Selasa, 26 September 2017, 08:52:49 WIB

Penanganan Pungli di MTsN Model Dikebut

19 June 2017 11:30:47 WIB - Sumber : Heru Irawan - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 97 kali

Polresta Padang akan mengebut penanganan kasus pungli di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Gunungpangilun. Menurut Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Daeng Rahman meski sudah memeriksa pelaku dan sejumlah saksi-saksi, pihaknya masih akan memanggil saksi lainnya.

“Kalau nanti semuanya sudah di BAP (Berita Acara Perkara) berkasnya akan diserahkan ke kejaksaan, apakah berkasnya lengkap atau ada yang kurang,” ujar Daeng. 

Dikatakannya, kemungkinan dua pekan lagi berkasnya akan diserahkan ke kejaksaan. “Kedua tersangka, Chandra Karim (kepala MTsN Model Gunungpangilun Padang) dan Rahmi Jandras (wakil kepala bidang humas MTsN Model Gunungpangilun Padang) masih berada di sel tahanan Polresta Padang. Mereka dalam kondisi baik dan aman,” sebutnya.

Sebagaimana diberitakan Padang Ekspres Selasa (13/6), Tim Saber Pungli Kota Padang menangkap tangan kepala sekolah dan wakil kepala bidang humas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Gunungpangilun Senin (12/6).

Penangkapan kedua tersangka, berawal ketika adanya informasi dari masyarakat tentang pungli yang dilakukan oknum pihak MTsN Model Gunungpangilun. Setelah itu Tim Saber Pungli Polresta Padang melakukan penyelidikan.

Setelah memastikan adanya dugaan pungli yang dilakukan kedua oknum terkait penerimaan siswa baru, Tim Saber Pungli Kota Padang langsung bergerak.

Senin (12/6), sekitar pukul 11.30 akhirnyan dilakukan penangkapan terhadap Chandra. Dia tertangkap tangan sedang melakukan pungli terhadap wali murid yang mendaftarkan anaknya di sekolah yang dipimpinya itu.

Kemudian dilakukan penggeledahan di ruang kepala sekolah tersebut dan ditemukan uang tunai sebesar Rp 4.488.000. Uang tersebut diduga hasil pungli.

Setelah dilakukan interogasi terhadap Chandra, terungkap bahwa dia tidak bekerja sendiri, tapi bekerja sama dengan Rahmi. Polisi pun langsung bergerak. Tak jauh dari ruang kepala sekolah, polisi menangkap Rahmi dengan barang bukti yang ada di laci mejanya uang Rp 14.000.000 dan rapor murid SD calon siswa MTsN itu.

Menurut Chairul Aziz, kedua pelaku mempunyai peran masing-masing. Kepala sekolah berperan sebagai eksekutor yang meminta langsung kepada wali murid yang anaknya mau masuk MTsN Model Gunungpangilun. Sedangkan Rahmi sebagai penerima uang dan disimpan di dalam lemarinya.

“Dua tersangka tersebut ditangkap karena mencoba meminta uang kepada wali murid yang akan masuk MTsN Model Gunungpanggilun tersebut. Dari informasi itulah kami menangkap kedua tersangka. Mereka akan dijerat dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 374 dan pasal 372 KUHP, dengan ancaman penjara paling rendah 3 tahun dan paling lama 15 tahun, dengan denda paling banyak Rp 750.000.000,” ujarnya, sebagaiman diberitakan Padang Ekspres Rabu (14/6).

Sementara itu Ketua Tim Saber Pungli Kota Padang AKBP Tomi Bambang Irawan yang juga Wakapolresta Padang mengatakan, dari keterangan saksi-saksi, kedua tersangka meminta uang secara terang-terangan kepada wali murid yang akan memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.

Dia menambahkan, dari keterangan saksi-saksi juga didapatkan informasi bahwa sekolah tersebut rencana akan menerima 80 orang siswa lewat jalur pintas (menyogok). Namun saat ini baru diterima sekitar 50 orang.

“Kami mengimbau kalau mau selamat tinggalkan pungli. Kami mengimbau masyarakat Kota Padang kalau ditemukan pungli di wilayah masing-masing, silakan hubungi kami. Identitas anda akan kami rahasiakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Daeng Rahman kemarin menyebut, untuk Kota Padang sudah tiga kasus pungli yang sudah diungkap.

Satu sudah dilimpahkan ke kejaksaan tinggal diadili di Pengadilan Negeri Padang dan satu lagi sudah menjalani hukuman. Dan pihaknya masih berupaya mencari para pelaku-pelaku pungli baik itu pegawai swasta maupun pengawai negeri sipil. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co