Rabu, 13 December 2017, 08:21:59 WIB

Segera Tuntaskan Proyek Drainase

13 October 2017 12:48:38 WIB - Sumber : Rudi Effendi - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 28 kali

Pengerjaan pembangunan drainase yang baru mencapai 70 persen mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Padang yang membidangi pembangunan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) didesak untuk memberikan peringatan kepada kontraktor sebab sudah berada di penghujung tahun anggaran.

“Ya, semestinya Dinas PUPR memanggil para kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek drainase tersebut. Karena akhir tahun tinggal 2,5 bulan lagi. Kalau dibiarkan saja, dampaknya nanti, penyelesaian proyek tidak akan maksimal,” ujar Ketua Komisi III DPRD Padang, Zulhardi Z. Latif kepada Padang Ekspres kemarin (12/10).

Kemudian, lanjutnya, Dinas PUPR juga harus senantiasa memantau setiap pembangunan drainase yang dilaksanakan. Jika terbukti ada kontraktor lalai, berikan sanksi tegas. Kapan perlu, kontraktor tersebut dipertimbangkan untuk diblacklist.

”Kalau tidak seperti itu, pihak Dinas PUPR sendiri yang akan merasakan risikonya. Hal tersebut akan mengarah ke silpa (sisa lebih perhitungan anggaran). Jika Silpa tinggi, berarti kinerja akan dikategorikan buruk,” jelas anggota DPRD Padang Fraksi Golkar itu.
Anggota Komisi III Fraksi Hanura, Yendril juga menyampaikan hal senada. 

”Kalau kontraktor yang mengerjakan drainase ini serius, maka bisa saja menyelesaikannya pada rentang waktu 2,5 bulan lagi. Terserah gimana caranya. Di samping itu, pengawasan dari Dinas PUPR juga tetap intens. Jangan hanya memberikan kepercayaan penuh kepada kontraktor,” ungkapnya.

Anggota Komisi III Fraksi Demokrat, Gustin Pramona, mengakui cuaca yang tergolong ekstrem beberapa pekan belakangan menyebabkan lambatnya pengerjaan proyek-proyek drainase. Meskipun begitu, kata Gustin, Dinas PUPR sebaiknya melakukan penilaian terhadap kinerja kontraktor, yang bisa saja lalai menyelesaikan tugasnya.

”Tentu ada yang salah dengan lambatnya pengerjaan drainase ini. Oleh sebab itu, kami meminta Dinas PUPR meminta pertanggungjawaban dari kontraktor. Kalau hal tersebut dibiarkan saja, maka Dinas PUPR akan disalahkan oleh berbagai pihak,” ungkapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Padang, Fadelan Fitra Masta mengakui, progres pengerjaan drainase rata-rata mencapai 70 persen hingga awal Oktober. Meski begitu, Fadelan optimis pengerjaan akan tuntas hingga akhir tahun. Dia menyebut, anggaran untuk drainase tahun ini sebesar Rp 27 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut secara kalkulatif tidak mencukupi untuk membangun atau memperbaiki sejumlah drainase primer, sekunder maupun drainase tersier di sebelas kecamatan. ”Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 100 miliar lebih untuk pembangunan dan perbaikan drainase,” ujarnya.

Di 2017 ini, drainase sekunder yang dalam tahap pembangunan, di antaranya drainase yang ada di seluruh kawasan Pasar Raya Padang hingga Imam Bonjol, Jalan Hang Tuah kanan dan kiri, Jalan Muhamad Yamin kanan dan kiri, Polresta-Balaikota, Jalan Hasanuddin, Masjid Nurul Iman, Jalan Nipah A dan B, GOR Haji Agus Salim, Jalan Kartini dan kawasan Rumah Sakit Ibnu Sina.

Pembangunan drainase juga dilakukan di berbagai tempat, di antaranya drainase di Bandaolo, Beroknipah, Padangpasir, Sutan Syahrir dan Gunungpangilun. Progresnya sama, baru 70 persen. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co