Rabu, 22 November 2017, 08:40:56 WIB

Delapan Titik Jalur II Bypass Tuntas

11 November 2017 12:49:23 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 32 kali

Sisa Tiga Titik, Hari Ini Pembersihan Dilanjutkan 

Pemko Padang dibantu tim gabungan TNI dan Polri kembali melanjutkan pembersihan lahan (land clearing) di beberapa titik di Jalur II Bypass, kemarin (9/11). Dimulai dari Simpang Ketaping hingga Simpang Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah.

Pantauan Padang Ekspres Jumat (10/11) sekitar pukul 09.00 ada sekitar lima titik yang dilakukan pembersihan. Proses pembersihan dijaga ketat pihak kepolisian dari Polresta Padang dan TNI dibantu Satpol PP Kota Padang. 

Mereka tampak sibuk mengawal pembersihan Jalur II Bypass yang terbengkalai itu. Pembersihan lahan kemarin berjalan lancar dan tidak ada protes dari warga atau pemilik lahan. Bahkan ada warga yang membongkas sendiri lapak-lapaknya. 

“Kemarin kita telah melakukan pembersihan di tiga titik di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubukbegalung. Sisanya hari ini (kemarin, red) akan kita bersihkan agar pembangunan jalur ini dapat segera dimulai,” ujar Kepala Kesbangpol Linmas Setko Padang, Mursalim kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurutnya pembebasan tiga titik yang dilakukan Kamis (9/11) cukup berat karena ada warga yang mengaku pemilik lahan protes. 

“Protes dan penolakan yang dilakukan sejumlah warga Kamis (9/11), terjadi karena permasalahn di internal kaumnya. Pemko Padang telah melakukan konsolidasi dengan mengganti tanah mereka dengan tanah juga di tempat lain. Hanya saja persoalan mengemuka karena tanah yang dulunya merupakan tanah ulayat bermasalah dalam pembagian di internal kaum sendiri,” jelas Mursalim.

Selain itu, sebut Mursalim, 11 titik Jalur II Bypass yang belum diaspal tersebut, sertifikat tanahnya sudah berada di tangan Pemko Padang. 

“Kalau ada yang bilang Pemko melanggar aturan, itu tidak benar, sertifikat tanah ini milik negara, dan kami sebagai aparaturnya berhak mengambilnya untuk kepentingan masyarakat. Alhamdulillah, pekerjaan di tiga titik tersebut telah selesai Kamis (9/11), hari ini (kemarin, red) kita akan kejar pembebasan mulai dari Simpang Ketaping hingga Lubuk Minturun. Ada sekitar delapan titik yang kita eksekusi,” lanjutnya.

Menurutnya, jika seluruh lahan telah dibebaskan maka akan langsung dilakukan penggalian, penimbunan dan pengaspalan di seluruh titik yang masih bermasalah. Total panjang titik tersebut sepanjang 1,2 kilometer yang terletak di empat Kecamatan yaitu Kecamatan Kototangah, Kuranji, Pauh dan Lubukbegalung.

Ia menambahkan, Jalur II Bypass ini sepanjang 27 kilometer dan yang berada di Kota Padang sepanjang 24 kilometer.  Pembangunan jalur ini telah selesai seluruhnya kecuali jalur sepanjang 1,2 kilometer yang terkendala pembebasan lahan. “Kita menargetkan Jalur II Bypass ini selesai pada 31 Desember 2017,” tuturnya. 

Pengerjaan Jalur II Bypass ini menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sebesar Rp 17 miliar. “Jika hingga akhir tahun nanti pembebasan lahan tidak dapat terselesaikan maka pembangunan jalur ini tidak dapat dilanjutkan,” tegasnya.

Pembangunan Jalur II Bypass ini telah beberapa kali tertunda karena persoalan pembebasan lahan. “Kita masih memiliki waktu hingga Desember nanti untuk menyelesaikan pengerjaan jalur ini,” katanya.

Apabila Jalur II Bypass in telah selesai, rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada Februari 2018, bertepatan dengan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Kota Padang.

“Kita berharap tentu pengerjaannya dapat diselesaikan tepat waktu agar jalur ini dapat dinikmati oleh masyarakat. Selama ini banyak terjadi kecelakaan karena jalur ini belum selesai seutuhnya,” sebutnya. 

Terpisah, Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Ediwarman mengatakan dalam eksekusi ini pihaknya menurunkan 375 personel gabungan Polri, TNI, Dinas Perhuhungan dan Satpol PP.

“Kita membantu pengamanan pembersihan lahan karena secara prinsip lahan ini telah memiliki hukum tetap. Yang bermasalah saat ini adalah persoalan antar pemilik tanah yang terkena konsolidasi dan antar kaum,” tambahnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co