Rabu, 22 November 2017, 08:43:12 WIB

50 Persen Pekarangan Sekolah Terendam

09 November 2017 13:14:45 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 11 kali

MIN 3 Gunungpangilun Kebanjiran Lagi

Hujan deras yang melanda Kota Padang Senin-Selasa (6-7/11) menyebabkan sejumlah sekolah kebanjiran. Salah satunya, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Gunungpangilun. Meski tak sampai meliburkan siswa, genang air sempat membuat proses belajar mengajar (PBM) terganggu.

Pantauan Padang Ekspres kemarin (8/11) pagi, sebagian besar pekarangan sekolah digenangi air setinggi betis siswa. Meski air tak memasuki ruangan kelas, namun kondisi itu membuat sejumlah siswa-siswi terpaksa tidak memakai sepatu mengikuti PBM. Agustus lalu, banjir juga melanda sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) tersebut.

Kepala MIN 3 Gunungpangilun, Yul Efendi menyebut, genangan air menutupi sekitar 50 persen pekarangan sekolah. Genangan air disebutnya persoalan klasik yang telah terjadi selama bertahun-tahun. ”Tiga jam saja hujan turun dengan intensitas tinggi, sekolah kami akan kebanjiran,” sebutnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Akibatnya, tak jarang siswa-siswi MIN 3 Gunungpangilun diliburkan. Terutama jika genangan air masuk ke ruang kelas. Beruntung, banjir kali ini belum begitu parah sehingga proses PBM tetap berjalan. ”Untung, hujan deras cuma malam hari, sehingga ketika pagi, air sudah mulai surut. 

Proses PBM masih bisa berlangsung, walau banyak juga siswa-siswi kita yang libur karena orang tua mereka takut anaknya terkena penyakit,” tambahnya.

Kondisi sekolah yang selalu dilanda banjir akan berdampak pada kualitas pendidikan. Apalagi siswa-siswi akan mengikuti ujian semester jelang akhir tahun. ”Jika kondisi ini tak kunjung diperbaiki, bisa jadi MIN 3 Gunungpangilun yang merupakan MIN dengan jumlah murid terbanyak di Sumbar bisa menurun kualitas pendidikannya,” terangnya sembari menjelaskan jumlah muridnya mencapai 978 orang dengan 21 kelas.

Menurut dia, pihaknya telah berkali-kali melaporkan kondisi tersebut ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Padang agar bisa dicarikan solusi. Namun, hingga sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. ”Persoalan terjadinya banjir karena pekarangan sekolah kami lebih rendah dari jalan yang dibangun di depan. Apalagi drainase juga kecil, sehingga air mengalir dan menggenangi pekarangan sekolah,” ulasnya.

Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Padang, Japeri menegaskan, pihaknya telah berupaya mengajukan permohonan renovasi gedung MIN 3 Gunungpangilun ke Kementerian. Hanya saja hingga sekarang masih belum ada tanggapan. ”Kita setiap tahun selalu melaporkan, namum tidak ada balasan hingga sekarang,” akunya saat dikonfimasi melalui telepon genggamnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co