Jumat, 20 October 2017, 06:45:08 WIB

Caketum Hipmi Sumbar Dipolisikan

11 October 2017 12:57:33 WIB - Sumber : Heru Iriawan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 17 kali

Diduga Miliki Sertifikat Diklatda Bodong

Kisruh dua calon ketua umum (caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumbar, berlanjut ke ranah hukum. Salah satu kader Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Sumbar melaporkan Caketum M Iqra Chisa yang diduga memiliki sertifikat diklatda bodong ke Polresta Padang, kemarin (10/10).

Laporan kader BPD Hipmi Sumbar, Dz Zirsinjaya diterima unit III SPKT Polresta Padang dengan nomor LP/2000/K/X/2017. Terlapor diduga telah membuat surat palsu berupa sertifikat diklatda yang dimilikinya. Tindakan itu dinilai telah mengandung unsur pidana.

“Yang kita laporkan adalah salah satu Caketum Hipmi Sumbar, karena diduga menggunakan sertifikat yang mana keterangan di sertifikat tersebut tidak benar. Sedangkan syarat dalam pencalonan ketum ini adalah memiliki sertifikat diklatda,” terang Dz Zirsinjaya. Terlapor disebut tidak pernah mengikuti diklatda.

Penasihat hukumnya, Mukhti Ali Tanjung (Boy London) mengatakan,  menurut Pasal 184 KUHP, membuktikan suatu tindak pidana cukup dengan dua bukti. 

Namun, pihaknya mampu memberikan empat bukti. “Empat alat bukti tersebut di antaranya keterangan saksi-saksi, bukti surat, petunjuk dan terakhir kita juga akan menghadiri pakar hukum pidana dalam membuktiannya tersebut,” kata Mukhti Ali.

Sebelumnya, Musyawarah Daerah (Musda) Hipmi Sumbar nyaris berujung ricuh, Selasa lalu (3/10). Puncak kericuhan terjadi pada malam harinya. Persoalan berawal dari sertifikat diklatda Caketum M. Iqra Chisa yang dipertanyakan oleh kubu Caketum Fadli Amran. Hingga akhirnya, pukul 23.45 Musda dinyatakan deadlock karena kubu Fadli Amran secara bersama keluar dari ruangan.

Terlapor, M Iqra Chisa mengatakan, laporan yang disampaikan adalah hak pelapor sebagai warga negara Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, dirinya akan kooperatif dalam menjalani proses hukum. “Biarkan saja melapor, itu kan hak masing-masing. Kalau dipanggil untuk kebutuhan penyelidikan, saya datang,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Dirinya menyerahkan semua proses hukum pada aparat kepolisian. M Iqra Chisa mengaku tidak takut dilaporkan karena menurut dia, dirinya tidak bersalah. Terkait tudingan tersebut, dengan tegas dinyatakan, bahwa sertifikatnya tidak palsu dan tidak dibuat-buat. 

“Sertifikat saya asli. Yang memberikan sertifikat ini BPD Hipmi Sumbar lengkap dengan tanda tangannya. Laporan tersebut biarkan saja, kan hak dia, yang jelas sertifikat saya ini asli,” pungkasnya.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz, mengatakan, laporan sudah diterima dan keterangan pelapor sudah diminta. “Tadi memang ada salah satu kader Hipmi Sumbar melaporkan Caketum Hipmi Sumbar ke Polresta Padang,” ungkapnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co