Rabu, 22 November 2017, 08:34:30 WIB

Tak Cukup sekadar Menang

12 November 2017 11:50:06 WIB - Sumber : Taufik Hidayat - Padang Ekspres - Editor : Yogi Fernando    Dibaca : 1435 kali

Semen Padang FC wajib memenangi laga pamungkasnya di Liga 1/2017, kontra PS TNI sore ini (12/11). Namun, hal tersebut sejatinya belum akan memastikan Kabau Sirah untuk lolos dari jurang degradasi.

Sebab, tim kebanggaan urang awak itu hanya akan lolos dari ancaman degradasi apabila kemenangan atas PS TNI diikuti dengan kegagalan Perseru Serui memetik poin penuh atas tuan rumah Persib Bandung pada saat bersamaan.

Hingga pekan ke-33, Semen Padang FC masih bercokol di peringkat 16 dengan 32 poin. Sementara, Perseru berada satu strip di atas dengan poin 34.
Bila Kabau Sirah menang pada laga terakhir nanti, dan Perseru maksimal hanya meraih satu poin, maka tim kebanggaan urang awak itu, akan lolos dari degradasi, karena unggul head to head. Saat bermain di kandang Perseru, Semen Padang FC mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 0-0. Sedangkan saat menjadi tuan rumah, Kabau Sirah menang 3-1.

Sadar kondisi timnya tidak terlalu baik, karena diwajibkan untuk memetik tiga poin dan masih harus bergantung dengan hasil pertandingan lain, Pelatih Kepala Semen Padang Syafrianto Rusli mengingatkan pemainnya untuk hanya fokus pada pertandingan kontra PS TNI dan jangan sampai konsentrasi pecah karena memikirkan hasil laga lain.

”Dengan kondisi seperti saat ini, saya sudah tanamkan kepada pemain, yang akan membantu diri kita adalah diri kita sendiri. Jangan berpikir dengan pertandingan lain, yang penting pada pertandingan ini kami harus bisa menang, yang jelas itu dulu. Pemain sudah bertekad tampil habis-habisan,” katanya, kemarin (11/11).

Pada pertandingan krusial nanti, Kabau Sirah dipastikan tidak akan diperkuat empat pemain andalannya, yaitu kiper Jandia Eka Putra, Rudi, Ko Jae Sung, dan Novrianto. Semuanya masih dalam proses penyembuhan cedera.
Untuk persiapan tim, Syafrianto mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap beberapa kelemahan tim yang terlihat di laga terakhir saat dipaksa menyerah 3-5 dari Arema FC.

Menurutnya ada dua kelemahan mendasar.”Pertama pertahanan terlalu mudah ditembus sehingga pemain lawan mudah mencetak gol. Satu lagi kami tidak bisa memanfaatkan peluang yang ada. Itu dalam setiap latihan kami lakukan latihan-latihan finishing supaya ada sinkronisasi antara kapan memberikan umpan dengan pergerakan pemain depan,” ujarnya.

Terkait persoalan di lini pertahanan, pelatih yang sempat mengantarkan tim futsal PON Sumbar meraih medali emas pada PON 2012 di Riau lalu tersebut mengaku sudah menemukan solusi terbaik. Mengembalikan Cassio Fransisco de Jessus ke posisi aslinya, centre back untuk menggantikan peran Novrianto yang cedera.

”Cassio ditarik ke belakang bukan karena tidak percaya dengan Handi (Ramdhan). Dia pemain berpengalaman, tapi sudah lama tidak bermain reguler dan untuk mengharapkannya main selama 2 X 45 menit itu agak riskan,” ulasnya.

Mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu juga mengisyaratkan akan tetap mempercayakan lini serang timnya kepada penyerang asing Marcel Silva Sacramento. Meski dalam beberapa laga terakhir, pemain asal Brasil itu kerap tampil di bawah performa terbaiknya, tapi Syafrianto melihat ada semangat juang tinggi yang ditunjukkan Marcel dalam beberapa latihan terakhir.

“Secara skill dia (Marcel) punya. Masalahnya kondisi fisik terlalu di bawah. Tapi akhir-akhir ini saya sengaja mengatur latihan, supaya tidak capek dalam latihan dan bisa maksimal saat bermain. Nanti kalau babak kedua dia memang tidak maksimal, kami masih ada Tambun dan Muchlis,” terangnya.

Menanggapi pemain yang akan menggantikan peran Jandia Eka Putra di bawah mistar, Syafrianto mengaku masih mempertimbangkan antara M Ridwan ataupun Rendy Oscario yang dalam dua pertandingan selalu dipercaya mengawal gawang Kabau Sirah.

”Secara pasti, saya belum tentukan siapa yang akan main, saya lihat besok pagi (hari ini, red). Saya baru mengadakan pembicaraan awal dengan pelatih kiper, memang peluangnya 50-50 mereka berdua. Terakhir saat kami latihan, si Ridwan agak cedera juga. Rencana ada perubahan di penjaga gawang, tapi kesiapan Ridwan belum maksimal. Bagaimanapun, Rendy sudah membuktikan saat menghadapi Perseru Serui kalau dia bisa bermain,” tegasnya.

Kapten Semen Padang FC, Hengki Ardiles memastikan seluruh pemain siap untuk menghadapi laga penting nanti sore. Dia melihat, PS TNI yang cukup banyak mengandalkan pemain muda akan lebih banyak melakukan penyerangan dari sisi sayap.

“Sebelumnya lawan TNI, mereka bagus di sana (sayap), mereka memiliki pemain sayap yang cepat-cepat, seperti Erwin (Ramdhani), coach sudah memberikan strategi kepada pemain belakang untuk mengantisipasi itu. Kami tidak bisa kerja sendiri-sendiri, saling melapisi dan saling bantu, mudah-mudahan kami bisa meredam kecepatan mereka,” tegas pemain paling senior di tim Semen Padang FC itu.

Di sisi lain, Pelatih Kepala PS TNI, Rudy Eka Priyambada mengatakan, meski timnya tak lagi memiliki kepentingan untuk pertandingan nanti, namun dia memastikan seluruh timnya akan tetap bermain profesional dan berusaha untuk memetik kemenangan.

”Menghadapi Semen Padang yang bagi mereka pertandingan hidup mati. Tapi kami bermain seperti target awal dan ingin berada di sepuluh besar. Jadi kami akan tetap bermain normal,” tegasnya. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co