Minggu, 17 December 2017, 17:05:30 WIB

Nagari Dievaluasi secara Berkelanjutan

13 July 2017 11:27:12 WIB - Sumber : Afridel Ilham - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 74 kali

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari (DPMD/N) menegaskan, prestasi nagari di Limapuluh Kota dilihat berdasarkan empat indikator. Pertama, pembangunan nagari, pemberdayaan masyarakat, pembinaan dan penyelenggaraan pemerintah nagari. Indikator itu harus menjadi rutinitas berkelanjutan dan bukan sesaat. 

Wakil Ketua Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Nagari, Anharmen mengatakan, berdasarkan pola evaluasi yang saat ini diterapkan, nagari dituntut untuk bisa menjadikan indikator penilaian sebagai rutinitas. Harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai pola pembangunan nagari secara menyeluruh. Jadi, evaluasi yang dilakukan bukan seremonial saat dinilai belaka.

“Jangan dianggap momentum sesaat, sehingga terkesan dipaksakan saat penilaian nagari,” kata Anharmen usai menilai Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, kemarin pagi (12/7). Keberlanjutan ini menjadi salah satu penekanan DPMD/N. Oleh karena itu, evaluasi nagari yang dulu dinamai lomba nagari tidak hanya  sekadar berubah nama. Namun, juga diikuti dengan pola penilaian lewat empat indikator.

“Setiap nagari dari 13 kecamatan akan dinilai. Lalu, dipilih satu nagari yang akan bersaing di tingkat Provinsi Sumbar. Saat ini kita telah melakukan penilaian terhadap tiga nagari dalam evaluasi perkembangan nagari ini,” ungkapnya.

Tahun lalu, Limapuluh Kota diwakili Nagari Mungka, Kecamatan Mungka. Sayangnya, belum masuk jadi salah satu nominator untuk melanjutkan ke tingkat nasional. Anharmen yang juga Kepala Bidang Pemerintahan Nagari di DPMD/N ini mengimbau masyarakat agar evaluasi perkembangan nagari atau lomba nagari tidak dipaksakan. Jangan hanya memenuhi indikator penilaian secara dadakan, namun harus dilakukan sebagai bagian dari upaya pembangunan yang berkelanjutan.

“Sehingga ada evaluasi atau tidak, nagari tetap menjalankan pola-pola pembangunan sesuai indikator penilaian sebagai bagian dari rutinitas dan kewajiban pembangunan nagari,” pesan Anharmen.

Camat Luak, Muftil Wahyudi menilai, sebelumnya nagari terkesan memaksakan pencapaian indikator penilaian. Bahkan, menurutnya, ada pula nagari yang mempersiapkan nagarinya hingga gotong royong sampai tengah malam jika terpilih sebagai salah satu nagari yang mewakili kecamatan untuk pemilihan nominator tingkat kabupaten.

“Sekarang tidak demikian, indikator penilaian disesuaikan sebagai bagian dari evaluasi dan dikroscek kembali di tingkat kabupaten. Apakah sudah sesuai apa yang dilaporkan dengan yang dilaksanakan, itu saja,” sebut Camat Luak, Muftil Wahyudi.

Wali Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, Maskar M Datuak Pobo menyebutkan, lomba nagari atau evaluasi perkembangan nagari di Limapuluh Kota menjadi pemicu pembangunan nagari yang lebih baik. 

“Kita tidak bisa terlalu memaksakan untuk menjadi yang terbaik, sebab orientasi kita belum sejauh itu. Kita hanya ingin menjalankan pemerintahan, pelayanan bagi masyarakat secara maksimal hingga keterbukaan informasi,” sebut Maskar M Datuak Pobo.

Sedikit membeberkan, Nagari Sitapa, saat ini sudah menerapkan sistem manajemen pemerintahan berbasis Tekhnologi Informasi (IT) melalui jaringan internet secara swadaya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co