Jumat, 23 June 2017, 07:14:07 WIB

Kinerja Kepala SMP Dievaluasi

19 June 2017 11:06:11 WIB - Sumber : Yoni Syafrizal - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 6 kali

Nilai UN SMP Anjlok

Anjloknya peringkat Ujian Nasional (UN) SMP Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tahun ini menjadi perhatian serius Bupati Pessel Hendrajoni. Bupati akan mengevaluasi kinerja jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk diketahui, nilai UN SMP Pessel tahun ini berada di posisi ke-19 di Sumbar.

“Sebelum para kepala SMP dilantik, mereka berkomitmen akan menaikkan peringkat UN SMP sederajat minimal lima besar tingkat provinsi. Namun komitmen itu gagal. Karena gagal, maka kami akan melakukan evaluasi terhadap kinerja yang sudah dilakukan,” katanya kemarin (16/6) di Painan. 

Pengawas sekolah tingkat kecamatan hingga jajaran Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pendidikan yang berada di setiap kecamatan juga dievaluasi. “Kami masih mengkaji bentuk evaluasi yang akan dilaksanakan, apakah nanti ada mutasi besar-besaran atau tidak, kita lihat saja ke depannya,” ungkapnya.

Dikatakan, pelaksanaan UN SMP di daerah itu tidak ada rekayasa. Sehingga hasil yang didapatkan merupakan yang sebenarnya.  Sebab peringkat satu, dua dan tiga tidak akan ada artinya jika direkayasa. Hasil saat ini, akan dijadi cambuk bagi dunia pendidikan Pessel untuk menuju ke yang lebih baik lagi.

Sebagai kepala daerah pihaknya telah berupaya memberikan dorongan kepada kepala sekolah dan para guru. Hasil yang didapatkan itu jelas menimbulkan kekecewaan. 

Anggota DPRD Pessel, Marwan Anas mengatakan, penyelenggaraan pendidikan berkualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas pula dan itu merupakan tanggung jawab Pemkab.

“Agar kejadian ini tidak terulang di tahun berikutnya, maka Pemkab harus mengevaluasi, mulai tenaga pendidik hingga instansi yang berkaitan langsung dunia pendidikan,” ungkapnya. 

Dia juga menekankan agar Pemkab tidak serta merta mengedepankan hasil dengan membenarkan berbagai cara yang akhirnya dapat mengabaikan proses belajar mengajar sebagaimana mestinya. 

“Bagi saya, jujur merupakan tindakan yang harus dikedepankan dalam dunia pendidikan. Sebab bila itu tidak dikedepankan, bisa berdampak terhadap watak, sikap, dan prilaku peserta didik,” ujarnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co