Selasa, 12 December 2017, 09:44:21 WIB

Melirik Puskesmas Padangpasir, Terbaik di Sumbar

10 October 2017 13:52:30 WIB - Sumber : Fajril Mubarak - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 30 kali

Rangkul Ibu Muda, Libatkan Komite Sekolah

Puskesmas Padangpasir, Kecamatan Padang Barat, belum lama ini dinobatkan sebagai puskesmas terbaik di Sumbar. Prestasi itu diraih dengan penuh perjuangan. Memperbaiki mutu pelayanan dan beragam inovasi pun ditelurkan oleh puskesmas terakreditasi madya ini. Seperti apa inovasi puskesmas ini?  

Kesibukan jelas terlihat di ruang tunggu Puskesmas Padangpasir, Kecamatan Padang Barat, kemarin (9/10). Selain pasien yang antre, petugas yang berada di balik meja dan tengah melayani pasien. Papan informasi alur pelayanan terpajang. Tujuannya mempermudah pasien dan petugas dalam pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan perorangan (UKP).

Tak hanya alur pelayanan, kebersihan di puskesmas ini terjaga baik. Lantainya bersih dan penerangan cukup di setiap ruangan. Meski tak selalu tersenyum merekah, petugas di puskesmas ini mendadak tersenyum dan menunjukkan sikap bersahabat jika bertanya. Mereka pun akan diarahkan ke bagian informasi atau langsung ditunjukkan alur untuk berobat sesuai keluhan.

”Pemeriksaan kehamilan di sini enggak berbelit. Suasana pun adem, ramah, nyaman dan jelas. Kan bisa dilihat sendiri sistem antreannya dan juga ada papan petunjuknya,” kata Aprila, 34, seorang ibu yang tengah memeriksa kandungannya kepada Padang Ekspres, Jumat (7/10) lalu. 

Wanita yang hamil anak pertama ini mengaku selama memeriksakan kehamilan mendapatkan layanan yang baik dari petugas kesehatan puskesmas ini. Tak hanya pemeriksaan kehamilan saja, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan konseling gizi. “Jadi, selama kehamilan terkontrol dengan baik,” ungkapnya. 

Puskesmas Padangpasir ini pun menyediakan kotak saran untuk pasien yang ingin berkeluh kesah atau kecewa terhadap layanan puskesmas. Semua keluh kesah itu kemudian ditindaklanjuti dalam rapat evaluasi puskesmas setiap bulannya.

Dari penelusuran di lapangan, prestasi dan pelayanan terbaik yang diberikan pada pasien itu tak lahir dengan instan. Puskesmas tersebut sebelumnya sempat berdarah-darah. Bahkan, bangunan puskesmas ini mengalami rusak parah diterjang gempa 30 September 2009 lalu dan melayani pasien dengan keadaan darurat. 

”Kami mulai berbenah besar-besaran dan siap berubah sejak awal saya memimpin puskesmas ini 2,5 tahun lalu. Alhamdulillah, berkat komitmen dan perjuangan bersama akhirnya menoreh prestasi menjadi Puskesmas Terbaik,” kata Kepala Puskesmas Padangpasir, dr Winanda MKes, pekan lalu.  

Tak semudah membalikkan telapak tangan untuk menjadi yang terbaik ini. ”Diawali pembenahan sumber daya manusia. Di antaranya, mengikutsertakan seluruh petugas dengan training ESQ (Emotional and Spritiual Quetion). Melalui training tersebut ada sebuah kesadaran dan tanggung jawab setiap petugas memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ucapnya.

Dilanjutkan, setiap tahun baru, kata Winanda, pihaknya membuatkan surat keputusan (SK) baru untuk seluruh petugas disertai tugas, fungsi dan kewenangan. ”Para petugas pun tahu apa yang mereka kerjakan dan tentunya selalu berkoordinasi dengan saya. 
Jadi, tipikal saya memimpin tidak dengan cara intervensi akan tetapi memberikan kepercayaan dan tanggung jawab penuh kepada petugas. Jika pun tidak ada saya, pelayanan puskesmas pun berjalan baik dan sudah tersistem,” tutur alumni S-1 Kedokteran Universitas Ibnu Sina Jakarta ini.

Demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan, kata Winanda, puskesmas ini telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008. ”Kami memiliki tim mutu (quality assurance) agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan terus lebih baik lagi,” sebutnya. 

Puskesmas tersebut memiliki layanan berupa loket pendaftaran, BP umum, informasi, klinik bersalin, klinik anak dan sejumlah ruangan lainnya pada lantai 1. Sementara di lantai II di antaranya ruangan imunisasi dan laktasi, klinik IVA, klinik HIV AIDS.

Kemudian, balai pengobatan gigi, aula, ruangan tata usaha dan kepala puskesmas. Dengan jumlah petugas 93 orang di antaranya tiga dokter umum, 5 dokter gigi dan petugas kesehatan lainnya. 

”Kami saat ini tengah melakukan renovasi gedung. Seiring upaya kami memberikan kenyamanan kepada ibu-ibu hamil dalam pemeriksaan kesehatan. Apalagi, kami memiliki satu dokter calon spesialis kandungan yang magang di sini,” ucap alumni S-2 Fakultas Kedokteran Unand ini.

Tak hanya menjalankan fungsi puskesmas seperti tertuang dalam Pasal 35 pada Permenkes No. 75 Tahun 2014 meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat pengembangan. Berbagai inovasi pun ditelurkan puskesmas ini.

”Pertama, inovasi kelas ibu muda. Didasari wilayah kerja puskesmas terdiri dari 10 kelurahan, di mana masyarakatnya mempunyai strata ekonomi beragam. Strata ekonomi dan tingkat pengetahuan rendah dapat menyebabkan terjadinya pernikahan dan kehamilan di usia dini atau kehamilan tidak diinginkan yaitu di bawah usia 20 tahun, dimana kehamilan risiko tinggi,” ucapnya.

Hamil di usia muda bisa menyebabkan gizi buruk berujung pada kematian bayi dan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Padangpasir sendiri, angka kematian balita tahun 2015 sebanyak 4/100.000 kelahiran hidup dan tidak terdapat angka kematian ibu. Sedangkan pada awal tahun 2016 terdapat kematian balita 6 /100.000 kelahiran hidup dan 1 orang kematian ibu (data dari tahun 2015). 

”Inovasi ini upaya mendukung penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita. Bahkan telah mendapat perhatian dari tim pelapor khusus PBB,” ungkap Winanda.

Kelas ibu muda ini, sebut Winanda, dilakukan dalam 1 kelas terdiri dari 3 kali pertemuan berkesinambungan selama 1 kali sebulan. Kelas ibu muda ini dilakukan secara komprehensif, guna tercapai tujuan meningkatnya pengetahuan ibu muda.

”Setelah berjalannya kelas ini, terdapat peningkatan pengetahuan ibu muda setelah dilakukannya kelas ibu muda berdasarkan hasil dari pretest dan postest yang dilakukan terhadap ibu-ibu muda tersebut,” ungkap Winanda.

Inovasi selanjutnya, melakukan kerja sama sampah medis dengan klinik, praktik dokter dan rumah sakit. “Dalam MoU itu, meminta pelayanan kesehatan tersebut untuk merujuk pembakaran sampah medis ke puskesmas,” ungkapnya.

Selanjutnya, inovasi komite sekolah peduli kesehatan. ”Kehadiran kelompok tersebut dapat menjembatani antara pihak sekolah, orang tua, lintas sektor dan puskesmas sasarannya terjadi peningkatan cakupan imunisasi,” ujarnya. 

Kerja kelompok ini juga termasuk membentuk kantin sehat. Tentunya melibatkan BPOM sebagai pembina, komite sekolah, dinas pendidikan dan pihak ketiga. Ini sejalan dengan program Pemko Padang yang menggalakkan jajanan sehat. 

”Jadi semuanya terpantau dengan kelompok ini. Baik jajanan, skrining, imunisasi dan lainnya. Biasanya kami akan melibatkan sekolah yang jarang terjangkau akan kesehatan,” ungkap Winanda.  

Ditambahkan, tenaga medis Puskesmas Padangpasir, Erlina mengatakan, pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dengan metode krioterapi termasuk unggul di puskesmas ini.  

Metode krioterapi dimaksudkan untuk membekukan serviks yang terdapat lesipra kanker pada suhu amat dingin (dengan gas CO2) sehingga sel-sel pada area tersebut mati dan luruh, dan selanjutnya akan tumbuh sel-sel baru yang sehat. 

”Setiap kegiatan pemeriksaan massal, baik tingkat Kota Padang maupun Provinsi Sumbar, biasanya memang dipusatkan di Puskesmas Padangpasir. Terakhir, bekerja sama dengan Bhayangkari Polda Sumbar,” tuturnya. 

Bahkan, alat krioterapi hanya dimiliki Puskesmas Padangpasir. Puskesmas dan klinik swasta di Padang maupun di luar Padang merujuk pasien IVA ke Puskesmas ini. ”Biasanya kami melibatkan dokter spesialis Obstetri Gynecology,” ungkapnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co