Jumat, 20 October 2017, 06:42:58 WIB

PBM 2 Sekolah Lumpuh

11 October 2017 12:59:47 WIB - Sumber : Frikel Adila Mender - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 17 kali

Guru: Banjir Sudah Tradisi

Hujan lebat yang melanda Kota Padang sejak dua hari lalu berdampak pada proses belajar megajar (PMB) sejumlah sekolah. Bahkan sekolah terpaksa meliburkan siswanya kemarin (10/10). Seperti dialami MIN 3 Padang. PBM lumpuh, murid terpaksa diliburkan. Kondisi serupa terjadi berulang kali dari tahun ke tahun. Bahkan, guru-guru di MIN 3 menyebut banjir sudah tradisi di sekolah mereka. 

Guru MIN 3 Gunungpangilun, Ihdassari menyebut, kebijakan meliburkan murid karena ditakutkan, murid akan bermain dalam banjir. Sebab anak-anak sulit menahan diri jika melihar air. Ditambah debit air yang cukup tinggi, mencapai selutut orang dewasa. Sementara bagi anak-anak, hampir seperut. “Keputusan meliburkan murid ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk,” kata Ihdassari. 

Padahal, lanjutnya, pihak sekolah telah melakukan beberapa upaya. Seperti membuat kolam penampung air di tengah halaman, memperbaiki drainase sekolah, hingga menggiatkan pengelolaan sampah untuk mencegah tersumbatnya saluran drainase. “Apa daya kami, sebab selokan jalan lebih tinggi dari bangunan sekolah. Jika air selokan penuh maka akan mengalir ke sini (sekolah, red),” jelasnya.

Senasib dengan MAN 2 Padang juga terletak di Gunungpangilun. Kemirin air merendam pekarangan sekolah selutut orang dewasa. Halaman, taman dan pekarangan sekolah tergenang. Air juga belum beranjak dari beberapa ruangan kelas yang letaknya lebih rendah. Beruntung, PBM masih berlangsung di lokal yang tidak terkena dampak banjir. Di kelas lain, terlihat sejumlah siswa sibuk membersihkan lokal.

Kepala Tata Usaha (TU) MAN 2 Padang, Asril meyebut, selama tahun 2017 ini, banjir telah lima kali merendam MAN 2 Padang. Kemarin, banjir surut juga lebih lama. Biasanya sebelum pukul 10.00 air sudah surut dan tidak terlalu mengganggu kegiatan PBM, namun kali ini hingga pukul 11.00, air masih menggenangi beberapa ruangan.

“Di sini merupakan salah satu sekolah yang rawan banjir. Setiap ada hujan yang berlangsung lama, dipastikan MAN 2 Padang akan banjir. Karena kemungkinan ini sudah kami prediksi, jadi masih bisa kami tanggulangi. Makanya kegiatan PBM tetap kami gelar,” sebut Asril.

Diperkirakan, lambatnya surut air karena saluran pembuangan air dari sekolah ke drainase tersumbat oleh sampah. Kemudian debit air di jalan tidak tertampung lagi oleh selokan di pinggir jalan, alhasil air turun ke lingkungan sekolah.

Kepala MAN 2 Padang Amrizon, mengatakan, untuk mengatasi banjir, pihak sekolah berencana meninggikan ruangan kelas. Sedikitnya ada sekitar 11 lokal yang tergenang air di sekolah tersebut. Amrizon menyebut, saluran drainase di sekolah sudah berjalan sangat baik. Sayangnya drainase di luar sekolah tidak memadai.

“Drainase kita ada sekitar enam pintu, mengalirkan air ke selokan di depan jalan. Namun selokan di pinggir jalan tidak memadai. Inilah yang mungkin menyebabkan air surut sangat pelan,” katanya.

Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Padang, Japeri menyebut, tim dari Kemenag telah turun ke lapangan untuk memantau situasi sekolah. Dari pantauan pihaknya, selokan di depan MAN 2 Padang memang sangat tidak memadai. Pihaknya akan menyampaikan hal itu pada Pemko Padang. “Selokan di depan MAN 2 Padang sangat sempit. Untuk itu kita akan membawa ini ke Pemko Padang untuk dibahas lebih rinci dan semoga bisa ditanggulangi secepatnya,” harapnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co