Rabu, 22 November 2017, 08:47:28 WIB

17 Sekolah Rawan Banjir

09 November 2017 13:16:08 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 254 kali

Disdik Bangun Embung

Selain permukiman warga, sejumlah sekolah di Kota Padang juga rawan banjir. Sedikitnya, 17 SD dan SMP yang tersebar di empat kecamatan di Kota Padang berstatus rawan banjir. Jika hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, sekolah tersebut digenangi air hingga betis orang dewasa. 

Sayangnya, penanganan banjir di sarana pendidikan itu luput dalam rencana anggaran 2018 mendatang. Saat banjir melanda, otomatis proses belajar mengajar (PBM) terganggu. Seperti dialami Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Gunungpangilun, kemarin (8/11). Hujan deras yang melanda Kota Padang Selasa (7/11) membuat sekolah itu kebanjiran.

Kepala Dinas Pendidikan Padang, Barlius menyebut, terjadinya banjir di 17 sekolah karena berada di kawasan yang memang rawan banjir. ”Berdasarkan data kita, ada 17 sekolah di empat kecamatan yang berstatus rawan banjir. Sekolah yang paling banyak kebanjiran itu berada di Kecamatan Kototangah, sebanyak 7 sekolah,” sebutnya.

Dari 17 sekolah tersebut, SMPN 27 Kuranji yang kebanjiran cukup parah setiap kali hujan deras melanda Padang. Akibatnya, tak jarang siswa-siswi diliburkan.

Menyikapi kondisi itu, pihaknya telah berupaya membangun embung pengendali banjir yang dapat menyerap genangan air secara cepat jika terjadi hujan lebat. ”Untuk sementara itu yang kita lakukan dahulu sembari mencarikan solusi terbaik. Kita tentu tidak ingin proses PBM terus terganggu karena terjadi genangan air,” ulasnya.

Ketika ditanya apakah ada sekolah yang akan diperbaiki 2018 mendatang, ditegaskan Barlius, untuk renovasi 17 sekolah tidak dianggarkan.

Menurutnya, kondisi bangunan sekolah masih kokoh berdiri. ”Jika kita tinggikan lantainya, juga tidak mungkin. Karena tempat sekolah berdiri merupakan kawasan langganan banjir,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Padang yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup, Zulhardi Z Latif menyebut, Pemko Padang telah berupaya melakukan penanggulangan banjir di beberapa sekolah. Seperti di SMPN 27 Kuranji dengan membangun embung pengendali banjir. ”Hanya saja saat ini masih tahap pengerjaan dan belum selesai,” sebutnya.

Ia menyarankan, sebelum sekolah dibangun, harus dikaji dulu secara mendalam dampak lingkungannya. Politikus Partai Golkar ini mengaku, pihaknya siap membantu dalam menganggarkan pembangunan sekolah atau renovasi jika kebutuhannya mendesak. 

”Ini kan menyangkut hajat hidup orang banyak, tentu akan menjadi prioritas, tak perlu lomba qasidah kita anggarkan hingga Rp 8 miliar,” sentilnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co