Selasa, 21 November 2017, 04:23:09 WIB

Ketika Organisasi Wanita di Payakumbuh Buka Puasa Bersama

13 June 2017 10:52:05 WIB - Sumber : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 59 kali

Lupakan Gesekan Pilkada, Mari ’Move On’

Suka tidak suka, Pilkada Payakumbuh 2017 telah menimbulkan ’gesekan’ di tengah masyarakat. Tidak terkecuali di kalangan pegiat organisasi wanita. Kedatangan bulan Ramadhan 1438 Hijriyah, diharap bisa menjadi momentum menghapus gesekan-gesekan sebagai konsekuensi logis dari proses berdemokrasi tersebut.

Harapan itu setidaknya disampaikan ketua TP-PKK Payakumbuh Dr Henny Yusnita Riza, saat buka puasa bersama pimpinan dan pengurus organisasi-organisasi wanita, Minggu lalu (11/6).

Tidak sekadar berharap gesekan dalam pilkada terhapus di bulan puasa, Henny yang dosen non-aktif STEI ITB, juga menyampaikan permohonan maafnya.

”Kami pribadi juga mohon maaf kepada siapa saja, warga Payakumbuh, yang selama masa pilkada yang baru saja usai, terjadi gesekan dan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Dari hati yang paling dalam, sejujurnya kami sekali lagi mohon maaf,” kata istri wali kota Riza Falepi tersebut.

Henny bersama keluarganya juga mengaku telah memaafkan atas apa yang terjadi selama pilkada beberapa waktu lalu. ”Hal ini adalah sebagai salah satu usaha yang harus kita lakukan demi pembangunan dan kebaikan Payakumbuh ke depan,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat pilkada berlangsung TP-PKK Payakumbuh sempat menjadi buah-bibir, bahkan sempat disebut-sebut dalam sidang di Mahkamah Konstitusi.

Ini terjadi karena pembagian seragam kader Posyandu dan KB, serta songket Balaipanjang. Namun fakta persidangan menyatakan, bukan wewenang mahkamah menangani persoalan yang mengapung tersebut.

Setelah hampir tiga bulan berlalu, TP-PKK Payakumbuh dipimpin Henny Yusnita nampaknya ingin betul seluruh masyarakat di kota ini, terutama para pegiat organisasi-organisasi wanita, agar kembali ’move on’ (melupakan kenangan yang buruk dari masa lalu). Jangan terkotak-kotak. Apalagi terus-terusan melakukan ‘pembusukan’ seperti kerap terjadi di banyak daerah.

Selain minta maaf dan mengajak semua elemen melupakan gesekan pilkada, Henny dalam buka puasa bersama yang dihadiri pengurus TP-PKK, GOW, Dharma Wanita, Iwapi, Kelompok Yasin dan Bundo Kanduang, mengajak seluruh pengurus dan anggota organisasi wanita bersinergi kembali. Bersama-sama memajukan gereakan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di kota ini.

“Perlunya kita untuk saling bersinergi dan bekerjasama. Sehingga hal-hal yang terkait dengan kegiatan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteran keluarga dapat kita optimalkan menjadi lebih baik,” ajak Henny Yusnita yang juga dikenal sebagai penggasa ajang Payakumbuh Fashion Week dan Payakumbuh Karnaval Fashion.

Bukan itu saja, alumnus salah satu perguruan tinggi di Texas, Amerika Serikat ini juga mengaku siap menerima kritik dan masukan, untuk memajukan TP-PKK ke depan.

“Dalam menjalankan tugas dan amanah ini, kami pribadi menerima semua kritikan yang sehat dan masukan yang membangun. Karena tidak ada kesempurnaan bagi setiap insan. Ibarat pepatah tidak ada gading yang tak retak,” kata  Dr Henny Yusnita.

Di akhir harapannya, Dr Henny mengajak semua pihak terutama organisasi wanita untuk bersama-sama berbuat untuk masyarakat. “Marilah kita bersama-sama terutama seluruh organisasi wanita di Payakumbuh, untuk berbuat lebih banyak, demi kemajuan kaum perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Ajakan yang disampaikan Henny, disambut hangat sejumlah pimpinan dan organisasi wanita Payakumbuh. “Memang seperti inilah yang diharapkan. Bukan lagi mengedepankan ego bahwa kami adalah winner. Sebab itu justru akan memperuncing perbedaan. Ibu Henny, benar-benar sosok bundo kanduang yang menjadi sitawa-sidingin bagi proses demokrasi di Payakumbuh. Kita salut kepada beliau. Seharusnya ini dicontoh banyak pihak,” kata sejumlah aktivis wanita Payakumbuh. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co