Rabu, 22 November 2017, 08:47:02 WIB

Padi Terpaksa Dipanen lebih Awal

14 November 2017 14:32:27 WIB - Sumber : Rudi Effendi - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 8 kali

Rusak Diterjang Angin Kencang

Sekitar 1 hektare tanaman padi siap panen milik salah seorang petani di Lolongkaran Kelurahan Sungaisapih Kecamatan Kuranji rusak diterjang angin kencang. Kejadian yang terjadi Selasa (7/11) mengakibatkan pemilik sawah, Zulkifli, 56, mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta. 

“Semua padi rebah diterjang angin. Kejadian seperti ini sudah puluhan kali terjadi. Tak terhitung lagi jumlahnya. Beruntung kejadian kali ini, hanya sawah saya saja yang terkena. Biasanya, sawah milik petani lain juga mengalami hal yang sama,” ujar warga RT 01/ RW 02 Kelurahan Sungaisapih Kecamatan Kuranji itu kepada Padang Ekspres, kemarin (13/11).

Dijelaskan, semestinya pekan depan padi tersebut dipanen. Namun, karena rebah terpaksa dipanen lebih dini.
“Padi yang bisa dipanen kali ini hanya sebagiannya saja. Karena, sebagiannya lagi sudah busuk,” ungkapnya.

Walaupun kejadian tersebut sudah berulangkali terjadi, namun ternyata Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian, belum pernah membantu petani. Tidak hanya itu, petani juga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk apa pun dari Pemko Padang.

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 02, Syamsu Rizal, 58 mengakui, areal persawahan di Lolongkaran itu rawan terkena badai. Tidak hanya itu, semenjak 6 bulan yang lalu, juga pernah diserang hama wereng. “Kalau kejadian kali ini, saya baru mengetahuinya. Karena petani juga tidak melaporkannya jauh-jauh hari,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syaiful Bahri mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan padi rentan diserang hama. Seperti pengaruh dari varietas, pemupukan, stage penanaman dan indikator lainnya. “Kami akan segera cek ke lokasi. Dan kami akan telusuri keluhan yang disampaikan petani tersebut,” pungkasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co