Jumat, 20 October 2017, 06:41:13 WIB

Pengedar Narkoba Didominasi Pengangguran

11 October 2017 12:58:33 WIB - Sumber : Heru Iriawan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 15 kali

Dua Bulan Bebas, Residivis Ditangkap

Baru dua bulan menghirup udara bebas, residivis yang telah empat kali keluar masuk penjara dalam kasus narkoba, kembali ditangkap oleh Satres Narkoba Polresta Padang. Pelaku diringkus di rumahnya Jalan Raya Indarung, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Senin (9/10) malam.

Pelaku bernama Taufik alias Tofik, 37, langsung dibawa ke Polresta Padang, setelah mengakui barang bukti yang ditemui di rumahnya adalah milik pelaku. Informasi yang diterima Padang Ekspres, penangkapan pelaku yang diduga pengedar narkoba tersebut berawal dari laporan masyarakat. 

Penyelidikan, pengintaian dan mencari informasi dilakukan oleh Satres Narkoba Polresta Padang. Pengintaian dilakukan selama dua minggu. Teryata benar, di rumah tersebut ada pergerakan pemuda silih berganti. Setelah benar-benar terindikasi adanya peredaran narkoba, penangkapan pun dilakukan.

Rumah tersebut dikepung polisi. Pelaku yang sedang tidur dalam rumah tidak menyadari kedatangan polisi. Dia langsung ditangkap berserta barang bukti berupa sabu yang ditemukan berserakan di dalam kamarnya.

Kasat Narkoba Polresta Padang, Kompol Abriadi mengatakan, setelah tersangka diamankan, pihaknya melakukan penggeledahan di dalam kamar tersangka. “Setelah kami dapatkan barang bukti, tersangka langsung kami bawa ke Mapolresta Padang untuk dilakukan penyidikan,” lanjutnya.

Barang bukti yang dibawa petugas, berupa satu bungkus kotak rokok berisi empat empat paket sedang narkotika jenis sabu berbungkus plastik klip bening. Lalu, satu unit telepon genggam warna putih, dua mancis, satu botol plastik berisi air dipasang pipet dan satu timbangan digital.

Amriandi mengatakan, tersangka merupakan residivis kasus narkoba yang dibekuk oleh Sat Narkoba Polresta Padang dua tahun lalu. “Tersangka ini sudah empat kali keluar masuk penjara kasus yang sama. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” ungkapnya.

Dalam tiga bulan terakhir, Sat Res Narkoba Polresta Padang berhasil mengungkap 188 kasus. Abriadi menyebut kebanyakan pelaku pengangguran dan tidak ada pekerjaan. Dari kasus tersebut, tiga di antaranya adalah ibu rumah tangga. Mereka sengaja mengedarkan sabu dengan alasan ditinggal suami dan harus menghidupi anak-anaknya.

“Saya berharap dukungan dan kerja sama dari masyarakat, jangan segan-segan melaporkan kepada kami. Kalau ada indikasi peredaran narkoba di lingkungan anda, silalan lapor ke kantor polisi terdekat. Jangan takut identitas anda akan kita rahasiakan,” pungkas Kasat Narkoba Polresta Padang. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co