Rabu, 20 September 2017, 10:57:01 WIB

OTT Lagi, 2 ASN Koperindag Diamankan

19 June 2017 11:11:06 WIB - Sumber : Arfidel Ilham - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 44 kali

Terkait Retribusi Pasar Payakumbuh

Dua orang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Payakumbuh tertangkap tangan melakukan pungutan liar di Pasar Payakumbuh. Keduanya diamankan Tim Saber Pungli (Sapu bersih pungutan liar) Kota Payakumbuh, Sabtu (17/6).

Penangkapan ini menambah daftar operasi tangkap tangan (OTT) di Payakumbuh-Limapuluh Kota setelah sehari sebelumnya, terjadi di SMAN 1 Guguak.

Dua orang petugas retribusi yang diamankan, diduga melakukan pungli terhadap sejumlah pedagang kali lima di Pasar Payakumbuh. Tim yang dipimpin Ketua Saber Pungli, Kompol Eddisra itu mengamankan pegawai berinisial, BP, 33 dan HH, merupakan ASN di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Payakumbuh.

Kompol Eddisra mengatakan, kedua pria itu diciduk setelah tim mendapat informasi maraknya dugaan pungli di Pasar Payakumbuh terhadap pedagang, warung dan kios malam Pasar Kota Payakumbuh. Motifnya meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan.

Modusnya, dengan meminta retribusi di luar ketentuan. “Ada yang diminta Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu,” beber Eddisra didampingi Kepala Tim Tindak, Iptu Wawan Dermawan dan dua anggota Tim Saber Pungli, Iptu Eldi Viarso serta Ipda P Lubis, Sabtu (17/6) sekitar pukul 23.00.

Kepala Dinas Koperindag Kota Payakumbuh, Dahler merasa kaget dan ragu dengan operasi yang dilakukan Tim Saber Pungli. Menurutnya, pungutan yang dilakukan oleh anggotanya terhadap pedagang sudah disesuaikan dengan peraturan daerah (perda). “Kita menjadi kaget dan berfikir panjang, seperti apakah sebenarnya pungli yang dilakukan (dua anggotanya, red),” tanyanya.

Ia mengaku pungutan tersebut tidak ada yang liar. Dijelaskan, pungutan dikatakan liar bila tidak ada aturan sebagai pijakan. Soal karcis diberikan atau tidak, sebenarnya petugas sudah punya target pungutan dan sudah dihitung berdasarkan jumlah pedagang.

“Besarnya pungutan K3 dan K5 tidak sama, sesuai ukuran tempat jualan di pasar. Memang berbeda retribusinya. Kita akan koordinasi lagi dan mempelajari lagi di mana peluang punglinya,” tegas Dahler.

Selain dua ASN Dinas Koperindag, sehari sebelumnya, Jumat (17/6), dua orang pegawai administrasi di SMAN 1 Guguak, Limapuluh Kota juga diamankan Tim Saber Pungli dalam OTT.

Keduanya diduga melakukan paktik pungutan liar di sekolah. Belum ada tersangka dalam kasus tersebut, namun polisi terus melakukan penyelidikan lebih dalam.

“Penyelidikan terus berjalan, namun hingga saat ini kita belum menetapkan tersangka pelaku pungutan liar,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Chairul Amri kepada Padang Ekspres, Minggu (18/6) sore.

Dua orang yang diamankan Tim Saber Pungli tersebut berinisial, FSY dan MY. AKP Chairul Amri menyebut, kedua pegawai itu perempuan. Dalam aksi tersebut, tim mengamankan barang bukti uang Rp 88 juta.

Pengakuan salah seorang pengawas sekolah menengah di Dinas Pendidikan Sumbar, Nensardi, OTT berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Kepala SMAN 1 Guguak, Yondri yang dihubungi Padang Ekspres melalui telepon genggamnya, belum merespons. Hingga berita ini diturunkan, belum didapatkan informasi resmi dari pihak sekolah terkait OTT itu. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co