Jumat, 20 October 2017, 06:51:40 WIB

Melihat Sistem Kerja UPTD Metrologi Padang

09 April 2017 12:10 WIB - Sumber : Ade Nidya Zodittia - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 210 kali

Sekali Setahun SPBU Harus Tera Ulang

Tera takaran bahan bakar minyak (BBM) yang keluar dari nozzle adalah sebuah prosedur wajib bagi setiap SPBU Pertamina yang berlabel Pasti Pas!. Hal ini 
berkaitan dengan kepentingan konsumen untuk memperoleh jumlah liter BBM sesuai dibayar. Instansi yang berwenang untuk mengesahkan takaran ini adalah UPTD Metrologi di bawah Dinas Perdagangan. Bagaimana sistem kerja UPTD ini?

Sebuah gedung bertingkat dua di ruas Jalan Bypass tampak ramai. Hal itu terlihat dari deretan motor dan mobil terpakir di samping dan depan gedung.

Gedung bercat putih itu adalah kantor Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Kota Padang. UPTD ini bertugas mengelola alat ukur standar, cap tanda tera dan sarana kemetrologian lainnya.

Kemudian, juga menera ulang dan kalibrasi alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Salah satu objek kerjanya, SPBU. Awal tahun 2017, terdapat tiga SPBU di Kota Padang yang nozzle pompa  disegel.

”Setiap SPBU dalam kurun waktu satu tahun mendaftarkan ulang semua pompa BBM ke Balai Metrologi untuk ditera ulang. Petugas Metrologi akan datang dan melakukan pemeriksaan dan tera atau kalibrasi pada pompa BBM di SPBU,” kata Kepala Tata Usaha Metrologi, Muhammad Faisal, kepada Padang Ekspres, di kantornya, Kamis (6/4).

Faisal mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat berbentuk tabung yang terbuat dari baja antikarat berwarna silver. Pada bejana ukur standar tersebut, terdapat angka -200 hingga 200 mililiter. 

“Pengujian itu ada plus minusnya. Untuk Metrologi sendiri, ada batas toleransi. Misalnya apabila kita lakukan pengecekan untuk minyak 20 liter. Setelah minyak yang dimasukkan ke dalam bejana ukur standar, harusnya tanda yang diberikan itu terletak pada angka 0, namun apabila lewat atau kurang dari angka 0 itu sedikit, tidak masalah. Batasnya itu -100 mililiter dan 100 mililiter. Lewat dari itu, baru kita segel. Namun penyegelan terjadi setelah tiga kali pengecekan,” tutur Faisal.

Selain itu, pengecekan terhadap mesin juga dilakukan. Apakah ada alat yang sudah melebihi masa batas penggunaan. Untuk pencabutan segel dilakukan apabila kesalahan terhadap nozzle atau alat yang sudah melebihi batas diperbaiki dan diganti. 

“Untuk masa tenggat tidak ada, tergantung pihak SPBU mau memperbaikinya cepat atau lambat,” kata lelaki berjanggut itu. 

Menurut undang-undang atau Metrologi Legal, toleransi yang diperbolehkan untuk setiap 20 liter adalah maksimal kekurangannya 100 ml. Biasanya ini disebut sebagai nilai toleransi kesalahan alat.

Jadi artinya jika kita membeli BBM sebanyak 20 liter maka maksimal kekurangannya tidak boleh lebih dari 100 ml atau jika kita membeli sejumlah 10 liter maka kekurangannya tidak boleh lebih dari 50 ml.

Untuk peneraan ulang dilakukan satu kali setahun oleh UPTD Metrologi Kota Padang. Sejauh ini belum adanya MoU dengan daerah lain. “Baru ingin melakukan MoU,” ucap lelaki yang baru menjabat selama tiga bulan sebagai Kepala Tata Usaha UPTD Metrologi. 

Untuk membuat MoU, harus melewati beberapa tahap. Yakni adanya surat dari Dinas Perdagangan (Disdag), lalu mendapatkan izin dari Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I (BSML) Medan, setelah itu baru dilanjutkan ke UPTD Metrologi Kota Padang.

Faisal mengatakan saat ini tercatat 10 orang tenaga ahli. Tujuh di antaranya baru masuk 1 April 2017. Untuk pendidikan, semua tenaga ahli harus lulus dari Pusat Pelatihan Sumber Daya Kemetrologian (PPSDK) di Bandung. Waktu pelatihan delapan hingga lima bulan. 

“Sebenarnya ada 11 tenaga ahli, namun satu lagi baru akan melakukan pendidikan. Sedangkan saya sudah dari tahun 2015 menjadi tenaga ahli,” tambahnya

Selama menekuni pekerjaaan ini, Faisal mengatakan tak pernah mengalami penyogokan saat melakukan pengecekan SPBU “Tidak pernah, apabila ada tidak akan saya terima. Karena itu dilarang keras,”, pungkasnya. (cr20)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co