Jumat, 20 October 2017, 06:39:27 WIB

Menyorot Pelayanan UPTD Pasar Nanggalo

13 October 2017 12:46:01 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 14 kali

Pedagang Keluhkan Minimnya Fasilitas Pendukung

Mengatasi kesemrawutan di kawasan Pasar Nanggalo, Pemko Padang telah melakukan penataan dan memindahkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) ke lantai dua bangunan pasar. Lima belas hari pascapemindahan, apa yang dirasakan pedagang?

Kamis, (12/10) pagi sekitar pukul 10.00, Padang Ekspres mengunjungi Unit Pelaksana Teknis Dasar (UPTD) Pasar Nanggalo. Pagi yang cerah itu di pelataran parkir pasar, tampak petugas parkir sibuk menata setiap kendaraan yang masuk. Padang Ekspres sempat berbincang dengan sejumlah pedagang. Mereka mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung seperti terpal atau kanopi di pasar yang baru dibangun itu.

Seperti dikatakan Boike Kamarudin, 40, salah seorang pedagang pasar. Menurut dia, setiap hujan, air selalu masuk ke lantai dua dan membasahi sebagian lantai dan dagangannya. ”Kami telah berkali-kali mengajukan permintaan untuk memasang terpal atau kanopi, sehingga hujan tidak merembes ke dagangan. Namun pihak UPTD masih berjanji,” kata penjual ubi itu.

Mardiana, 39, pedagang lainnya juga mengeluhkan kebersihan di lantai dua tersebut. Menurutnya, petugas kebersihan pasar membersihkan lantai tidak sampai bersih. Tak jarang dirinya turun tangan untuk membersihkan kembali. ”Padahal kita bayar uang kebersihan setiap hari, namun kebersihan lantai dua tidak terjaga,” sebut pedagang buah itu.

Darlis, 50, pedagang lainnya mengeluhkan minimnya pembeli sejak dipindahkan ke lantai dua. Akibatnya, ia merugi karena dagangnya layu sebelum dibeli. ”Jika tidak ada evaluasi dari pihak pasar, kami bisa gulung tikar,” sebutnya.

Kepala UPTD Pasar Nanggalo, Yurman Tanjung, mengatakan bakal mengevaluasi keluhan-keluhan yang disampaikan pedagang. ”Untuk kanopi kita sudah sampaikan kepada Dinas Perdagangan berkali-kali agar lantai dua dipasang penambahan kanopi. Pihak dinas mengatakan akan mengajukan di anggaran perubahan tahun ini,” sebutnya.

Terkait keluhan sejumlah pedagang jika area lantai sering kotor karena tidak dibersihkan, menurut Yurman, pihaknya selalu melakukan pembersihan malam hari, sehingga ketika paginya keadaan sudah bersih dan pedagang nyaman berjualan. ”Kalau ada yang bilang kotor atau tidak dibersihkan, karena selama tiga hari ini, hujan melanda jadi air masuk ke dalam, wajar saja,” ulasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co