Jumat, 20 October 2017, 06:50:06 WIB

Melihat Kegiatan Tahfidz Center Darul Hufadz

14 May 2017 11:33:58 WIB - Sumber : Frikel Adila Mender - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 199 kali

Sebelum Belajar, Siswa Diajak Bercerita dan Dimotivasi

Cuaca yang panas, Jumat (12/5) siang tak menghalangi anak-anak ini melafazkan Al Quran. Suara mereka terdengar nyaring dan merdu. Ya, anak-anak ini tergabung dalam Yayasan Tahfidz Center Darul Hufadz. Bagaimana ceritanya?

Rumah Tahfiz Quran yang  berada di Jalan Batang Sinamar, Alai, Padang Utara ini dari kejauhan terlihat seperti rumah biasa. Layaknya rumah warga di perumahan. Tidak ada yang spesial selain suara-suara dari anak-anak tersebut. 

Jika tidak ada baliho berukuran 1x7 meter membentang di depan sebagai penanda, mungkin tidak ada yang tahu itu adalah Yayasan Tahfidz Center Darul Hufadz.

Atas dasar mendukung program Pemko Padang, yang mewajibkan setiap anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah, wajib pandai membaca Al Quran, pada tahun 2014 lalu rumah tahfiz ini didirikan.

Setiap hari puluhan anak-anak mengunjungi tempat tersebut untuk belajar membaca, menghafal dan menafsirkan Al Quran. Setiap harinya ada sekitar lima ruangan dipakai untuk menampung anak-anak yang belajar. Dengan tiap-tiap ruang ditempati tujuh orang.

Sejurus dengan itu, para orangtua juga cukup mendukung dengan program yang ditawarkan yayasan ini. Sudah lebih dari 200 anak yang aktif belajar dan menghafal Quran.

Dedi Umbara selaku Direktur TC Darul Hufadz menjelaskan kalau di sini kebanyakan anak usia 3-8 tahun. Karena tujuannya adalah membentuk generasi muda hafal dan paham Al Quran. “Kami menargetkan setiap anak mampu menghafal 1 juz Al Quran selama satu tahun,” ujarnya.

Metode pembelajaran dibuat semenarik mungkin. Agar anak-anak tidak bosan dalam menerima pelajaran. Karena pada dasarnya anak-anak pasti akan tertarik dengan hal-hal menarik. 

“Metode seperti bercerita, memotivasi dan baru masuk ke materi, setiap harinya kita lakukan. Ada kalanya, kita harus punya trik-trik khusus untuk memecah suasana di dalam kelas,” jelasnya.

Karena yang diajarkan adalah anak-anak, maka suasana belajar dibuat menarik dan ceria. Agar anak-anak tidak kaku. Selain itu, menurut Dedi, indra pendengaran anak lebih peka. Maka dari itu, setengah jam pertama pada setiap pertemuan dimulai dengan mendengar lafaz Quran dari radio.

“Dengan cara seperti ini, anak-anak dapat dengan mudah mencerna ayat-ayat yang disampaikan tersebut,” katanya. Tidak lupa, pada setiap bulan Ramadhan, pihak yayasan juga mengadakan camp tahfidz. Yang kegiatannya berfokus untuk menghafal Al Quran. 

“Camp tahfidz kita adakan tiap bulan Ramadhan, yang secara umum prosesnya sama seperti pesantren kilat. Bedanya cuma kita lebih fokus pada hafal Quran,” kata alumni IAIN IB Padang ini.

Kalau camp tahfidz ini akan bertempat di Asrama Haji, Tabing. Untuk kelompok dewasa dimulai dari tanggal 4-8 Juni nanti dan anak-anak dari tanggal 11-14 Juni. “Acara ini rencananya akan mengundang seluruh kelompok tahfiz quran yang ada di Sumbar,” katanya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co