Rabu, 18 October 2017, 08:56:49 WIB

Omset Pakaian Merosot 30 Persen

30 June 2017 10:44:09 WIB - Sumber : Nanda Anggara - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 56 kali

Imbas Lebaran Bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru

Suasana Lebaran tahun ini dirasakan kurang bergairah oleh pedagang pakaian di Bukittinggi. Kondisi yang sudah berlangsung sejak empat tahun terakhir ini, diyakini akibat melemahnya perekonomian masyarakat dan tahun ajaran baru.

Bahkan, pedagang pakaian di Pasar Aurkuning mengklaim bahwa penurunan omset sampai 30 persen. Ketua Pedagang Aurkuning, Hanafi mengakui bahwa hal ini tak terlepas dari Lebaran kali ini bertepatan dengan tahun ajaran baru. “Makanya, prioritas masyarakat lebih pada seragam sekolah,” terang Hanafi kemarin (29/6).

Pedagang pakaian wanita ini menyebutkan, biasanya kebanyakan pembeli berasal dari kabupaten/kota lain, seperti Dharmasraya, Pasaman, Tanahdatar, Padang dan beberapa daerah lainnya. Sementara tahun ini, jangankan pada distributor penjualan eceran saja susah. “Memang tidak semua seperti itu. Tapi, secara umum dapat dikategorikan seperti itu,” ungkapnya.

Hal sama juga dirasakan pedagang Pasar Lereng Kawasan Pasar Atas. Ketua Pedagang Pasar Lereng, Hengky Evon menyebut, keramaian di pasar memang terlihat sejak H-7 Lebaran. Namun, keramaian itu tidak berefek banyak bagi para pedagang, khususnya kawasan Pasar Lereng.

“Informasi dari teman-teman pedagang seperti itu. Bahkan jika dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan hingga 50 persen untuk omset,” sebutnya.

Hal sedikit berbeda dirasakan pedagang butik Pasar Atas. Bos Martin, ketua Pedagang Butik menyebut, sejak H-7 lalu sebagian kecil jual beli pedagang kain seken terjadi lonjakan sekitar 20 persen.

“Namun, tidak signifikan dibandingkan tahun lalu. Bahkan, secara umum nyaris terlihat sama. Mungkin karena Lebaran dan tahun ajaran baru bersamaan,” ulasnya.

Jika omset para pedagang pakaian berkurang, lain halnya dengan jual beli pedagang souvenir dan pernak-pernik. Para pedagang tersebut justru mengalami pengingkatan hingga 200 persen sejak H plus satu kemarin.

Seorang pedagang souvenir, Hendra menyebut, para pengunjung terlihat banyak menikmati pernak-pernik maupun aksesoris berupa gelang, kalung dan alat hias badan lainnya. “Alhamdulillah Lebaran kali ini membawa berkah, para perantau atau pengunjung banyak yang mencari barang-barang aksesoris,” ujarnya.

Tak hanya pedagang aksesoris saja yang ketiban rezeki, pedagang kuliner terutama sanjai juga mengalami peningkatan omset. Sejak H-10 lalu, peningkatan sudah terjadi.

Biasanya hal serupa berlangsung hingga H plus 10. Eri, pedagang sanjai menyebut bahwa peningkatan bisa mencapai 200 persen. Selain para perantau, tambah dia, pengunjung dari kabupaten dan kota tetangga juga meminati oleh-oleh khas Bukittinggi tersebut. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co