Jumat, 20 October 2017, 06:39:11 WIB

Pemko bakal Lakukan OTT

11 October 2017 12:56:34 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 18 kali

Bila Kedapatan Warga Buang Sampah ke Sungai

Tumpukan sampah rumah tangga kembali menghiasi kawasan Muaro Lasak seiring hujan mengguyur Kota Padang dua hari belakangan. Bau menyengat berasal dari sampah tersebut dikeluhkan warga sekitar dan pengunjung pantai. Seperti sebelumnya, sampah tersebut dihanyutkan air dari hulu sungai.  

Pantauan Padang Ekspres, kemarin (10/10) pagi sekitar pukul 09.00 di Muaro Lasak hingga Pantai Cimpago, terlihat tumpukan sampah memenuhi bibir muara dan pantai.

Warga setempat, Nursiah menyebut, sampah menumpuk di bibir pantai Muaro Lasak merupakan persoalan klasik, terjadi setiap hujan deras mengguyur Padang. 

“Setiap hujan, selalu seperti ini. Biasanya dinas terkait hanya mengubur sampah dalam pasir menggunakan ekskavator mini di bibir pantai,” sebut wanita berjilbab itu.

Warga lainnya, Ismet Wahyudi menyebut, tumpukan sampah juga mengurangi omzet penjualan pedagang karena wisatawan enggan masuk ke tenda. 

“Setiap hujan melanda, pasti sampah rumah tangga terbawa dan menumpuk di sini dan sampah itu mengeluarkan bau sehingga wisatawan tidak mau berbelanja ke sini,” ujar penjual kelapa muda itu.

Tumpukan sampah juga berdampak pada tangkapan nelayan elo pukek yang biasa beraktivitas di kawasan Muaro Lasak. Marjohan, nelayan setempat mengaku, tangkapannya turun drastis pascahujan melanda karena sampah menumpuk di bibir pantai. “Ya, tangkapan selalu berkurang, jika sampah seperti ini tak jarang kami libur menangkap ikan hingga berhari-hari,” akunya.

Kepala Dinas Pariwisata Padang, Medi Iswandi mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada warga yang di tinggal di pinggir sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai. Namun hingga kemarin, baru Camat Kuranji yang mengkonfirmasi telah memasang jaring di wilayahnya. “Selain mengimbau, kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk memasang jaring-jaring di setiap kecamatan yang dilalui oleh sungai,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Al Amin mengakui, persoalan sampah di bibir pantai merupakan masalah klasik setiap hujan melanda. Khusus tumpukan sampah kemarin, pihaknya sudah melakukan pengecekan di lapangan. Namun, karena cuaca masih hujan, DLH Padang mengaku belum bisa membersihkannya.

Al Amin berjanji jika hari ini cuaca cerah, pihaknya akan mulai melakukan pembersihan menggunakan alat berat. “Sampah-sampah yang terbawa dari hulu itu sangat banyak, tidak mungkin kita selesaikan secara manual,” ulasnya.

Guna mengantisipasi agar sampah tidak semakin menumpuk, ditegaskan Al Amin, pihaknya akan melakukan pemasangan jaring di setiap kecamatan yang dilalui lima sungai besar di Padang. Jaring masih tahap pengerjaan oleh pihak ketiga karena tidak dijual jadi sehingga harus dibuat secara manual. Anggarannya sudah dimasukkan dalam APBD perubahan 2017.

Al Amin mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di hulu sungai tidak membuang sampah ke sungai. Apabila imbauan tidak mempan, bisa saja DLH melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada warga yang tetap nekat membuang sampah ke sungai. “Jika masih membandel, kita lakukan OTT. Lalu difoto dan dipublis di berbagai media agar mereka mendapatkan efek jera,” tukasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co