Rabu, 22 November 2017, 08:45:56 WIB

84 Persen Siswa Dibully di Sekolah

11 November 2017 12:55:53 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 14 kali

Pelaku Guru dan Petugas Sekolah

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI mencatat 84 persen siswa pernah mengalami kekerasan di sekolah. Bentuk kekerasan yang menonjol adalah perundungan (bullying).

“Kita sangat prihatin sekali karena sebagian besar siswa di sekolah mengalami kekerasan. Angkanya mencapai 84 persen,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Anak dari kekerasan dan eksploitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Rini Handayani pada workshop Penerapan Disiplin dalam Mencegah Kekerasan di Kota Padang, kemarin (10/11).

Selain itu, dari semua siswa, 75 persen mengaku pernah melakukan kekerasan di sekolah. Sebanyak 45 persen siswa menyebutkan guru atau petugas sekolah merupakan pelaku kekerasan. 

Angka ini menurutnya harus disikapi dengan memaksimalkan sosialisasi pada guru dan orang tua serta memberikan konseling gratis pada anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan. “Di sekolah, sudah tak zamannya lagi guru memberi hukuman dengan kekerasan kepada siswa. Kalaupun hendak memberikan efek jera, harus dengan cara yang mendidik,” sebut Rini.

Acara yang diikuti sejumlah perwakilan guru SMP se Kota Padang ini dibuka oleh Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Mahyeldi menyebut, sekolah di Padang harus menjadi sekolah yang ramah anak. Ia mengimbau agar para guru mampu menjadi contoh untuk berperilaku lembut pada siswa. “Di sekolah tidak boleh ada kekerasan. Baik suara keras maupun kekerasan. Guru harus bisa ditiru oleh muridnya,” terang Mahyeldi.

Saat ini terang dia, Pemko Padang sudah meluncurkan program 1821. Pada jam 18.00 hingga 21.00 setiap harinya. Orang tua bisa mengajak anak untuk shalat, membaca Al Quran memotivasi mereka untuk belajar. Selain itu di jam efektif ini juga mendorong anak untuk berdialog. “Kita harus benahi keluarga, rumah dan sekolah untuk menghasilkan generasi yang berkualitas,” sebutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kota Padang, Heryanto Rustam menyebutkan saat ini Kota Padang sudah mendapatkan predikat Nindya sebagai Kota Layak Anak. Di Indonesia hanya ada lima kabupaten/kota. Padang terus berupaya menjadi yang terbaik dan menjadi kota yang benar benar ramah anak. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co