi Blue bird yang disiapkan di BIM dalam memasuki musim mudik ini.

“Sebagai transportasi umum, kami siap membantu perantau memberikan pelayanan transportasi untuk berlebaran di kampung halaman,” ucap Branch Manager Blue Bird Pool Padang, Achmad Suhandi disela-sela buka bersama keluarga besar Blue Bird dan anak yatim di Mess Blue Bird Pool Padang,  Sabtu (17/6).

Peningkatan kunjungan itu sudah diprediksi manajemen selama Ramadhan terutama H-7 sampai H+10 Lebaran. Dia memperkirakan terjadi peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen dari hari biasanya.

“Segala kesiapan memberikan pelayanan, pihak manajemen telah mengaturnya. Itu pun mulai terasa saat awal Ramadhan. Sejauh ini armada kami siap untuk mendukung hal demikian,” sebutnya.

Blue Bird siap melayani penempuang ke sejumlah Kabupaten dan Kota yang ada di Sumbar dengan tarif yang sesuai dengan aturan berlaku. “Izin kami seluruh wilyah Sumbar, jadi kami siap antar ke daerah manapun di Sumbar ini,” tegasnya.

Achmad juga mengungkapkan, pihkanya juga telah memberikan kemudahan dalam pemesanan takai Blue Bird dengan menggunakan aplikasi Go-Bluebird.
“Melalui aplikasi tersebut, konsumen dapat memesan secara khusus. Walau sebelumnya mendapatkan taksi Blue Bird dari menu Go-Car,” tutur Achmad. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co