Rabu, 22 November 2017, 08:52:14 WIB

Mencegah Penyakit Anemia pada Ibu Hamil

15 November 2017 13:21:47 WIB - Sumber : Novitri Silvia - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 11 kali

Tingkatkan Asupan Zat Besi saat Kehamilan

Anemia atau kurang darah sering dialami wanita hamil. Penyakit ini tak bisa dianggap sepele. Tak hanya berisiko pada janin, namun juga pada ibu hamil. Namun, anemia tersebut dapat dicegah. Seperti apa pencegahannya?

Fitri Handayani, 23, warga Gunungpangilun Kota Padang sempat dirawat selama dua minggu di salah satu rumah sakit di Kota Padang karena mengalami pusing dan keletihan. Kala itu, usia kehamilannya baru 3 bulan.

Menurut dokter memeriksanya, ia kekurangan sel darah merah (anemia, red) yang membuatnya pusing, pucat, dan tidak memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas seperti biasa. 

Fitri Handayani  bercerita kepada Padang Ekspres, saat dirawat di rumah sakit, dokter memberinya suplemen penambah darah. Dokter juga menyampaikan kondisi kesehatannya dan janin serta mengedukasi risiko  anemia terhadapnya dan janin.

“Awalnya, sempat khawatir. Tapi setelah disampaikan dokter, terus mengikuti saran dokter, Alhamdulillah anemianya bisa sembuh dan sekarang sudah normal. Sejak saat itu, saya rutin kontrol dan harus jaga asupan gizi biar tidak anemia lagi,” ujarnya sambil mengelus perutnya yang  kian membesar.

Chelsea, 28, juga mengaku pernah mengalami anemia ketika hamil anak pertamanya. Kala itu, ia pernah menjalani pemeriksaan koreksi anemia. Saat ini, anak pertamanya tumbuh sehat dan telah berusia1 tahun. Ia juga tengah hamil anak kedua.Usia kandungannya 8 bulan. 

Dokter telah memastikan pada hamil keduanya, kondisi hemoglobin dan kadar zat besinya normal. Ia hanya diberikan tablet tambah darah selama kehamilan.

“Setelah melihat hasil USG jadi tenang. Kata dokter, kondisi janin baik dan normal,” ucapnya usai menjalani pemeriksaan di RS BMC Padang. 

Sementara dokter spesialis kandungan, dr Dovy Djanas SpOG menjelaskan, anemia pada masa kehamilan, merupakan kondisi di mana ibu hamil mengalami kekurangan darah. 

Rata-rata, 50 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Umumnya, disebabkan kurangnya zat besi pada ibu hamil selama masa kehamilan.

Hal ini akan berdampak pada perkembangan janin dalam rahim. Bayi yang lahir dari Ibu anemia akan mengalami gangguan pada perkembangan otak. Di mana, otak dapat berukuran kecil atau tidak sesuai perkembangannya. Pada bulan pertama, perkembangan otak janin membutuhkan zat besi yang cukup. 

Selain itu, juga dapat berakibat pendarahan pada proses persalinan akibat kontraksi otot rahim dengan jalur keluar bayi nantinya. Ini mengakibatkan penyakit jantung pada ibu, karena kurangnya asupan darah yang mengalir pada jantung. 

Wanita yang mengalami anemia pada masa hamil pertama, berisiko besar terkena anemia kembali pada kehamilan selanjutnya. 
Untuk mengatasinya, selama kehamilan, kebutuhan asupan gizi meningkat dari kebutuhan sebelum masa hamil. Biasanya, tubuh memiliki cadangan zat besi yang diperoleh sebelum kehamilan. Kondisi ini, dapat diketahui setelah melakukan pemeriksaan kadar zat besi sebelum masa  kehamilan.

“Jika nantinya diketahui tubuh ibu hamil tidak memiliki cadangan zat besi, ini dapat diupayakan dengan meningkatkan asupan zat besi. Misalnya perbanyak makan sayuran berwarna hijau, daging atau ikan. Hamil pada usia produktif (20-35 tahun) juga membantu mengurangi risiko terkena anemia yang akan bisa mengakibatkan risiko kehamilan tinggi,” tukasnya di sela-sela kegiatannya memeriksa pasien. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co