Rabu, 22 November 2017, 08:46:40 WIB

Sepanjang Oktober, 746 Pelanggaran

13 November 2017 13:42:56 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 44 kali

Sepanjang bulan Oktober, Satpol PP Padang telah menertibkan 746 pelanggaran, baik yang dilakukan oleh orang maupun dalam bentuk usaha. Kasus ini cenderung menurun dibandingkan bulan September yang mencapai 850 pelanggaran. 

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang, Yadrison menyebut pelanggaran tersebut terdiri dari penyalahgunaan fasum oleh PKL 421 kasus. Mereka ini telah diberikan surat teguran dan juga ditipiringkan. Lalu kenakalan remaja, yakni bolos di jam pelajaran 116 orang, tawuran 17 orang, menghisab lem 20 orang. Para pelajar ini telah diberikan pembinaan dan ada juga yang dikirim ke Dinas Sosial untuk pembinaan lebih lanjut.

Dalam Oktober lalu, juga diamankan sebanyak 82 orang yang terlibat dalam pekat seperti pasangan ilegal di penginapan, mesum di mobil, nongkrong di hiburan malam tanpa identitas dan waria. 

“Sepanjang Oktober kemarin, kami juga telah mengirim 6 orang ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi di Kabupaten Solok. Mereka diduga PSK sesuai hasil berita acara pemeriksaan (BAP) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Kita tentunya berharap semoga kembali dari pembinaan tersebut mereka bisa bekerja di jalan yang benar,” tuturnya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Selanjutnya juga diamankan 58 orang yang berprofesi sebagai pengamen, pedagang asongan, anjal, pengemis. Mereka ditertibkan di beberapa titik persimpangan lampu merah karena kerap membuat pengguna jalan merasa terganggu dan tidak nyaman. “Setelah didata, mereka diserahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan lebih lanjut,” jelasnya lagi.

Kabid Penindakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah (P3D) Satpol PP Padang, Eka Putra menambahkan razia penertiban ini dilakukan untuk menciptakan agar suasana kamtibmas tetap kondusif. “Untuk itulah, Satpol PP intens turun ke lapangan untuk mengantisipasi terjadinya pekat. Sehingga perbuatan-perbuatan yang mengarah maksiat dapat diantisipasi sejak dini,” akunya.
Pihaknya akan menindak tegas bagi siapa saja yang menyediakan tempat maksiat. 

Jika terbukti, pemiliknya akan disidang melalui tipiring. Untuk itu, ia mengingatkan kepada warga atau penyedia lokasi agar tidak memberikan ruang bagi pasangan muda-mudi untuk berbuat maksiat.

Upaya pemberantasan segala bentuk pekat, tidak bisa hanya dilakukan oleh Satpol PP saja, karena itu, partisipasi dari masyarakat sangat diperlukan sebagai salah bentuk upaya mengantisipasi perbuatan tersebut. “Kita tidak bisa berjalan sendiri, dan butuh dukungan masyarakat. Kita berharap masyarakat bisa bersama-sama mendukung upaya Pemko menjadikan Padang bebas dari kegiatan maksiat,” harapnya.

Ia optimistis, jika semua unsur bisa berperan maka segala bentuk aktifitas pelanggaran/kegiatan berbau maksiat bisa diminimalisir. “Kami berharap, dengan intensnya kita melakukan razia akan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan hal-hal atau perbuatan-perbuatan yang melanggar norma,” tukuknya. 

Pengamat Sosial dari Universitas Andalas (Unand) Machdalisa Masri mengapresiasi Satpol PP Padang atas kinerjanya, dan menyebut kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh. “Meski turun, namun belum signifikan, permasalahan PKL, merupakan persoalan tempat saja, mereka harus difasilitasi sehingga PKL tidak menjamur lagi,” ucapnya.

Untuk persoalan kasus, tawuran pelajar dan pasangan ilegal hingga waria, merupakan perkara iman dan mereka butuh dukungan dari orang terdekat. “Seberapa sering pun dirazia, mereka akan kembali lagi, harus ada suntikan moral dari orang terdekat agar mereka tersentuh dan meninggalkan kebiasaannya tersebut,” sebutnya.

Selain itu, ditegaskan Machdalisa, Satpol PP harus tetap melakukan pengawasan dan kontrol secara berkala untuk menjaga stabilitas sosial. “Jangan cepat, puas dengan angka-angka yang di sebut itu, pengawasan sangat penting,” tutupnya. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co