Rabu, 22 November 2017, 08:41:09 WIB

Perumahan Nelayan Butuh Listrik

10 November 2017 12:55:40 WIB - Sumber : Intan Suryani - Padang Ekpres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 50 kali

PLN: Warga Bisa Ajukan Permohonan

Nelayan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung telah menempati rumah bantuan pemerintah. Rumah yang berjumlah 95 unit terletak di RT 05, RW 01 itu sebagian ditempati korban abrasi. Meski sudah menempati rumah baru, namun penghuni rumah mengeluhkan minimnya penerangan listrik.

Selain keterbatasan daya, beberapa rumah belum dialiri arus listrik sama sekali. Salah satu warga, Mailisa, 31 mengaku, dirinya dan warga lain menggunakan listrik dengan sistem menyambung. Sumber listriknya cuma satu. “Kita hemat menggunakannya. Kalau melebihi kapasitas tentu tak mencukupi,” katanya, kemarin (8/11).

Dia menuturkan, awalnya rumah tersebut diperuntukkan bagi warga yang menjadi korban abrasi pantai. Kondisi rumah korban rusak bahkan roboh diterjang abrasi. Pertama kali dibangun tahun 2009. Tipe rumah satu kamar dengan fasilitas kamar mandi dan ruang tamu. Jumlahnya sekitar 30 sampai 35 unit.

Kemudian, pembangunan lanjutan, rumah dua kamar fasilitas kamar mandi dan ruang tamu. Pembangunan kedua ini diperuntukkan bagi nelayan yang memiliki kartu nelayan. “Kebetulan suami saya punya kartu nelayan, jadi kami bisa menghuni tempat ini. Aturannya tak boleh memiliki, cuma hak pakai saja. Gratis. Rumah ini bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Hingga saat ini sudah ada 85 unit rumah yang dibangun. “Syarat untuk boleh tinggal di sini, harus ada foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK)  dan Kartu Nelayan,” ujarnya yang baru satu tahun menempati rumah tersebut.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Wakil Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat, Taslim. “Dulu kami sempat bermasalah gara-gara ambil api. Sumber listrik satu dipakai bersama-sama. Memang sih itu kesalahan kami,  tapi kami ikuti prosedur dari pihak terkait. Kami dikenakan denda,” ungkapnya.

Lurah Teluk Kabung Selatan, Nurhayati menyebutkan, tahap awal dibangun 30 unit rumah untuk korban abrasi pantai. Kemudian, 85 lagi bagi yang memiliki kartu nelayan. “Saat ini sudah terisi 95 unit,” ungkapnya.

Terkait fasilitas listrik yang belum ada di rumah nelayan tersebut, ia mengklaim sebagian rumah sudah diajukan ke PLN. “Dalam ulang tahun PLN, nama mereka sudah kami daftarkan, dan sedang diproses. Mudah-mudahan segera terwujud harapan warga menikmati listrik,” pungkasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Padang, Hermen Peri belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. Saat dihubungi melalui via telepon berkali-kali,  tidak ada respons. Kemudian dikunjungi di kantornya, pihak DPRKPP Kota Padang menerangkan yang bersangkutan sedang rapat. Hingga dua kali Padang Ekspres mengunjungi kantor tersebut,  tetap tidak bisa ditemui.

Sementara, Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Sumbar, Remialis menuturkan, beberapa waktu lalu, sejumlah warga tersangkut masalah penertiban listrik. Yakni, ada warga yang memakai listrik secara ilegal. Bagi warga yang tersangkut persoalan tersebut, dipersilakan untuk menuntaskan administrasi terlebih dahulu. “Setelah selesai, baru datang ke kantor PLN untuk mengajukan permohonan.

Lain halnya dengan yang tidak bermasalah, langsung saja ke kantor. Bawa semua persyaratannya,” tukasnya. Syaratnya antara lain, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP),  dan sertifikat layak operasi dari badan sertifikasi. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co