Sabtu, 25 November 2017, 01:37:22 WIB

Penurunan Angkutan Barang tak Signifikan

01 July 2017 10:49:45 WIB - Sumber : Arzil - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 2351 kali

Diperkirakan, Senin Truk Beroperasi Normal

Indonesian National Shipowners Association (INSA) Cabang Padang mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang membatasi operasional mobil barang di masa mudik hingga balik Lebaran. Kebijakan ini diyakini dapat mengurangi tingkat kepadatan pada jalur utama yang biasa dilalui pemudik. 

”Kendati begitu pihak INSA menginginkan aktivitas angkutan barang di Sumbar bisa beroperasi lagi minimal H+3 atau H+4 pasca-Lebaran,” ungkap Ketua INSA Padang, Dodi Andrius ketika dihubungi Padang Ekspres, kemarin. 

Memang, kata Dodi, jelang masuk Lebaran Kemenhub sebelumnya telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan dan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan tahun 2017, terkait pembatasan operasional ketiga jenis mobil barang tersebut. Diberlakukan mulai 21 Juni atau H-4 Lebaran pukul 00.00, sampai 29 Juni atau H+3 Lebaran pukul 24.00.

Pembatasan operasional mobil barang pada masa mudik Lebaran 2017 itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 tentang Pengaturan Lalu Lintas melalui Pembatasan Operasional Kendaraan Bermotor yang diterbitkan pada 16 Mei 2017. 

Dijabarkan lebih rinci melalui Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat SK 2717/AJ.201/DRJD/2017 yang diterbitkan pada 31 Mei 2017. “Seiring dengan peraturan Kemenhub itu, angkutan barang tidak lagi jalan. Termasuk truk yang memuat batubara dan barang lainnya yang akan diangkut oleh kapal di pelabuhan Teluk Bayar. Otomatis aktivitasnya jadi menurun,” tutur Dodi. 

Meski terjadi penurunan jumlah, Dodi mengaku jumlahnya tidak signifikan, karena pemilik truk atau barang yang akan diangkut kapal sudah mengantisipasinya. 

Misalnya, memperbanyak volume pengiriman atau menstok batubara atau barang lainnya sebelum dibawa ke kapal. ”Begitu juga dengan kapal me-reschedule ulang waktu keberangkatan atau pelayanannya guna menghindari lamanya waktu tunggu,” papar Dodi.  

Terpisah,  Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Syukur menyebutkan, dalam aturan Kemenhub kembali beroperasinya angkutan barang yakni H+3 Lebaran.  Namun ada imbauan dari anggota Kadin Pusat agar angkutan barang itu beroperasi H+7 yang tujuannya untuk menghindari kemacetan di jalan,  sebab pada H+3 itu bertepatan dengan arus balik Lebaran. 

”Hemat saya imbauan itu cukup baik,  tapi itu kan bersifat imbauan, tergantung kita menyikapinya. Namun dari pengamatan saya, sudah ada juga angkatan barang yang beroperasi H+3 Lebaran,” kata Budi.  

Terkait imbauan bagi angkutan barang agar beroperasi H+7 Lebaran, menurut Budi,  sebaiknya disesuaikan kondisi daerah masing-masing.  “Pasalnya, pergerakan ekonomi dari aktivitas angkutan barang suatu daerah berbeda-beda,” kata Budi.   
 
Di pihak lain, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumbar, Ramal Saleh menyebutkan imbauan Kemenhub itu agar tidak terjadi kembali macet parah pada saat arus balik. Sejalan dengan bertambahnya volume kendaraan di jalan dengan bertemunya antara pemudik. 

“Walau begitu, saya melihat hingga kemarin (Kamis, red) belum ada kenaikan aktivitas kendaraan angkutan barang yang terjadi, karena semua perusahaan masih libur. Senin diperkirakan mulai kerja,” kata Ramal Saleh. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co