Sabtu, 25 November 2017, 01:29:34 WIB

Arab Saudi Perpanjang Tenggat Waktu untuk Qatar Jadi 48 Jam

03 July 2017 12:17:05 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 2110 kali

Arab Saudi dan negara sekutunya telah memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu bagi Qatar selama 48 jam untuk menerima daftar tuntutan guna mencabut blokade. Diberitakan AFP, dengan tenggat waktu yang berakhir pada Minggu (2/6) tengah malam, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sepakat memberikan Doha perpanjangan waktu untuk merespon secara positif permintaan mereka.

Menurut kantor berita resmi Arab Saudi SPA, langkah tersebut muncul setelah datang permintaan dari Emir Kuwait yang juga berperan sebagai mediator dalam krisis di Negara-negara Teluk itu. Pemerintah Kuwait telah meminta perpanjangan tenggat waktu untuk Qatar menyusul pengumuman Doha bahwa negara itu menunggu tanggapan dari sang Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah.

Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir pada 5 Juni lalu mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan tetangga negara Teluk mereka itu. Pemutusan ini menyebabkan krisis diplomatik terburuk yang pernah melanda kawasan ini selama beberapa dekade terakhir.

Saudi dan sekutunya menuduh Qatar mendukung ekstremisme serta terlalu dekat dengan Iran. Qatar sendiri telah membantah isu tersebut. Pada 22 Juni lalu, pihak Saudi dan sekutunya mengajukan 13 permintaan dan memberi Doha waktu 10 hari untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Di antara permintaan tersebut adalah mengakhiri dukungan Doha untuk organisasi Ikhwanul Muslimin, penutupan televisi Al-Jazeera, penurunan hubungan diplomatik dengan Iran, dan penurupan sebuah pangkalan militer Turki yang berbasis di negara tersebut. Ke-empat negara tersebut mengindikasikan dalam pernyataan mereka bahwa Saudi dan sekutunya akan mempelajari serta mengkaji tanggapan Qatar sebelum menyampaikan jawaban mereka sendiri kepada Kuwait.

Doha sejauh ini mengindikasikan pihaknya menolak memenuhi tuntutan tersebut. "Daftar tuntutan itu dibuat untuk ditolak," kata Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani. "Negara Qatar...menolaknya sebagai sebuah prinsip," katanya menambahkan. "Kami bersedia terlibat dalam memberikan kondisi yang tepat untuk dialog lebih lanjut," 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co