Selasa, 12 December 2017, 09:44:55 WIB

Lagi, Minyak Tumpah di Teluk Bayur

13 October 2017 12:46:49 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 24 kali

Belum tuntas kasus tumpahan minyak kelapa sawit mentah (CPO), kemarin (12/10), minyak jenis solar yang tumpah di perairan Teluk Bayur. Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur bakal mempelajari dan menyelidiki tumpahan minyak yang mencemari kawasan dermaga enam tersebut.

Pantauan Padang Ekspres, tumpahan minyak menyebabkan warna air laut ke hitam-hitaman. Warna kehitaman juga terlihat menempel di batu pinggir laut. Untungnya, tumpahan minyak tidak terlalu luas. Hanya di sekitar pinggir dermaga saja. Meski begitu, KSOP Teluk Bayur belum bisa memastikan luas wilayah yang tercemar.

”Indikasi adanya tumpahan, pertama kali dilaporkan Kamis pukul 03.15 dini hari. Hingga saat ini kami masih menyelidiki dari mana asal minyak tersebut. Apakah dari kapal atau dari darat dan juga luasan pencemarannya,” kata Kepala KSOP Teluk Bayur, Kolonel (Laut) Yus K Usmany di Telukbayur, kemarin (12/10).

Menurut dia, tumpahan bahan bakar yang mencemari dermaga enam, sejenis solar yang biasa digunakan untuk bahan bakar transportasi kendaraan darat atau laut. Namun jumlah tumpahannya tidak banyak karena berdasarkan pengamatan, hanya terlihat di pinggiran dermaga saja. ”Minyak yang tumpah tersebut belum dapat dipastikan berapa volumenya, kita masih melakukan penyelidikan,” sebutnya.

Ketika ditanya, apakah ada kapal yang mengalami kebocoron, mantan kepala KSOP Kelas II Samarinda ini memastikan tidak ada kapal yang mengalami kebocoran. ”Kemungkinan minyak jenis solar itu berasal dari pembuangan air ballast kapal, karena itu kami dari KSOP bakal berkoordinasi dengan Pelindo II untuk melakukan investigasi,” tegasnya.

Dia mengatakan, pembuangan air ballast semestinya mengikuti aturan dalam Ballast Water Management (BWM), agar tidak menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan setiap air kotoran kapal dibuang. ”Hingga sekarang kami belum bisa memastikan berapa luas perairan yang tercemar,” pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Al Amin mengatakan, sudah mengirim tim untuk mengecek ke lokasi. ”Ya, kita sudah mendapatkan informasi adanya tumpahan minyak di perairan Teluk Bayur dan sudah mengirim tim. Hipotesa awal kami, minyak itu keluar dari kapal yang bersandar,” ujarnya.

Ditegaskan Al Amin, DLH Padang bakal menyurati Pelindo II untuk menyelidiki dari mana asal minyak yang mencemari dermaga enam pelabuhan Teluk Bayur itu. ”Jika memang pencemaran dilakukan dengan unsur kesengajaan, pelaku bakal dijerat dengan Undang-Undang Lingkungan,” sebutnya.

Pengamat lingkungan hidup dari Universitas Negeri Padang (UNP), Indang Dewata meminta agar pihak terkait memperketat pengawasan dan tegas dalam melakukan monitoring ke lapangan. ”Selain itu, pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup harus melakukan koordinasi dengan Pelindo dan KSOP untuk melakukan penyuluhan efek yang ditimbulkan dari tumpahan minyak tersebut,” katanya.

Setelah itu, baru dilakukan penegakan hukum jika memang terbukti adanya unsur kesengajaan. ”Penegakan hokum bisa berupa pidana dan perdata. Selain itu, perusahaan yang mencemarkan itu wajib melakukan pemulihan lingkungan,” tambahnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co