Rabu, 22 November 2017, 08:42:33 WIB

Dari Pagelaran Hantu Buku Malam Jumat

13 November 2017 13:41:58 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 49 kali

Ekspresikan Bakat lewat Pertunjukkan

Komunitas Tanah Ombak kembali menunjukkan eksistensinya dengan mengisi satu malam pagelaran seni yang digelar pihak Taman Budaya. Pagelaran seni dengan tema “Hantu Buku Malam Jumat” yang dilaksanakan, Jumat, (10/11) malam di panggung terbuka 

Kompleks Taman Budaya Padang berlangsung sederhana dan dihadiri ratusan pasang mata. Dalam pagelaran seni, Hantu Buku Malam Jumat itu, terdapat rangkaian kegiatan, mulai dari baca puisi, dongeng, kutipan, hingga tari dan nyanyi. Semuanya diselenggarakan oleh anak-anak kecil yang berada dalam binaan Komunitas Tanah Ombak.

Pimpinan Komunitas Tanah Ombak Yusrizal KW di sela-sela kegiatan menyebut Hantu Buku Malam Jumat yang ditampilkan oleh anak-anak Komunitas Tanah Ombak untuk mengisi dan menampilkan bakat dan juga mendukung program pagelaran seni yang diadakan pihak Taman Budaya Padang. “Dalam mensukseskan pagelaran seni tersebut, kami dari Komunitas Tanah Ombak menampilkan potensi anak-anak yang rata-rata tinggal di daerah pesisir pantai seperti Purus, yang telah dididik dan diberi ruang untuk berekspresi,” katanya.

Anak-anak pinggiran, kata Yusrizal KW, jika didik dan diberi ruang berekspresi, potensinya tidak akan kalah dengan anak-anak lainnya. Sehingga nantinya akan muncul generasi-generasi yang mempunyai jiwa dan emosional positif. “Saat ini, banyak anak-anak yang dituntut untuk selalu belajar oleh orang tuanya, sehingga tekanan belajar secara terus menerus membuat anak menjadi terbebani dan akhirnya keluar masuk ke kehidupan negatif,” ulas pria yang juga Redaktur Budaya Harian Padang Ekpsres itu.

Selama tiga tahun Komunitas Tanah Ombak hadir, menurut Yusrizal KW, pagelaran Hantu Buku Malam Jumat merupakan salah satu hasilnya, selain anak-anak di komunitas itu juga telah melahirkan sebuah film. “Kita harap, ini bukan akhir dari perjuangan kami untuk terus mendidik dan mengembangkan bakat-bakat alami yang lahir dari anak-anak pinggiran yang ada daerah pesisir Padang,” ucapnya.

Komunitas Tanah Ombak, merupakan sebuah ruang untuk membentuk karakter anak-anak agar mereka tidak tergerus oleh arus globalisasi. “Di Tanah Ombak, mereka belajar menghargai diri sendiri, didukung bakatnya, hingga diberikan pemahaman akan pentingnya membaca,” tambahnya.

Ke depan, diharapkan anak-anak didiknya yang berada Tanah Ombak mampu menjadi generasi emas di kawasan Purus dan menjadi model pendidikan. 

“Selain itu, kita harapkan juga hadir gerakan Tanah Ombak-Tanah Ombak lainnya yang memberikan perhatian lebih kepada anak-anak agar mereka mampu mengekspresikan jiwa kanak-kanaknya,” harapnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co