Rabu, 22 November 2017, 08:56:26 WIB

Truk Terjun ke Sungai, Dua Sopir Luka

05 October 2017 12:03:58 WIB - Sumber : Wardi - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 28 kali

Satu unit tronton bernomor pelat BK 8391 EA terguling dan terjun ke dasar sungai di penurunan Singgalangkariang, Jalan Raya Padangpanjang-Padang, Rabu (4/10) sekitar pukul 05.15. Akibat kecelakaan tersebut, sang sopir truk bernama Guruh Ramadhan dan Chairul Anwar mengalami luka-luka.

Afriandi, 30, warga Jorong Airmancur, Kenagarian Singgalang, Kabupaten Tanahdatar menceritakan ia melihat truk yang diketahui bermuatan tisu tersebut meluncur pelan dari arah Padangpanjang. Namun, saat hendak memasuki tikungan yang menurun tajam di Singgalangkariang, truk terlihat dari lajur kiri, tiba-tiba mengambil jalur lebih ke sisi kanan jalan.

Afriandi tidak berada jauh dari tempat kejadian, menyaksikan truk terlihat oleng dan rebah hingga berguling beberapa kali sebelum jatuh ke dasar sungai. Keberadaan tembok pembatas dikatakannya, seakan tidak berfungsi. Sebab truk berguling seperti melambung melewati pembatas setinggi lebih kurang 1 meter tersebut.

“Truk berguling beberapa kali, melambung melewati tembok pembatas setinggi dada itu. Kemudian truk sudah berada di dasar sungai. Selang beberapa saat, saya bersama satu teman lainnya mendengar suara minta tolong. Kami berusaha turun dan melihat salah seorang tampak berada di tengah arus berpegangan pada potongan kayu besar. Kami berteriak agar jangan melepaskan pegangan karena berbahaya jika hanyut dalam kondisi sungai berbatu dan arus air cukup deras,” ujar Afriandi.

Sopir truk Guruh Ramadhan, 37, saat ditemui di Rumah Sakit Yarsi Ibu Sina Padangpanjang usai mendapat perawatan mengaku tidak ada tanda-tanda terdapat masalah pada rem. Sesaat sebelum kejadian, masih sempat berhenti di Padangpanjang untuk buang air kecil di salah satu pinggir jalan. Namun, saat hendak memasuki  tikungan turunan tajam, tiba-tiba rem sudah tidak berfungsi ketika diinjak.

Guruh mengaku, dirinya tidak kehilangan akal. Merasa laju truk sudah tidak dapat dikendalikan dengan rem, dirinya memutuskan untuk menabrakkan ke dinding tebing di sisi kanan jalan dari arah Padangpanjang. 

“Namun belum sampai ke tebing, truk oleng dan terbalik, berguling dan jatuh ke sungai. Saat itu, saya berusaha keluar, namun terpeleset dan jatuh ke sungai. Beruntung dapat pegangan potongan pohon, sehingga tidak terseret arus yang cukup deras. Karena melihat dua orang turun, saya berteriak minta tolong karena sudah tidak tahan sakit di bagian dada dihantam air deras,” ungkap Guruh.

Hal yang sama juga diungkapkan sopir truk Chairul Anwar, 44. “Tidak ada tanda-tanda kerusakan pada truk yang dikemudikan sebelum diserahkan pada Guruh di Kotanopan Tapanuli Selatan usai istirahat dan makan malam di daerah setempat,” ungkapnya.
 
Saat kejadian, Chairul sembari berpegangan pada pohon di pinggir sungai berusaha mencari keberadaan Guruh. Setelah mengetahui rekannya berada di sungai dalam keadaan selamat, Chairul mengaku mulai merasakan sakit sekujur tubuhnya. Untuk keluar harus dibantu tandu karena tidak sanggup untuk berjalan seperti rekannya.

“Kami sama-sama tidak merasakan saat truk sudah dalam keadaan terbalik di dasar sungai. Saya keluar dan berpegangan pada pohon agar tidak jatuh ke sungai. Namun malang bagi Guruh, dirinya terpeleset dan terseret arus sungai beberapa meter sampai tidak terlihat dari posisi saya berada. Setelah Guruh menyahut, dari situ saya baru merasakan sakit pada pinggang dan leher hingga terduduk di dekat pohon di pinggir sungai,” beber Chairul.

Berdasar keterangan dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Yarsi Padangpanjang, dr Adri Buth menyebutkan kedua korban tersebut tidak mengalami luka membahayakan. Satu pasien atas nama Guruh Ramadhan mengalami luka robek serius pada tengkorak kepala bagian atas, sekitar 80 persen atau sepanjang 24 centimeter berbentuk tiga perempat lingkaran.

“Namun demikian setelah dilakukan rontgen, baik pasien Guruh Ramadhan maupun Chairul Anwar tidak ditemukan luka fatal. Kedua pasien diputuskan diberikan perawatan inap di RS Yarsi ini,” ucap Adri di ruangan IGD.

Kanit Laka Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Hamidi mengatakan informasi sementara dari IGD, korban tidak mengalami luka berat dan tak perlu dirujuk. 

“Sementara untuk muatan barang dan truk masih dalam proses evakuasi. Khususnya muatan truk, telah kami amankan,” jawab Hamidi sembari menyebut perkiraan kerugian mencapai Rp200 juta. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co