Jumat, 20 October 2017, 06:46:56 WIB

Lapangan Kerja Semakin Terbatas

07 May 2017 10:55:45 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 100 kali

Jenjang Pendidikan Pengaruhi Kesempatan Kerja

Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Selain membekali dengan kompetensi, jenjang pendidikan juga mempengaruhi. Meskipun demikian, tak ada jaminan dengan tingginya pendidikan, pekerjaan akan datang sendiri.

Data yang diperoleh Padang Ekspres dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar, jumlah pencari kerja (pencaker) pada tahun 2015 sebanyak 74.769 orang. Terdiri dari tingkat SLTA sebanyak 38.017 orang, Strata 1 sebanyak 36.366 orang, dan Strata 2 sebanyak 386 orang.

Sedangkan tahun 2016, jumlah pencaker mengalami kenaikan signifikan. Untuk SLTA sebanyak 39.215 orang, strata 1 sebanyak 37.933 orang dan strata dua sebanyak 478 orang. Kasubag Program dan Keuangan Disnakertrans Sumbar Delvi Danus mengatakan usia produktif pencaker dari usia 24 hingga 40 tahun.

“Seseorang dikategorikan pengangguran adalah yang benar-benar tidak bekerja. Sedangkan pencaker dikategorikan untuk orang-orang yang sedang bekerja. Namun masih mencari pekerjaan yang lebih baik,” ucapnya saat ditemui Padang Ekspres di kantornya

Data yang diperoleh dari Disnakertrans ini terus dilakukan pembaharuan. Yakni dilakukan dua kali pencatatan dalam setahun. Yaitu pada bulan Februari dan bulan Agustus. Sehingga untuk tahun 2017, data tersebut belum selesai direkap.

Menurut Sesi Informasi Pasar Kerja (IPK) dan Penepatan Disnakertrans Lismaneti mengatakan pembaruan data terjadi karena adanya penghapusan. “Apabila seseorang tidak memperpanjang masa aktif kartu Depnaker yang dimiliki selama 6 bulan hingga 2 tahun, dianggap sudah bekerja. Sehingga data pencaker dapat berubah setiap tahunnya,” ucap wanita berkacamata itu saat menunjukkan data

Solusi untuk menekan angka pengangguran diberikan , tambah Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans, Zudarmi, dinas menyiapkan atau melatih dengan menyediakan balai latihan kerja.

Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara memasuki dunia kerja. Termasuk sosialisasi ke sekolah menengah kejuruan dan mengusahakan pelaksanaan serta mengiring bagi pencaker yang mau bekerja ke luar negeri.

“Untuk bekerja ke luar negeri, pencaker dilatih dan dibimbing oleh badan penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia (BP2TKI). Kemudian melakukan pembimbingan jabatan bagi SMK yang akan memasuki dunia kerja,” ucapnya via telepon kepada Padang Ekspres.

Sementara, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar, di tahun 2015 jumlah pengangguran terbuka menurut pendidikan tertinggi  tahun 2015, Tidak/belum pernah sekolah dan Tidak /Belum Tamat SD sebanyak 12 512, tamat SD sebanyak 13 919, tamat SLTP sebanyak  59 778, lalu tamat SLTA Umum sebanyak 31 782, tamat SLTA Kejuruan sebanyak  8 517, Diploma I,II,III/Akademi sebanyak 12.512, Universitas (S1,S2, S3) sebanyak 12.512, total 151.532. Sedangkan untuk data pada tahun 2016 belum direkap.

Lalu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Mereka dikelompokan sebagai menjadi mereka yang tak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan.

Mereka yang tak punya pekerjaan dan mempersiapkan usaha, mereka yang tak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan serta mereka yang sudah punya pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja. 

Bagian Pelayanan Data BPS Sumbar Irwansyah mengatakan BPS tidak berwenang dalam memberikan solusi terhadap jumlah pencaker yang terus bertambah tiap tahunnya. Hal tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat

“BPS hanya bertugas mendata dan mensurvei di lapangan. Sehingga tugas dalam memberikan solusi di luar kewenangan BPS,” katanya.

Makin menyempitnya lapangan pekerjaan salah satunya berdampak terjadinya peningkatan jumlah mahasiswa Pascasarjana. ”Makin pesatnya perkembangan dunia pendidikan membuat sebagian orang yang ingin meng-upgrade pendidikannya. Ka rena dilihat makin bertambah dan luasnya ilmu pendidikan seiring dengan kemajuan teknologi. Yang semakin mempermudah seseorang untuk bisa memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tanpa batas,” tutur Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP), Nurhizrah Gustiati.

Untuk ilmu pendidikan tidak ada batasnya, karena setiap saatnya akan selalu ada pembaruan dalam dunia pendidikan. “Seperti berbagai pengalaman dalam kehidupan ini merupakan ilmu pendidikan yang telah kita pelajari secara tidak langsung. Pasalnya setiap orang diminta untuk menganalis setiap perkara dalam kehidupan yang ia lalui,” katanya.

Begitu juga dengan saat menempuh pendidikan S-2. Setiap peserta didik akan menganalisis setiap teori yang berkaitan dengan materi perkuliahan yang akan dibahas. Melalui diskusi kelompok di depan kelas setiap peserta didik nantinya dituntut untuk lebih aktif.

Direktur Pascasarjana Unand, Rudi Febriamansyah menjelaskan ketersediaan lapangan kerja untuk S-2 sudah banyak. Terutama dari segi tenaga akademik, seperti, dosen, dan peneliti, kemudian dinas di pemerintahan.

“Tren S-2 itu sudah mendunia, hanya kita saja yang terlambat menyadarinya,” terangnya.

Dia menambahkan, tentang prodi yang memiliki banyak peminat, yaitu bidang kesehatan, hal itu di sebabkan karena peluang kerja yang ditawarkan sudah banyak.

Dalam lima tahun belakangan ini, yang buming itu prodi kesehatan. Karena pertumbuhan persoalan dibidang kesehatan sangat banyak, seperti bidan, perawat, dokter dan lain-lain.

“Sehingga ada keterkaitan yang terjalin di bidang tersebut, misal jika jumlah mahasiswa kebidanan banyak, otomatis tenaga akademik yang dibutuhkan juga banyak,” ungkapnya.

“Kebanyakan kuliah sambil bekerja itu lebih banyak ditemui di jurusan sosial. Sedangkan jurusan teknis, seperti teknik sipil, mesin, kimia, biologi dan ilmu eksak, jadwal mereka sangat padat sehingga tidak ada kesempatan untuk bekerja,” terangnya.

Sekretaris Prodi Pascasarjana UIN Imam Bonjol, Alfadli menjelaskan, masing-masing daerah sudah mulai menerima angkatan kerja Pascasarjana. Sehingga peminat S2 yang ada di luar daerah akan lebih memilih kuliah di tempat yang berdekatan dengan tempat tinggalnya.

“Dulu mahasiswa disini berasal dari berbagai daerah di Sumbar, namun karena di Bukittinggi serta Batusangkar sudah membuka peluang S2, mahasiswa yang berdomisili didaerah tersebut akan lebih memilih kuliah disana,” jelasnya.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sumbar, Arsukma Edi menuturkan bahwa ke depannya persaingan pendidikan semakin ketat untuk mengisi peluang kesempatan kerja. “Contohnya saja pekerjaan untuk SMA diisi oleh S-1,” ucapnya.

Lapangan pekerjaan yang terbatas, sehingga kecenderungan untuk meneruskan ke jenjang S-2 lebih diminati. Edi panggilan akrab Arsukma ini menambahkan, kecenderungan lulusan perguruan tinggi mengandalkan peluang untuk bekerja sebagai PNS/perusahaan yang belum mempunyai lulusan S-1 untuk menciptakan lapangan pekerjaan atau bekerja secara mandiri.

Pakar ekonomi dari Unand, Elfindri, menuturkan hal yang serupa. Kecenderungan seseorang melanjutkan ke jenjang S-2, membuat seseorang itu lebih berkopenten untuk bekerja. “Lulusan S-2, ia bisa siap bekerja dari lulusan S-1 atau D-III karena sudah ahli dibidangnya,” katanya.

Selain itu, juga bisa lebih mudah untuk menjadi dosen. Makanya, banyak sekarang setelah tamat S-1 langsung melanjutkan pendidikan ke S-2, bahkan S-3. 

Rektor Unitas Padang, Ediwirman menyebutkan salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran dengan membekali generasi muda dengan kompetensi. Hal ini telah dimulai di Unitas Padang dengan mengadakan berbagai program kewirausahaan.

Konsepnya, tak hanya perkuliahan dikelas saja. Namun mengadakan kuliah umum, workshop, dan lainnya. Orang-orang yang sukses dibidangnya diundang ke kampus untuk member motivasi.

Dia menilai lapangan pekerjaan bisa dibikin. Mahasiswa Unitas diarahkan untuk membuka lapangan pekerjaan setelah tamat. Namun, tak dilarang juga untuk bekerja di perusahaan atau semacamnya. Bekerja dengan pihak lain, tentunya bisa menjadi pengalaman. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co